Perintah Balik ke Jakarta dan Munculnya Dua Sosok Tak Dikenal Sebelum Kematian Sutrimo

Muhamad Yasir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:43 WIB
Perintah Balik ke Jakarta dan Munculnya Dua Sosok Tak Dikenal Sebelum Kematian Sutrimo
Rumah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. (Suara.com)
baca 10 detik
  • Sutrimo diminta ke Jakarta dan ditunggu dua orang tak dikenal sebelum ditemukan meninggal dunia.
  • Keluarga melaporkan kejanggalan kematian ke polisi.
  • Polda Metro Jaya menaikkan kasus ke penyidikan dan menunggu hasil ekshumasi.

Suara.com - Keluarga mengungkap fakta baru di balik kematian Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo (42). Beberapa hari sebelum kejadian, Sutrimo ternyata sempat ditelepon seseorang yang memintanya kembali ke Jakarta.

Hal itu diungkap kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni.

Menurut Aan, Sutrimo sebelumnya pulang ke Banyumas atas inisiatif sendiri pada 10 Juli 2026. Namun, pada 16 Juli 2026, ia kembali diminta berangkat ke Jakarta.

"Ditelepon Bapak, kata Sutrimo suruh berangkat ke Jakarta, sudah disiapkan tiket serta uang 5 juta untuk berangkat ke Jakarta dan sudah ada yang menemani dua orang. Orang ini tidak pernah bertemu sebelumnya, itu menurut kesaksian Sutrimo kepada keluarga," ungkap Aan kepada Suara.com.

Sutrimo kemudian ditemukan tidak sadarkan diri di halaman Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026. Ia sempat dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Sutrimo kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, dan dimakamkan di TPU Bantaragung.

Namun, sejumlah hal dalam proses pemulangan jenazah membuat keluarga mempertanyakan kematian Sutrimo. Barang pribadi seperti telepon genggam dan sejumlah dokumen disebut tidak seluruhnya dikembalikan kepada keluarga.

"Dalam kondisi sekarang sulit (dianggap) kematian wajar, karena ada barang barang milik almarhum yang belum dikembalikan seperti KTP dan handphone. Itu yang menjadi pertanyaan," jelas Aan.

Keluarga kemudian melapor dan meminta agar kematian Sutrimo ditelusuri secara ilmiah.

baca juga

Polisi akhirnya melakukan ekshumasi pada Rabu (12/8/2026), sekitar 20 hari setelah Sutrimo dimakamkan.

Aan yang menyaksikan proses ekshumasi di lokasi mengatakan, jasad Sutrimo masih dalam kondisi utuh ketika diangkat. Ia melihat bagian perut tampak sedikit membesar, tetapi menegaskan hal itu bukan kesimpulan medis.

Tim forensik memeriksa jasad Sutrimo saat ekshumasi di TPU Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Rabu (12/8/2026). {Suara.com/Adi Kurniawan]
Tim forensik memeriksa jasad Sutrimo saat ekshumasi di TPU Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Rabu (12/8/2026). {Suara.com/Adi Kurniawan]

Tak Ada Luka Kekerasan

Dari pemeriksaan awal, tim forensik tidak menemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan tumpul maupun tajam pada tubuh Sutrimo.

Ketua Tim Dokter Forensik, Ahmad Yudianto, mengatakan pemeriksaan luar dan dalam secara visual belum dapat menentukan penyebab kematian.

"Untuk itu kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengambil sampel-sampel untuk memastikan, mencari penyebab pasti kematian," kata Yudi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:18 WIB

Tak Ada Luka Kekerasan di Jasad Sutrimo, Tim Forensik Telusuri Dugaan Tewas Diracun

Tak Ada Luka Kekerasan di Jasad Sutrimo, Tim Forensik Telusuri Dugaan Tewas Diracun

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:38 WIB

Terkini

Sembako Gratis Rp50 Ribu dari BRI untuk Member Indogrosir, Begini Caranya!

Sembako Gratis Rp50 Ribu dari BRI untuk Member Indogrosir, Begini Caranya!

Bri | Senin, 07 September 2026 | 20:16 WIB

5.000 Penumpang Bandara SSK II Pekanbaru Batal Terbang Imbas Erupsi Anak Krakatau

5.000 Penumpang Bandara SSK II Pekanbaru Batal Terbang Imbas Erupsi Anak Krakatau

Riau | Senin, 07 September 2026 | 20:14 WIB

Bruno Fernandes Disebut Capek Gendong Pemain MU Lainnya, Eks Setan Merah: Dia Bisa Frustasi

Bruno Fernandes Disebut Capek Gendong Pemain MU Lainnya, Eks Setan Merah: Dia Bisa Frustasi

Bola | Senin, 07 September 2026 | 20:08 WIB

Kasus Keracunan Berulang, Komnas HAM Desak Program MBG Dihentikan Sementara

Kasus Keracunan Berulang, Komnas HAM Desak Program MBG Dihentikan Sementara

Video | Senin, 07 September 2026 | 20:05 WIB

Chelsea Dipecundangi Arsenal, Xabi Alonso Akui Lakukan Kesalahan Fatal

Chelsea Dipecundangi Arsenal, Xabi Alonso Akui Lakukan Kesalahan Fatal

Bola | Senin, 07 September 2026 | 20:00 WIB

Tambang Boleh Mengeruk Bumi, tetapi Wajib Mengembalikan Lahannya

Tambang Boleh Mengeruk Bumi, tetapi Wajib Mengembalikan Lahannya

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 20:00 WIB

Risko Kredit Macet Pinjol Indonesia Semakin Tinggi saat Pembiayaan Melonjak

Risko Kredit Macet Pinjol Indonesia Semakin Tinggi saat Pembiayaan Melonjak

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 19:59 WIB

Imigrasi Sumut Perkuat Pengawasan Keimigrasian Melalui Desa Binaan di Labuhanbatu Selatan

Imigrasi Sumut Perkuat Pengawasan Keimigrasian Melalui Desa Binaan di Labuhanbatu Selatan

Sumut | Senin, 07 September 2026 | 19:58 WIB

Jampidsus Ambil Alih Kasus PT PSMI, 1.268 Hektare Lahan Tebu Beririsan dengan Inhutani V

Jampidsus Ambil Alih Kasus PT PSMI, 1.268 Hektare Lahan Tebu Beririsan dengan Inhutani V

News | Senin, 07 September 2026 | 19:56 WIB

Bukan Sekadar Takhayul, Bagaimana Mitos Penunggu Hutan Punya Fungsi Konservasi

Bukan Sekadar Takhayul, Bagaimana Mitos Penunggu Hutan Punya Fungsi Konservasi

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 19:55 WIB

×