- Penggunaan tawas kini kembali populer.
- Tawas menjadi solusi alami untuk menghilangkan bau badan dengan cara membasmi bakteri penyebab aroma tidak sedap.
- Kelebihan tawas mencakup sifat bebas aroma, tidak meninggalkan noda pada pakaian, ramah lingkungan, serta sangat ekonomis bagi penggunanya.
Suara.com - Di tengah gempuran berbagai merk deodoran kimia dengan wangi yang beragam, penggunaan tawas kembali populer sebagai solusi alami menghilangkan bau ketiak.
Bahan kristal bening yang dulunya lebih dikenal untuk menjernihkan air ini kini menjadi primadona di rak produk perawatan tubuh alami.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa batu kristal yang tidak berbau ini justru sangat efektif membasmi bau ketiak yang menyengat? Ternyata, ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Membasmi Bakteri, Bukan Menghilangkan Keringat
Hal pertama yang perlu dipahami adalah bau ketiak tidak disebabkan oleh keringat itu sendiri. Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apokrin sebenarnya tidak berbau.
Bau muncul ketika keringat tersebut bercampur dengan bakteri (seperti Staphylococcus hominis) yang hidup di permukaan kulit. Bakteri ini memecah protein dalam keringat menjadi asam yang memicu aroma tidak sedap.
Tawas, atau secara kimia dikenal sebagai Potassium Alum, bekerja sebagai agen antimikroba. Saat dioleskan ke kulit yang basah, tawas akan meninggalkan lapisan tipis garam mineral yang tidak terlihat.

Lapisan ini menciptakan lingkungan asam yang tidak disukai oleh bakteri.
Penjelasan Medis: Sifat Adstringen dan Antibakteri
Mengutip dari laman kesehatan medis Alomedika, tawas memiliki sifat fisikokimia yang unik untuk kulit.
Tawas atau alum bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik) pada area yang lembap.
Selain itu, tawas memiliki sifat adstringen yang dapat membantu mengecilkan pori-pori kulit secara sementara,
sehingga produksi keringat dapat sedikit lebih terkontrol tanpa menyumbat kelenjar keringat sepenuhnya.
Senada dengan hal itu, pakar dermatologi sering menyebutkan bahwa keunggulan tawas adalah molekulnya yang besar. Berbeda dengan bahan aktif dalam deodoran komersial seperti aluminum chlorohydrate yang masuk ke dalam pori-pori untuk menyumbat keringat, molekul tawas cenderung tetap berada di permukaan kulit, sehingga risiko iritasi internal atau masuk ke aliran darah jauh lebih rendah.
Keunggulan Tawas Dibanding Deodoran Biasa
Mengapa banyak orang mulai beralih ke tawas di tahun 2026 ini? Berikut beberapa alasannya: