- Generasi muda kini memandang Hari Valentine sebagai waktu untuk mengekspresikan kasih sayang secara lebih luas, tidak terbatas pada hubungan romantis.
- Perhatian kecil, pesan tulus, dan gestur sederhana menjadi cara yang dianggap paling bermakna untuk menunjukkan apresiasi.
- Momen ini pun menjadi pengingat bahwa rasa sayang bisa dibagikan kepada siapa saja yang memberi warna dalam kehidupan sehari-hari.
Suara.com - Hari Kasih Sayang kini bukan lagi sekadar tentang pasangan. Bagi generasi muda atau gen z, Valentine semakin dimaknai sebagai momen untuk mengapresiasi semua orang yang punya peran penting dalam hidup, dari keluarga, sahabat, hingga support system sehari-hari.
Menurut Mikhaela Bunawan, Brand Manager SilverQueen, cinta memang seharusnya dimaknai lebih luas dan universal.
“Kadangkala kita lupa untuk mengapresiasi orang-orang di sekeliling kita. Hari Kasih Sayang bukan hanya tentang pasangan, tetapi juga orang tua, sahabat, hingga mereka yang selalu hadir mendukung keseharian kita. Bahkan ojek online yang setiap pagi mengantar kita pun layak mendapatkan apresiasi,” ujarnya.
Pesan tersebut terasa semakin relevan bagi anak muda yang kini mulai melihat Valentine bukan sekadar hari romantis, tetapi momentum untuk mengucapkan terima kasih dan menunjukkan perhatian kepada orang-orang terdekat yang sering kali hadir dalam hal-hal kecil namun berarti.
Perhatian sederhana, pesan tulus, atau hadiah kecil penuh makna bisa menjadi cara nyata menunjukkan bahwa seseorang benar-benar dihargai. Momen seperti ini juga menjadi pengingat bahwa kasih sayang tidak selalu harus diungkapkan lewat gestur besar, tetapi justru lewat hal-hal kecil yang konsisten.

Semangat berbagi perhatian inilah yang diangkat dalam Love Fest 2026, sebuah perayaan yang menghadirkan suasana hangat, penuh tawa, sekaligus momen reflektif tentang arti perhatian kecil yang sering terlupakan.
Lebih dari 350 anak muda hadir dan larut dalam kebersamaan, membuktikan bahwa Valentine juga bisa menjadi ruang untuk merayakan persahabatan dan hubungan yang suportif.
Kolaborasi dengan TikTok membuat semangat ini semakin meluas ke ranah digital. Momen-momen yang dibagikan para pengunjung memperlihatkan bagaimana gen Z punya cara mengekspresikan rasa sayang sendiri — mulai dari pesan singkat yang tulus hingga gestur kecil yang personal.
Penampilan spesial Vierratale yang membawakan lagu-lagu bertema cinta, persahabatan, dan perjalanan emosional anak muda, memperkuat pesan bahwa setiap orang punya sosok berarti yang layak diapresiasi.
Baca Juga: Anti-Mainstream! 6 Ide Makanan Manis untuk Hadiah Valentine Selain Cokelat
Rangkaian aktivitas di lokasi juga dirancang untuk membantu pengunjung mengekspresikan rasa sayang secara langsung. Salah satunya melalui booth interaktif “1001 Reasons to Give”, tempat pengunjung bisa mengambil amplop berisi pesan penuh makna untuk dibagikan kepada orang terdekat — baik keluarga, pasangan, sahabat, maupun sosok yang sering terlupa namun selalu hadir mendukung dari balik layar.
Melalui pengalaman ini, Valentine terasa lebih personal dan hangat, bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi awal dari kebiasaan sederhana untuk lebih sering mengungkapkan perhatian kepada orang-orang yang berarti dalam hidup.