- SoSoft dan Rekosistem meluncurkan Rekosistem X SoSoft Waste Station di KBP untuk mendaur ulang kemasan plastik SoSoft bekas pakai.
- Masyarakat dapat menyetorkan kemasan plastik untuk mendapatkan Rekopoin yang dapat ditukar menjadi saldo digital atau tabungan.
- Stasiun daur ulang ini ditargetkan mengumpulkan hingga 16 ton sampah rumah tangga dalam setahun untuk diproses bertanggung jawab.
Suara.com - Menabung kini tak melulu soal menyisihkan uang. Lewat kampanye #AlamiSoSoftUntukBumi, SoSoft mengajak masyarakat mulai “menabung” dari hal sederhana: menyetorkan kemasan plastik bekas pakai untuk didaur ulang.
Inisiatif yang digagas WINGS Group Indonesia melalui SoSoft ini menggandeng perusahaan pengelola sampah berbasis teknologi, Rekosistem, dengan menghadirkan Rekosistem X SoSoft Waste Station di kompleks Sekolah Al-Irsyad Satya, Kota Baru Parahyangan (KBP), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Melalui kolaborasi ini, kemasan plastik bekas—termasuk botol, pouch, dan sachet detergen—tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan dapat disetorkan ke waste station untuk diproses secara bertanggung jawab. Menariknya, setiap setoran bernilai poin yang bisa dikumpulkan layaknya tabungan digital.
Head of Fabric Care Category WINGS Group Indonesia, Anastasia Pamela, mengatakan kampanye #AlamiSoSoftUntukBumi dirancang untuk mendorong perubahan dari kebiasaan sehari-hari.
“Pilihan sederhana seperti menggunakan detergen berbahan aktif tumbuhan dan mendaur ulang kemasannya bisa membawa dampak besar bagi masa depan lingkungan kita,” ujarnya.
Lewat aplikasi Rekosistem, masyarakat yang menyetorkan kemasan kosong SoSoft akan mendapatkan Rekopoin dengan rincian:
- 100 poin untuk 1 botol kosong SoSoft
- 50 poin untuk 1 pouch ukuran 360 ml dan 700 ml
- 5 poin untuk 1 sachet ukuran 40 ml
Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai keuntungan menarik di aplikasi.
"Poin-poin ini bisa ditukarkan menjadi saldo uang digital, atau bahkan saldo tabungan di bank-bank yang bekerja sama," kata Ernest Layman, CEO & Co-Founder Rekosistem.
Skema ini diharapkan menjadi insentif nyata agar masyarakat semakin rutin memilah dan menyetorkan sampah plastik dari rumah.
Baca Juga: 24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
Lebih lanjut, Ernest menilai kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan domestik, seperti mencuci pakaian.
“Perubahan bisa dimulai dari rumah. Ketika kemasan dikelola secara bertanggung jawab, dampaknya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif,” ujarnya.
Waste station di KBP ditargetkan mampu mengumpulkan hingga 16 ton sampah rumah tangga dalam satu tahun untuk kemudian didaur ulang menjadi produk bernilai guna. Lokasinya yang strategis di kawasan hunian diharapkan memudahkan warga untuk berpartisipasi secara rutin.
Asisten Manager Sanitasi dan Transportasi Kota Baru Parahyangan, Zaenudin, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, fasilitas ini mendukung gaya hidup berkelanjutan sekaligus mendorong warga memilah sampah sejak dari sumbernya.
Kampanye ini juga sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan melalui gerakan #PilahDariSekarang, yang menekankan pentingnya pengurangan sampah dari hulu.
Dengan pendekatan insentif poin dan kemudahan akses waste station, SoSoft dan Rekosistem ingin membuktikan bahwa setor sampah bukan sekadar aksi peduli lingkungan, tetapi juga bisa menjadi kebiasaan produktif—bahkan bernilai ekonomis.