- Generasi Z Indonesia cenderung menilai sukses dari ekonomi instan digital, mengesampingkan pendidikan formal konsisten.
- Kesejahteraan guru honorer sangat rendah, rata-rata Rp300 ribu per bulan, mengancam mutu pendidikan nasional.
- Kingjum Podcast membahas dampak pola pikir instan Gen Z dan isu kesejahteraan pendidik bagi kualitas SDM.
Suara.com - Di tengah derasnya arus informasi digital, pola pikir generasi muda Indonesia, khususnya generasi Z, mengalami perubahan signifikan. Banyak anak muda yang kini menilai kesuksesan dari segi ekonomi instan, seperti peluang di aset kripto atau gaya hidup influencer keuangan, alih-alih menempuh jalur pendidikan formal secara konsisten.
Fenomena ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi sistem pendidikan nasional: bagaimana menyiapkan generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi dunia kerja modern tanpa tergoda narasi “sukses cepat” yang berpotensi menyesatkan.
Di tengah kondisi itu, persoalan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer, menjadi sorotan utama. Rata-rata guru honorer masih menerima penghasilan sekitar Rp300 ribu per bulan, jauh dari kata layak. Padahal, mereka memegang peran krusial dalam mencetak kualitas sumber daya manusia yang unggul. Ketimpangan ini berpotensi menurunkan motivasi guru, yang pada akhirnya berdampak pada mutu pendidikan yang diterima generasi muda.
Isu ini diangkat dalam episode terbaru Kingjum Podcast, di mana Kingjum berdialog dengan Rian Fahardhi membahas tantangan pendidikan dan fenomena perubahan pola pikir generasi Z.
Dalam diskusi tersebut, Kingjum mempertanyakan realitas kesejahteraan guru honorer dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.
Kingjum juga menyoroti fenomena “nabi Gen Z”, istilah populer untuk sebagian generasi Z yang mengejar kesuksesan instan di dunia digital, serta peran media sosial dan influencer keuangan yang kerap menampilkan gaya hidup mewah.
Menurutnya, fenomena ini perlu dikaji secara kritis agar generasi muda tidak kehilangan arah dan tetap menghargai jalur pendidikan sebagai fondasi pembangunan karakter dan kompetensi.
Dialog dalam Kingjum Podcast mempertemukan dua isu krusial yang saling terkait: kualitas pendidikan dan pembentukan pola pikir generasi muda. Untuk melihat pandangan lengkap Rian Fahardhi dan pembahasan mendalam soal tantangan pendidikan modern, tayangan lengkapnya dapat disaksikan di kanal YouTube Drex Veyor.
Baca Juga: Momen IShowSpeed Antusias Sambut Ramadan, Ajak Sang Adik Untuk Ikut Puasa