suara mereka

Bolehkah Salat Tarawih Doang tapi Nggak Witir? Cek Penjelasan Hukum dan Keutamaannya

Cesar Uji Tawakal Suara.Com
Rabu, 18 Februari 2026 | 11:23 WIB
Bolehkah Salat Tarawih Doang tapi Nggak Witir? Cek Penjelasan Hukum dan Keutamaannya
Salat Tarawih. (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Hukum fiqih memperbolehkan jamaah hanya menunaikan sholat Tarawih tanpa dilanjutkan sholat Witir.
  • Sholat Witir merupakan ibadah sunnah penutup malam yang hukumnya berbeda dan tidak mutlak terkait dengan Tarawih.
  • Makmum dianjurkan mengikuti imam Witir di masjid untuk meraih pahala sholat semalam penuh secara sempurna.

Suara.com - Memasuki bulan suci Ramadan, suasana masjid biasanya mendadak ramai oleh jamaah yang ingin menunaikan sholat Tarawih.

Ibadah sunnah yang hanya ada di bulan Ramadan ini memang menjadi magnet tersendiri karena janji pengampunan dosa bagi siapa saja yang mengerjakannya dengan iman dan mengharap ridho Allah SWT.

Namun, sering kali muncul pertanyaan di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang mungkin merasa lelah atau memiliki agenda ibadah lain: bolehkah kita hanya ikut sholat Tarawih saja tanpa melanjutkannya dengan sholat Witir?

Secara hukum fiqih, jawabannya adalah diperbolehkan. Sholat Tarawih dan sholat Witir adalah dua jenis ibadah sunnah yang berbeda dan tidak saling berkaitan secara mutlak.

Artinya, jika seseorang hanya mengerjakan sholat Tarawih tanpa diikuti sholat Witir, maka sholat Tarawih yang telah ia lakukan tetap dianggap sah dan ia tetap mendapatkan pahala dari ibadah tersebut.

Tidak ada dalil atau hadits yang secara spesifik melarang seseorang untuk melewatkan sholat Witir setelah Tarawih.

Penjelasan ini diperkuat oleh pendapat Ketua MUI DKI Jakarta, KH Muhammad Faiz Syukron Makmun, yang menyatakan bahwa meskipun sholat Tarawih umumnya diakhiri dengan Witir, hukum Tarawihnya sendiri tidak batal jika Witir tidak dikerjakan.

Sholat Witir sebenarnya adalah sholat penutup malam yang bisa dilakukan kapan saja setelah sholat Isya hingga sebelum waktu fajar tiba.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin memilih untuk tidak langsung melakukan Witir setelah Tarawih.

Baca Juga: 35 Kata-Kata Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 2026, Penuh Doa dan Makna

Salah satunya adalah karena mereka berencana untuk bangun di sepertiga malam terakhir guna melaksanakan sholat Tahajud.

Dalam konteks ini, sholat Witir bisa dikerjakan nanti sebagai penutup rangkaian ibadah malam atau qiyamul lail.

Hal ini sesuai dengan saran bahwa jika seseorang merasa sanggup bangun di akhir malam, maka Witir di waktu tersebut lebih utama karena disaksikan oleh para malaikat.

Salat tarawih perdana di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Selasa (17/2/2026). (Suara.com/Hiskia)
Salat tarawih perdana di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Selasa (17/2/2026). (Suara.com/Hiskia)

Namun, bagi kita yang terbiasa sholat berjamaah di masjid, ada poin penting yang perlu dipertimbangkan terkait keutamaan mengikuti imam.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa siapa pun yang sholat malam bersama imam sampai selesai, maka ia akan dicatat mendapatkan pahala sholat satu malam penuh.

Oleh karena itu, jika imam di masjid melaksanakan Witir langsung setelah Tarawih, sangat dianjurkan bagi makmum untuk ikut serta menyelesaikan seluruh rangkaian tersebut agar mendapatkan keutamaan pahala yang sempurna.

Sholat Witir sendiri memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Ibadah ini merupakan salah satu wasiat Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan untuk tidak ditinggalkan.

Beliau menyebutkan bahwa sholat Witir adalah "hak" bagi setiap Muslim, dengan jumlah rakaat ganjil yang fleksibel, mulai dari satu, tiga, hingga lima rakaat.

Meskipun bersifat sunnah dan bukan kewajiban seperti sholat fardhu, konsistensi dalam menjalankan Witir menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam menghidupkan malam-malam Ramadan.

Bagi yang ingin tetap melaksanakannya, niat sholat Tarawih dan Witir pun cukup sederhana.

Untuk Tarawih, niatnya adalah melakukan sholat sunnah dua rakaat karena Allah Ta'ala. Sementara untuk Witir, niatnya disesuaikan dengan jumlah rakaat yang diambil, baik itu dua rakaat yang kemudian disambung satu rakaat, atau langsung tiga rakaat sekaligus.

Kesimpulannya, meski Tarawih saja tetap sah, melengkapinya dengan Witir tentu memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi kualitas ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI