- Banyak orang ingin tetap minum kopi saat puasa, namun bingung lebih baik saat sahur atau berbuka.
- Kopi berkafein bisa memicu sering buang air kecil atau asam lambung jika diminum di waktu yang kurang tepat.
- Meski dapat meningkatkan fokus dan mengurangi kantuk, penting mengetahui waktu terbaik minum kopi saat Ramadan menurut penjelasan dokter.
Suara.com - Banyak orang tetap ingin menikmati kopi meski sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Tapi kemudian muncul pertanyaan, lebih baik minum kopi saat sahur atau saat berbuka puasa?
Pasalnya, kopi dikenal mengandung kafein yang dapat memengaruhi kondisi tubuh, seperti membuat lebih sering buang air kecil atau memicu asam lambung pada sebagian orang.
Jika diminum pada waktu yang tidak tepat, kopi justru bisa membuat tubuh lebih cepat lemas atau merasa tidak nyaman selama puasa.
Di sisi lain, kopi juga bisa membantu meningkatkan fokus dan mengurangi rasa kantuk, terutama bagi yang harus beraktivitas sejak pagi.
Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang menjadikan kopi sebagai menu wajib saat Ramadan. Lantas, kapan waktu terbaik minum kopi saat puasa Ramadan, apakah saat sahur atau saat buka?
Berikut penjelasan dokter yang bisa menjadi panduan agar tetap bisa menikmati kopi tanpa mengganggu ibadah dan kesehatan.
Waktu yang Pas untuk Minum Kopi saat Puasa Menurut Dokter

Masalah waktu terbaik untuk minum kopi saat puasa Ramadan pernah dijelaskan oleh Dokter Tirta melalui akun TikTok dan YouTube pribadinya.
Membuka penjelasannya, dokter dengan nama lengkap Tirta Mandira Hudhi itu menyarankan agar tidak minum kopi ketika sahur. Sebab ini bisa membuat kita rentan merasa haus saat puasa.
"Salah satu efek kafein (dari kopi) adalah stimulan. Stimulan itu meningkatkan aktivitas jantung dan pipis. Jadi kalian malah rentan haus," jelas Dokter Tirta, dilansir pada Selasa, 17 Februari 2026.
Baca Juga: Apakah Mencicipi Makanan Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Menurut Fiqih Islam
"Jadi kalau kalian ngopi pas sahur, itu boleh. Tapi nanti akan pipis, stimulan. Jadinya rentan haus, dehidrasi. Kalau saya waktu ngopinya pas puasa digeser," lanjut sang dokter.
Bukan ketika sahur, Dokter Tirta menyarankan untuk minum kopi beberapa saat setelah buka puasa atau setelah Isya. Nanti tidak bisa tidur dong? Dokter Tirta membantah anggapan tersebut.
Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu menjelaskan bahwa efek kafein dari kopi umumnya hanya bertahan 3 jam di dalam tubuh. Jadi ketika diminum setelah buka atau Isya, efeknya sudah memudar.
"Pas habis Isya, ngopi bosku. 'Nanti enggak bisa tidur?'. Lebay, efek kopi cuma bertahan tiga jam di dalam tubuh. Berarti kan selesai Tarawih, bobok," tutur Dokter Tirta lagi.
Demikian penjelasan Dokter Tirta mengenai kapan waktu terbaik minum kopi saat puasa. Penting untuk mempertimbangkan kondisi tubuh masing-masing sebelum memutuskan untuk minum kopi selama Ramadan.