- Quraish Shihab sampaikan pesan kepemimpinan jujur kepada Presiden Prabowo di Istana.
- Beliau merupakan lulusan Doktor Tafsir Alquran pertama Indonesia dari Universitas Al Azhar.
- Pendidikan mentereng Quraish Shihab ditempuh di Malang hingga meraih predikat Summa Cum Laude.
Suara.com - Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A menjadi perbincangan kala ulama tersebut mendoakan serta 'menceramahi' Presiden RI Prabowo. Quraish Shihab diketahui mempunyai latar pendidikan mentereng terutama terkait bidang tafsir Alquran.
Quraish Shihab diketahui mengisi ceramah untuk peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (10/3/2026).
Sebelum berdoa untuk Prabowo, ia sempat menyinggung mengenai pemimpin yang jujur di jalan Allah atau pemimpin yang durhaka.
Quraish Shihab mengungkap bahwa doanya ini sama dengan doa yang disampaikan sang guru, Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi kepada Presiden Mesir.
"Buat Bapak Presiden, Pak, saya punya guru, Pak, namanya Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi. Beliau pernah berdoa pada Presiden Mesir, doanya dimulai dengan kalimat 'Kekuasaan bersumber dari Tuhan, tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan. Baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan Tuhan maupun penguasa itu durhaka, semua kekuasaan bersumber dari Tuhan," ungkap Quraish Shihab.
Mantan Menteri Agama Indonesia yang pernah menjabat pada 1998 ini mendoakan Prabowo agar ia membantu menegakkan keadilan untuk rakyat.
"Beliau berkata (Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi), dan ini yang saya ingin doakan buat Bapak. Katanya: 'Saya tidak tahu, boleh jadi kita tidak akan bertemu lagi. Saya hanya bisa berdoa, kalau Yang Mulia adalah takdir kami rakyat—dalam arti Tuhan mentakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang menyejahterakan rakyat—maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak. Tapi kalau Bapak, kalau Yang Mulia katanya, adalah mendapat jabatan ini karena takdir Yang Mulia untuk membantu menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu," kata Quraish Shihab.
Ia lantas berdoa singkat seperti doa singkat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
"Allahumma antassalam, wa minkas salam, wa ilaika ya'udus salam, fahayyina rabbana bis salam, wa adkhilnal jannata daras salam, tabaarakta rabbana wa ta’aalayta yaa dzal jalaali wal ikraam," doa Quraish Shihab.
Jejak Pendidikan Mentereng Quraish Shihab
Quraish Shihab merupakan salah satu ulama besar dari Indonesia dengan banyak karya terkenal.
Salah satu karyanya yang populer adalah Tafsir Al-Mishbah.
Ayah dari jurnalis Najwa Shihab ini dikenal sebagai cendekiawan bidang ilmu-ilmu Al-Qur'an, penulis, cendekiawan akademis, dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (1998).
Setelah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darul Hadis Al-Faqihiyah, Quraish Shihab mengenyam pendidikan di perguruan tinggi terkemuka, Universitas Al-Azhar dari S1 hingga S3.
Quraish Shihab merupakan orang pertama di Indonesia yang meraih gelar doktor di bidang Ilmu-ilmu al-Qur'an dari Universitas Al-Azhar. Berikut jejak pendidikan Quraish Shihab:
- Pendidikan Dasar: Quraish Shihab memulai pendidikan formal di Makassar dan melanjutkan ke Pondok Pesantren Darul Hadis Al-Faqihiyah di Malang, Jawa Timur.
- Pendidikan Tinggi (Mesir):
- Sarjana (L.c.): Pada tahun 1958, beliau berangkat ke Kairo untuk menempuh studi di Universitas Al-Azhar, Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir dan Hadis, dan lulus pada 1967.
- Magister (M.A.): Melanjutkan di universitas yang sama dan meraih gelar Master pada tahun 1969.
- Doktor (Ph.D.): Setelah sempat kembali ke Indonesia, beliau kembali ke Al-Azhar dan meraih gelar Doktor dalam bidang Tafsir Al-Qur'an pada tahun 1982 dengan predikat Summa Cum Laude.
Deretan karyanya yang terkenal adalah:
- Tafsir al-Manar, Keistimewaan dan Kelemahannya (Ujung Pandang, IAIN Alauddin, 1984)
- Filsafat Hukum Islam (Jakarta: Departemen Agama, 1987);
- Tafsir Al-Mishbah
- Membumikan al-Qur'an; Fungsi dan Kedudukan Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1994)
- Jilbab Pakaian Wanita Muslimah; dalam Pandangan Ulama dan Cendekiawan Kontemporer (Jakarta: Lentera Hati, 2004)