- Master Sean Chan menyatakan rumah menghadap barat berelemen logam yang mendukung kreativitas, produktivitas, dan keharmonisan bagi anggota keluarga.
- Sisi arsitektur rumah menghadap barat cenderung panas karena paparan sinar matahari sore sehingga memerlukan ventilasi dan perlindungan ekstra.
- Penilaian feng shui tidak hanya bergantung pada arah hadap, tetapi mencakup tata ruang, elemen, dan profil penghuni rumah.
2. Jaga area pintu utama tetap bersih
Pintu utama dianggap sebagai jalur masuk energi atau qi. Oleh sebab itu, area depan rumah sebaiknya terang, bersih, dan tidak dipenuhi barang yang menghalangi akses masuk.
3. Hindari penumpukan barang
Rumah yang rapi dipercaya membantu aliran energi bergerak lebih lancar. Sebaliknya, barang yang menumpuk di pintu masuk atau lorong dapat menghambat sirkulasi qi.
4. Perhatikan keseimbangan lima elemen
Selain elemen logam, feng shui juga mengenal unsur kayu, api, tanah, dan air. Penataan rumah idealnya menjaga keseimbangan kelima elemen tersebut, bukan hanya memperkuat satu elemen saja.
Apakah Rumah Menghadap Barat Selalu Membawa Hoki?
Menurut Master Sean Chan, kecocokan arah rumah juga dipengaruhi oleh Kua Number penghuni dalam sistem Eight Mansions Feng Shui. Selain itu, periode pembangunan rumah, bentuk bangunan, hingga kondisi lingkungan sekitar turut menentukan kualitas energi sebuah hunian.
Pandangan tersebut juga didukung kajian akademik berjudul Feng-Shui Compass: A Modern Exploration of Traditional Chinese Environmental Analysis.
Penelitian itu menjelaskan bahwa feng shui merupakan filosofi tradisional Tiongkok untuk mengevaluasi kualitas suatu lingkungan, sehingga penilaiannya tidak hanya didasarkan pada satu faktor seperti arah hadap rumah saja.
Dengan demikian, rumah menghadap barat tidak bisa langsung dinilai baik atau buruk. Jika dipadukan dengan desain arsitektur yang nyaman, sirkulasi udara yang baik, serta tata ruang yang sesuai, rumah menghadap barat tetap dapat menjadi hunian yang nyaman sekaligus selaras dengan prinsip feng shui.