Fenomena Popcorn Brain, Efek Samping Doomscrolling yang Membahayakan Otak

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 16:56 WIB
Fenomena Popcorn Brain, Efek Samping Doomscrolling yang Membahayakan Otak
Ilustrasi anak muda yang sibuk dengan media sosial. (Freepik/freepik)

Suara.com - Di era digital saat ini, hampir semua aktivitas terhubung dengan layar, mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena baru yang mulai menjadi perhatian para ahli, yaitu popcorn brain.

Istilah ini menggambarkan kondisi otak yang terus-menerus terstimulasi oleh konten digital cepat, sehingga kesulitan untuk fokus dan menikmati aktivitas yang lebih lambat.

Fenomena ini semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan media sosial, video pendek, dan notifikasi tanpa henti.

Banyak orang mulai merasakan gejala seperti sulit berkonsentrasi, mudah bosan, hingga merasa gelisah saat tidak memegang ponsel. Lalu, apa sebenarnya popcorn brain, dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan mental?

Apa Itu Popcorn Brain?

Popcorn brain adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi otak yang terbiasa dengan rangsangan cepat dan intens dari dunia digital. Akibatnya, otak menjadi "gelisah" dan terus mencari stimulasi baru, mirip seperti popcorn yang meletup tanpa henti. 

Dihimpun dari laman Mayo Clinic, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh peneliti David Levy pada 2011, yang menggambarkan bagaimana kebiasaan multitasking digital membuat pikiran melompat dari satu hal ke hal lain dengan cepat.

Dalam praktiknya, popcorn brain membuat seseorang sulit menikmati aktivitas yang membutuhkan fokus panjang seperti membaca buku, bekerja mendalam, atau bahkan berbicara secara langsung dengan orang lain.

Penyebab Utama Popcorn Brain

1. Paparan Screen Time Berlebihan

Penggunaan smartphone, media sosial, dan platform video pendek secara terus-menerus menjadi penyebab utama. Konten digital dirancang untuk menarik perhatian secara instan, sehingga otak terbiasa dengan kecepatan tersebut. 

2. Dopamin Instan dari Konten Digital

Setiap notifikasi, "like", atau video baru memicu pelepasan dopamin, hormon yang berkaitan dengan rasa senang. Hal ini menciptakan siklus ketergantungan: scroll - puas - bosan - scroll lagi.

3. Multitasking Digital

Sering berpindah antara aplikasi, membuka banyak tab, atau menonton sambil scrolling membuat otak sulit fokus pada satu hal dalam waktu lama. 

4. Kurangnya Aktivitas Offline

Minimnya aktivitas tanpa layar seperti membaca, olahraga, atau interaksi sosial langsung memperparah kondisi ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Minuman Alami Pengganti Kopi untuk Menjaga Fokus Pengemudi saat Mudik

6 Minuman Alami Pengganti Kopi untuk Menjaga Fokus Pengemudi saat Mudik

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:18 WIB

Dopamin Jam 3 Pagi: Ketika Setan Dibelenggu, Tapi Doomscrolling Terus Melaju

Dopamin Jam 3 Pagi: Ketika Setan Dibelenggu, Tapi Doomscrolling Terus Melaju

Your Say | Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:06 WIB

Bahaya Doomscrolling: Mengapa Terlalu Banyak Baca Berita Bisa Merusak Mental?

Bahaya Doomscrolling: Mengapa Terlalu Banyak Baca Berita Bisa Merusak Mental?

Your Say | Senin, 19 Januari 2026 | 15:08 WIB

Terkini

Panik Anabul Sering Pilih-Pilih Pet Food? Ternyata Ini 5 Alasannya

Panik Anabul Sering Pilih-Pilih Pet Food? Ternyata Ini 5 Alasannya

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 22:30 WIB

Niat Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama 2026, Bacaan Arab dan Latin Lengkap

Niat Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama 2026, Bacaan Arab dan Latin Lengkap

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:39 WIB

Rekam Jejak Kevin Gusnadi, Politisi yang Dekat dengan Ayu Ting Ting Bukan Orang Sembarangan

Rekam Jejak Kevin Gusnadi, Politisi yang Dekat dengan Ayu Ting Ting Bukan Orang Sembarangan

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:26 WIB

7 Rekomendasi Bedak untuk Ibu Hamil yang Aman: Bebas Iritasi, Wajah Nampak Cerah

7 Rekomendasi Bedak untuk Ibu Hamil yang Aman: Bebas Iritasi, Wajah Nampak Cerah

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:05 WIB

8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu

8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Apa Parfum Mykonos Paling Wangi Tahan Lama? Ini 6 Pilihan yang Layak Dicoba

Apa Parfum Mykonos Paling Wangi Tahan Lama? Ini 6 Pilihan yang Layak Dicoba

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:34 WIB

7 Arti Mimpi yang Diyakini Pertanda akan Mendapat Rezeki, dari Melihat Ikan sampai Gendong Bayi

7 Arti Mimpi yang Diyakini Pertanda akan Mendapat Rezeki, dari Melihat Ikan sampai Gendong Bayi

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

Apakah Boleh Kurban Pakai Utang atau Cicilan? Begini Hukumnya dalam Islam

Apakah Boleh Kurban Pakai Utang atau Cicilan? Begini Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:35 WIB

3 Dampak Tahun Kuda Api 2026 bagi Kesehatan: Emosi Mudah Naik hingga Stres

3 Dampak Tahun Kuda Api 2026 bagi Kesehatan: Emosi Mudah Naik hingga Stres

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:05 WIB

Benarkah Daging Kurban Harus Habis 3 Hari? Ini Ketentuannya dalam Islam

Benarkah Daging Kurban Harus Habis 3 Hari? Ini Ketentuannya dalam Islam

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:40 WIB