Bagaimana Iran Memilih Pemimpin Tertinggi? Ini Kandidat Pengganti Ali Khamenei

Nur Khotimah

Selasa, 03 Maret 2026 | 15:15 WIB
Bagaimana Iran Memilih Pemimpin Tertinggi? Ini Kandidat Pengganti Ali Khamenei
Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. [mfa.gov.ir]

Suara.com - Kematian Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang memerintah hampir 37 tahun, telah memicu proses suksesi yang sangat penting dan penuh ketidakpastian dalam politik Iran dan kawasan Timur Tengah.

Proses pemilihan pemimpin tertinggi Iran bukan pemilihan langsung oleh rakyat, melainkan melalui lembaga khusus dalam sistem pemerintahan teokratis Iran yang memiliki aturan konstitusional ketat.

Artikel ini mengulas langkah-langkah pemilihan berikut calon-calon yang digadang-gadang akan menggantikan Ali Khamenei berdasarkan perkembangan terbaru.

Apa Itu Pemimpin Tertinggi Iran dan Perannya

Ali Khamenei (Wikimedia Commons/4nn1l2)
Ali Khamenei (Wikimedia Commons/4nn1l2)

Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) adalah pejabat tertinggi negara Iran, yang memiliki otoritas luas atas urusan politik, militer, kebijakan luar negeri, dan lembaga kenegaraan termasuk tentara, intelijen, dan pengadilan. Posisi ini lebih berkuasa daripada presiden atau parlemen.

Sejak revolusi Islam 1979, hanya dua pemimpin tertinggi yang pernah ada, yaitu pendiri Republik Islam Ayatollah Ruhollah Khomeini dan penggantinya Ali Khamenei. 

Mekanisme Pemilihan Pemimpin Tertinggi

1. Majelis Ahli (Assembly of Experts)

Pemimpin Tertinggi dipilih oleh Majelis Ahli, sebuah badan yang terdiri dari sekitar 88 ulama Syiah yang dipilih melalui pemilihan umum setiap delapan tahun.

Majelis ini memiliki tugas utama:

  • Menentukan kandidat yang memenuhi syarat.
  • Memilih pemimpin baru ketika jabatan kosong.
  • Mengawasi kinerja pemimpin, termasuk kemungkinan pemecatan jika tidak mampu menjalankan tugasnya.

2. Syarat Kandidat

baca juga

Meski secara konstitusional kandidat harus memiliki:

  • Kualifikasi ulama tinggi (jurist).
  • Pengetahuan agama mendalam.
  • Integritas dan kemampuan politik.

Namun dalam praktiknya, Guardian Council yang beranggotakan 12 orang (sebagian besar diangkat oleh pemimpin lama) menyaring keberterimaan calon anggota Majelis Ahli dan berpengaruh besar terhadap siapa yang dapat dipilih oleh Majelis Ahli.

3. Dewan Kepemimpinan Sementara

Karena suksesi membutuhkan waktu, konstitusi Iran mensyaratkan pembentukan Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari:

  • Presiden Iran.
  • Kepala Yudikatif.
  • Seorang anggota yang dipilih dari Guardian Council.

Mereka memegang wewenang hingga pemimpin baru dipilih.

Proses Pemilihan setelah Kematian Ali Khamenei

Setelah berita kematian Khamenei, Majelis Ahli berkumpul untuk memulai proses pemilihan. Sementara itu, Dewan Kepemimpinan Sementara mengambil alih kekuasaan untuk menjaga stabilitas nasional.

Teheran dilaporkan mempercepat proses sesuai konstitusi untuk mencegah kekosongan kekuasaan di tengah ketegangan regional dan konflik yang sedang berlangsung.

Kandidat Potensial Pengganti Ali Khamenei

Berdasarkan laporan terbaru dari berbagai media internasional, berikut nama-nama yang paling sering disebut sebagai top contenders:

  • Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i: Kepala badan yudikatif Iran dan figur kuat dari garis keras. Dia juga menjadi anggota Dewan Kepemimpinan Sementara.
  • Ayatollah Alireza Arafi: Seorang ulama senior, anggota Majelis Ahli dan Guardian Council yang juga bagian dari dewan sementara yang memerintah.
  • Mojtaba Khamenei: Putra Ali Khamenei, memiliki pengaruh politik tinggi meskipun bukan pejabat formal. Meski begitu, keberadaan anggota keluarga sebagai penerus bisa menghadapi kritik karena anggapan nepotisme.
  • Hassan Khomeini: Cucu pendiri Republik Islam dan figur yang sering dianggap lebih moderat, mendapatkan perhatian besar setelah peristiwa terbaru.
  • Tokoh Lain yang Disebutkan: Beberapa laporan media internasional juga menyebut nama lain seperti Hassan Rouhani (mantan presiden Iran, meski lebih moderat), Mohsen Araki dan Hashem Hosseini Bushehri sebagai ulama konservatif.

Namun tidak semua yang disebut media luar negeri masuk dalam proses resmi, karena keputusan akhir ada di tangan Majelis Ahli yang kriteria dan pertimbangannya internal.

Kepemimpinan baru akan sangat menentukan arah politik Iran, apakah akan mempertahankan garis keras seperti era Khamenei, atau bergerak ke jalur sedikit lebih moderat dalam hubungan internasional.

Hal ini juga akan mempengaruhi hubungan Iran dengan negara kuat seperti AS, dan peranannya dalam kebijakan energi global.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Gaji Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei?

Berapa Gaji Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:21 WIB

Harta Kekayaan Ali Khamenei yang Tewas dalam Serangan AS-Israel

Harta Kekayaan Ali Khamenei yang Tewas dalam Serangan AS-Israel

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:03 WIB

Siapa Istri Ali Khamenei? Ikut Tewas dalam Serangan AS-Israel

Siapa Istri Ali Khamenei? Ikut Tewas dalam Serangan AS-Israel

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 09:56 WIB

Terkini

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Entertainment | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×