Suara.com - Pada 3 Maret 2026, Indonesia kembali menyaksikan fenomena langit spektakuler, yaitu Gerhana Bulan Total atau Blood Moon yang bertepatan dengan Ramadan 1447 H.
Fenomena ini bukan hanya menarik dari sisi astronomi, tapi juga memiliki makna spiritual dalam Islam, yaitu dianjurkan untuk melaksanakan Salat Gerhana atau Salat Khusuf sebagai bentuk ta’zhim dan dzikir kepada Allah SWT.
Waktu & Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fase Gerhana Bulan Total tanggal 3 Maret 2026 di Indonesia bagian barat (WIB) adalah sebagai berikut:
- Mulai gerhana penumbra: sekitar 15.42 WIB
- Mulai gerhana parsial: sekitar 16.49 WIB
- Mulai totalitas: sekitar 18.03 WIB
- Puncak gerhana: sekitar 18.33 WIB
- Akhir totalitas: sekitar 19.03 WIB
- Gerhana berakhir: sekitar 20.17 WIB
Itu artinya, gerhana bulan total benar-benar berlangsung mulai sore menjelang malam di seluruh zona waktu Indonesia, dan inilah waktu yang menjadi acuan pelaksanaan Salat Gerhana.
Kapan Salat Gerhana Dilaksanakan?
Dalam Islam, Salat Gerhana Bulan (disebut juga Salat Khusuf) dilakukan saat gerhana masih berlangsung, mulai dari fase gerhana tampak hingga selesai.
Waktu salat tidak ditetapkan seperti salat fardu, tetapi dianjurkan di tengah-tengah durasi fenomena tersebut ketika gerhana terlihat jelas.
Karena fase total gerhana terjadi sekitar 18:03–19:03 WIB (dan setara di WITA/WIT), maka waktu paling utama untuk menunaikan salat gerhana adalah ketika bulan sudah mulai masuk bayangan bumi hingga fase puncak dan sebelum selesai.
Apa Itu Salat Gerhana?

Salat Gerhana (dalam kasus gerhana bulan disebut Salat Khusuf) adalah salah satu bentuk salat sunnah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan) yang dilakukan untuk mengingat kebesaran Allah SWT saat fenomena alam menarik seperti gerhana terjadi.
Hal ini didasarkan pada sunah Rasulullah SAW yang mengajarkan umat Islam berdoa dan salat saat melihat gerhana sebagai tanda kekuasaan Allah SWT, bukan karena sebab kematian atau kelahiran seseorang.
Tata Cara Salat Gerhana (Sholat Khusuf) Secara Berjamaah
Salat Gerhana berbeda dengan salat biasa karena memiliki beberapa ciri khusus pada tata cara dan bacaan.
Berikut panduan lengkapnya secara step-by-step yang bisa diterapkan secara berjemaah di masjid atau musalla:
1. Niat Jadi Makmum Jemaah
Niat dilakukan di dalam hati saat takbiratul ihram, bacaannya adalah sebagai berikut:
Ushalli sunnatal khusuf rak'ataini makmuman lillahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat salat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."
2. Takbir dan Bacaan
Tidak ada azan atau iqamah seperti salat wajib. Imam menyeru jamaah dengan: As-salatu jami‘ah sebelum salat.
Salat terdiri dari 2 rakaat. Dalam setiap rakaat, ada dua kali rukuk dan dua kali berdiri (qiyam) dengan bacaan Al-Fatihah dan surah panjang saat berdiri.
3. Rukuk dan Sujud
Rukuk dilakukan dengan membaca tasbih berlama-lama sebagai bentuk khusyuk. Antara rukuk pertama dan kedua, berdiri dan membaca Al-Fatihah serta surah panjang lagi sebelum sujud.
Sujud dilakukan seperti salat biasa, namun dianjurkan untuk lebih lama dengan dzikir dan doa.
4. Bacaan Setelah Salat
Setelah salat selesai, dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar, doa untuk umat, serta mendengarkan tausiyah atau khutbah singkat yang mengingatkan kebesaran Allah SWT dan pentingnya taubat.
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dapat disaksikan di seluruh Indonesia, berlangsung sore hingga malam hari.
Salat Gerhana (Salat Khusuf) dilakukan saat fenomena gerhana masih berlangsung, paling utama pada fase puncak gerhana.
Salat ini sifatnya sunnah muakkad, dapat dilakukan secara berjemaah dengan tata cara khusus bacaan dan ruku’ yang lebih lama.
Kemudian setelah salat, dianjurkan memperbanyak dzikir, doa, serta sedekah.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama