Diperkenalkan oleh desainer legendaris Jean Schlumberger pada 1965, bros burung di atas batu permata ini menjadi simbol keceriaan dan optimisme. Kini koleksinya berkembang dengan berlian dan batu mulia kelas dunia.
6. Sixteen Stone
Diluncurkan pada 1959, koleksi ini memiliki motif menyerupai jahitan silang, terinspirasi dari latar belakang keluarga Schlumberger di dunia tekstil. Maknanya tentang kekuatan cinta yang saling menopang.
7. Elsa Peretti®
Dikenal dengan desain organik dan sculptural, karya Elsa Peretti terasa sensual sekaligus modern. Hingga kini, koleksinya tetap relevan lintas generasi.
8. Return to Tiffany®
Ikonik dengan heart tag legendaris, koleksi ini terinspirasi dari gantungan kunci tahun 1966. Desainnya klasik dan menjadi simbol warisan Tiffany.
9. Tiffany 1837
Mengusung tahun berdirinya Tiffany, koleksi ini menonjolkan desain minimalis dan elegan sebagai penghormatan terhadap sejarah brand.
10. Paloma Picasso®
Desain Paloma Picasso dikenal berani dan artistik, terinspirasi dari hal-hal tak terduga seperti grafiti hingga daun zaitun.
11. Tiffany Victoria®
Motif bunga dan sulur dengan berlian marquise, pear, dan round brilliant menjadi daya tarik koleksi ini. Terbuat dari platinum serta emas 18 karat.
12. Tiffany Keys
Berbentuk kunci dengan detail presisi tinggi, koleksi ini melambangkan kebebasan, kekuatan, dan optimisme.
13. Tiffany Forge
Koleksi perak sterling terbaru dengan motif rantai terbuka. Melambangkan perjalanan hidup dan cinta terhadap diri sendiri.
14. Tiffany Titan by Pharrell Williams
Kolaborasi eksklusif dengan Pharrell Williams yang menghadirkan sentuhan edgy dan kontemporer.
15. Apollo by Tiffany
Terinspirasi dari bros tahun 1957 karya Schlumberger, koleksi ini menampilkan bentuk orb dengan pavé diamonds dan sinar emas 18 karat dramatis.
16. Rope by Tiffany
Memadukan emas 18 karat dengan teknik anyaman khas, terinspirasi dari warisan tekstil keluarga Schlumberger.
17. Enamel Jewelry
Gelang enamel paillonné yang pertama kali diperkenalkan pada 1962. Teknik seni abad ke-19 ini menghasilkan warna kaya dan mendalam.
Tiga Gerai Tiffany Jakarta Disegel Bea Cukai

Di tengah popularitas koleksi-koleksi perhiasan mewahnya, DJBC Kanwil Jakarta menyegel tiga gerai Tiffany & Co di Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place. Kepala Seksi Penindakan DJBC Kanwil Jakarta, Siswo Kristyanto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pengawasan barang bernilai tinggi.
"Kami melakukan operasi terhadap barang dalam kategori high value goods, yaitu produk bernilai tinggi yang kami duga belum dicantumkan dalam pemberitahuan impor barang," ujar Siswo di Jakarta, Rabu (12/2/2026).
Dia menegaskan bahwa proses ini masih bersifat administratif. Petugas tengah mencocokkan stok fisik di gerai dengan dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB).
"Kami masih melakukan penelitian karena dokumen yang mereka deklarasikan kepada kami harus lebih dulu dicocokkan dengan dokumen yang ada pada kami," tambah Siswo.
Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi yang dikenakan mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.
"Pasal yang diterapkan lebih mengarah pada sanksi administratif di bidang kepabeanan. Kami berupaya menghindari ranah pidana karena sesuai arahan pimpinan, fokus kami saat ini adalah mendorong optimalisasi penerimaan negara," kata Siswo.
Denda yang dapat dikenakan bahkan mencapai hingga 1.000 persen dari nilai kepabeanan atau pajak impor. "Untuk saat ini ada tiga toko, tetapi ke depan tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah. Jadi tidak hanya satu outlet saja," tegasnya.
Kontributor : Trias Rohmadoni