- Nadiem Makarim menderita penyakit fistula perianal yang memicu pendarahan serius.
- Penyakit ini merupakan saluran abnormal yang menimbulkan nyeri hebat serta pembengkakan.
- Nadiem sempat menjalani perawatan intensif pada Desember 2025 yang mengakibatkan penundaan jadwal persidangan.
Fistula diklasifikasikan menjadi sederhana dan kompleks, tergantung lokasi, kedalaman, serta apakah melibatkan otot sphincter anus.
Pengobatan utama adalah operasi. Tujuan operasi adalah membuang saluran fistula sepenuhnya sambil menjaga fungsi kontrol buang air besar (kontinensia).
Beberapa teknik yang umum dilakukan antara lain fistulotomi (membuka saluran), seton placement (memasang benang untuk drainase bertahap), LIFT procedure, atau flap advancement untuk kasus kompleks.
Setelah operasi, pasien memerlukan perawatan luka yang telaten, penggantian perban rutin, dan pola makan tinggi serat untuk menghindari sembelit. Pemulihan bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung tingkat keparahan.
Kasus Kesehatan Nadiem Makarim
Menurut informasi dari keluarga, Nadiem Makarim telah mengidap penyakit ini selama sekitar empat tahun dan telah menjalani beberapa kali operasi.
Pada Desember 2025, kondisinya sempat menjadi sorotan publik karena pendarahan serius akibat fistula perianal yang memaksanya menjalani operasi dan pemulihan di rumah sakit. Hal ini bahkan menyebabkan penundaan sidang yang melibatkan dirinya.
Ibu kandungnya, Atika Algadrie, menyatakan bahwa kondisi kesehatan anaknya memang sudah menjadi perhatian keluarga sejak lama.
Kasus Nadiem Makarim mengingatkan masyarakat bahwa fistula perianal bukanlah penyakit sepele. Meski sering dianggap “malu” untuk dibicarakan, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk orang dengan aktivitas tinggi dan pola makan yang tidak selalu terkontrol.
- Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
Baca Juga
Pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan area anus, menghindari sembelit kronis dengan konsumsi serat dan air yang cukup, serta segera memeriksakan diri ke dokter jika muncul abses atau nyeri berulang di anus.
Kesadaran masyarakat tentang fistula perianal perlu ditingkatkan agar penderita tidak ragu mencari pengobatan dini. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, mayoritas pasien dapat sembuh total dan kembali beraktivitas normal.
Bagi yang sedang mengalami gejala serupa, konsultasikan segera dengan dokter spesialis agar fistula perianal tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.