Berapa Hari Puasa Ramadhan 2026? Ini Perhitungannya

Ruth Meliana

Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:52 WIB
Berapa Hari Puasa Ramadhan 2026? Ini Perhitungannya
Ilustrasi buka puasa (freepik)

Suara.com - Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang dilaksanakan selama satu bulan penuh dalam kalender Hijriah. Setiap tahun, umat Islam di Indonesia menantikan pengumuman tanggal mulai puasa dan tanggal Idul Fitri sebagai penanda berakhirnya Ramadhan. Lantas berapa hari puasa Ramadhan?

Di Indonesia, penetapan awal dan akhir Ramadhan bisa berbeda antara organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan pemerintah melalui Kementerian Agama RI karena perbedaan metode perhitungan kalender Hijriah dan observasi hilal. Tahun 2026 menjadi salah satu contoh potensi perbedaan tersebut.

Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal sesuai kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mereka gunakan untuk menentukan awal bulan suci.

Menurut Muhammadiyah, perhitungan astronomis menunjukkan bahwa posisi bulan telah memenuhi kriteria untuk mengawali bulan Ramadhan pada tanggal tersebut. Karena itulah umat Islam yang mengikuti penetapan Muhammadiyah akan menjalankan puasa mulai 18 Februari 2026.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kemenag RI belum mengumumkan tanggal resmi sampai sidang isbat dilakukan, yang biasanya digelar di akhir bulan Sya’ban setiap tahunnya. Namun dari kalender Hijriah yang dirilis pihak kementerian, diperkirakan awal puasa akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perbedaan satu hari ini terjadi karena pemerintah menggunakan kombinasi hisab dan rukyatul hilal (pengamatan hilal) yang akan diputuskan melalui sidang isbat. Jika hilal baru terlihat atau memenuhi kriteria setelah matahari terbenam pada akhir Sya’ban, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari dan Ramadhan dimulai keesokan harinya — itulah sebabnya pemerintah memprediksi 19 Februari 2026 sebagai tanggal awal puasa Ramadhan versi pemerintah.

Jumlah hari puasa Ramadhan setiap tahun ditentukan oleh lama bulan Ramadhan dalam kalender Hijriah, yang bisa 29 atau 30 hari tergantung hasil rukyat atau perhitungan.

Untuk tahun 2026, berdasarkan kalender versi Muhammadiyah, puasa berlangsung selama 30 hari, dimulai 18 Februari 2026 dan berakhir pada 19 Maret 2026, menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026.

Untuk pemerintah, bila puasa dimulai pada 19 Februari 2026, diperkirakan juga akan berlangsung selama 30 hari, sehingga Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, asalkan sidang isbat mengonfirmasi awal Ramadhan sesuai kalender yang beredar.

baca juga

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Dalam metode ini, awal Ramadhan ditetapkan apabila secara astronomis hilal sudah wujud, yakni ijtimak telah terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan masih berada di atas ufuk saat matahari terbenam, tanpa mempertimbangkan apakah hilal dapat dilihat secara kasat mata atau tidak.

Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah biasanya sudah menetapkan awal Ramadhan jauh hari sebelumnya melalui kalender resmi yang dikeluarkan oleh organisasi.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menggunakan metode hisab dan rukyat secara bersamaan.

Data hisab digunakan sebagai dasar perhitungan posisi hilal, namun penetapan resmi awal Ramadhan tetap menunggu hasil rukyatul hilal di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Hasil tersebut kemudian dibahas dalam sidang isbat yang melibatkan perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, dan lembaga terkait. Jika hilal dinyatakan terlihat sesuai kriteria yang ditetapkan, maka awal Ramadhan diumumkan.

Perbedaan kriteria inilah yang berpotensi membuat awal puasa Ramadhan antara Muhammadiyah dan pemerintah tidak selalu sama.

Ketika hilal secara hisab sudah berada di atas ufuk tetapi belum memenuhi kriteria visibilitas menurut pemerintah, Muhammadiyah bisa menetapkan puasa lebih awal satu hari. Sebaliknya, jika hilal belum wujud menurut hisab Muhammadiyah, maka awal Ramadhan bisa dimulai lebih lambat.

Meski demikian, perbedaan ini sejatinya merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam dan tidak mengurangi esensi ibadah puasa itu sendiri. Baik puasa yang dilaksanakan selama 29 hari maupun 30 hari tetap sah selama didasarkan pada metode penetapan yang diyakini dan sesuai dengan ajaran Islam.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

30 Poster Bazar Ramadhan 2026, Gratis dan Mudah Diedit

30 Poster Bazar Ramadhan 2026, Gratis dan Mudah Diedit

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 09:44 WIB

Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit

Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 07:12 WIB

6 Rekomendasi Obat Kumur saat Puasa, Napas Segar Hilangkan Bau Mulut

6 Rekomendasi Obat Kumur saat Puasa, Napas Segar Hilangkan Bau Mulut

Lifestyle | Kamis, 12 Februari 2026 | 14:18 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×