- Ibu hamil harus menghindari bahan skincare berbahaya seperti retinoid, hydroquinone, dan merkuri untuk mencegah risiko cacat pada janin.
- American Academy of Dermatology menyarankan ibu hamil untuk selektif memilih produk guna menghindari penyerapan zat kimia ke darah.
- Ibu hamil dapat menggunakan bahan aman seperti Vitamin C, niacinamide, dan sunscreen mineral untuk menjaga kesehatan kulit mereka.
Suara.com - Kehamilan adalah periode yang penuh kebahagiaan sekaligus perubahan besar bagi tubuh seorang wanita, termasuk pada kulit. Hormon yang melonjak sering menyebabkan jerawat, hiperpigmentasi (melasma), kulit kering, atau stretch mark.
Meski banyak ibu hamil ingin tetap tampil cantik dan percaya diri, penting sekali untuk memilih skincare dengan hati-hati. Beberapa bahan skincare yang biasa digunakan dalam produk perawatan kulit ternyata berisiko bagi janin karena dapat terserap ke dalam aliran darah.
Berikut panduan lengkap mengenai bahan skincare yang sebaiknya dihindari selama kehamilan, berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Dermatology (AAD).
1. Retinoid dan Turunannya (Retinol, Tretinoin, Isotretinoin, Adapalene, Tazarotene)
Retinoid adalah salah satu bahan anti-aging dan anti-jerawat paling populer, tetapi termasuk yang paling berbahaya bagi ibu hamil. Bahan ini merupakan turunan vitamin A yang dapat menyebabkan cacat lahir pada janin, terutama pada trimester pertama.
Baik yang resep dokter seperti Accutane atau Retin-A maupun retinol sebaiknya dihindari sepenuhnya. Efek teratogeniknya sudah terbukti pada studi medis.
2. Hydroquinone
Hydroquinone sering digunakan dalam krim pemutih kulit untuk mengatasi flek hitam atau melasma yang umum muncul saat hamil.
Namun, bahan ini memiliki tingkat penyerapan yang tinggi ke dalam darah dan dikategorikan sebagai risiko oleh FDA. Penggunaannya selama kehamilan dapat membahayakan perkembangan janin.
3. Asam Salisilat (Salicylic Acid) Dosis Tinggi
Asam salisilat (BHA) efektif mengatasi jerawat dan eksfoliasi, tetapi dalam konsentrasi tinggi lebih dari 2 persen atau bentuk oral, ia mirip aspirin yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada janin, seperti masalah pendarahan atau kelainan perkembangan.
Gunakan hanya produk dengan kadar rendah jika memang diperlukan, dan konsultasikan dengan dokter.
4. Benzoyl Peroxide
Bahan ini umum dalam produk anti-jerawat. Meski penyerapannya rendah, banyak ahli merekomendasikan menghindarinya selama kehamilan karena kurangnya data keamanan jangka panjang.
Pilih alternatif yang lebih aman seperti azelaic acid.