Suara.com - Ramadan 1447 Hijriah akan dimulai sebentar lagi. Di bulan Ramadan, puasa tak sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga meningkatkan kesehatan fisik. Menjalani ibadah puasa bukan berarti harus menghentikan olahraga sepenuhnya.
Justru, olahraga yang tepat bisa membantu tubuh tetap bugar, menjaga kebugaran otot, serta membuat metabolisme tetap aktif selama berpuasa.
Kuncinya adalah memilih jenis olahraga yang intensitasnya ringan hingga sedang, tidak terlalu menguras energi, dan dilakukan pada waktu yang tepat, seperti menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa.
Dengan pemilihan olahraga yang sesuai, tubuh tetap sehat tanpa mengganggu kelancaran puasa. Berikut ini lima olahraga yang cocok dilakukan saat puasa dan aman untuk menjaga kebugaran tubuh.
1. Jalan Santai

Jalan santai menjadi pilihan olahraga paling aman dan mudah dilakukan saat puasa. Aktivitas ini tidak membutuhkan alat khusus dan bisa dilakukan di mana saja, baik di sekitar rumah, taman, maupun area perkantoran.
Jalan santai membantu melancarkan peredaran darah, menjaga kesehatan jantung, dan mengurangi rasa lemas selama puasa.
Waktu terbaik untuk melakukannya adalah pada sore hari menjelang berbuka puasa atau pagi hari setelah sahur. Dengan durasi sekitar 20–30 menit, jalan santai sudah cukup memberikan manfaat tanpa membuat tubuh kehilangan banyak energi.
2. Yoga

Yoga dikenal sebagai olahraga yang mengombinasikan gerakan tubuh, pernapasan, dan ketenangan pikiran. Saat puasa, yoga sangat cocok karena tidak memerlukan banyak tenaga dan lebih fokus pada fleksibilitas serta keseimbangan tubuh.
Gerakan yoga yang lembut membantu meredakan stres, menjaga kelenturan otot, serta meningkatkan kualitas pernapasan.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Lipstik Halal yang Lembap, Hasil Matte tapi Nyaman Dipakai Seharian Puasa
Selain itu, yoga juga membantu menjaga fokus dan ketenangan mental, yang sangat bermanfaat selama menjalani ibadah puasa. Yoga bisa dilakukan di rumah dengan durasi 15–30 menit, baik sebelum berbuka atau setelah salat tarawih.
3. Stretching atau Peregangan

Stretching sering dianggap sepele, padahal manfaatnya sangat besar, terutama saat puasa. Peregangan membantu menjaga kelenturan otot, mengurangi rasa kaku pada tubuh, serta mencegah cedera ringan.
Stretching sangat cocok dilakukan bagi kamu yang banyak duduk atau bekerja di depan layar selama berpuasa. Gerakannya ringan dan tidak membuat napas terengah-engah, sehingga aman dilakukan kapan saja.
Dengan melakukan stretching secara rutin, tubuh akan terasa lebih segar dan siap menjalani aktivitas harian meskipun sedang berpuasa.
4. Bersepeda Santai
![Ilustrasi Rekomendasi Sepeda Terbaik di Bawah 5 Juta untuk Anak Muda dan Bapak-Bapak [freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/25/43518-bersepeda.jpg)
Bersepeda santai juga termasuk olahraga yang aman saat puasa, asalkan dilakukan dengan intensitas ringan. Aktivitas ini membantu melatih otot kaki, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menjaga kesehatan jantung.
Bersepeda santai sebaiknya dilakukan di sore hari menjelang berbuka puasa agar tubuh bisa segera mendapatkan asupan cairan setelah selesai berolahraga.
Pilih rute yang datar dan tidak terlalu jauh, dengan durasi sekitar 20–30 menit, agar tubuh tidak kehilangan terlalu banyak energi.
5. Senam Ringan di Rumah

Senam ringan menjadi alternatif olahraga praktis bagi kamu yang tidak ingin keluar rumah saat puasa. Gerakan senam ringan biasanya mencakup kombinasi peregangan, gerakan tubuh sederhana, dan latihan pernapasan.
Olahraga ini membantu menjaga kebugaran tubuh tanpa membuat tubuh cepat lelah. Senam ringan bisa dilakukan dengan mengikuti video panduan atau gerakan sederhana yang sudah dikenal.
Waktu terbaik melakukannya adalah sore hari menjelang buka puasa atau setelah berbuka puasa, sehingga tubuh tetap aman dari risiko dehidrasi.
Melakukan olahraga saat puasa tetap memungkinkan asalkan disesuaikan dengan kondisi tubuh dan dilakukan secara bijak. Dengan memilih olahraga yang tepat dan menjaga durasi serta intensitasnya, puasa tetap lancar dan tubuh pun tetap sehat serta bugar sepanjang hari.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni