- Kandungan bahan tertentu pada produk pelembap bibir dapat memicu peradangan serta menghilangkan kelembapan alami bibir.
- Kebiasaan menjilat bibir serta paparan sinar matahari juga bisa memperparah kondisi.
- Berikut sejumlah ulasan mengapa bibir tetap kering meski sudah pakai lip balm.
Suara.com - Pernahkah Anda merasa sudah rajin mengoleskan lip balm namun bibir tetap saja pecah-pecah dan terasa perih? Fenomena ini sering kali membuat frustrasi.
Alih-alih melembapkan, terkadang produk yang kita gunakan justru memperparah kondisi bibir.
Ternyata, masalahnya bukan pada seberapa sering Anda mengoleskannya, melainkan pada kebiasaan atau kandungan produk itu sendiri.
Berikut adalah 5 alasan medis dan praktis mengapa bibir Anda tetap kering meski sudah rajin memakai lip balm:
1. Kandungan Iritan dalam Lip Balm
Banyak produk lip balm di pasaran mengandung bahan yang memberikan sensasi "dingin" atau "segar", seperti mentol, kamper (camphor), atau fenol.
Sayangnya, bahan-bahan ini justru bisa mengiritasi lapisan kulit bibir yang tipis dan mempercepat penguapan air.
"Bahan-bahan seperti mentol, kamper, dan fenol dapat memberikan rasa nyaman sesaat, namun mereka sebenarnya dapat mengiritasi bibir dan menghilangkan lapisan pelindung minyak alami, yang pada akhirnya membuat bibir
Anda lebih kering dan membutuhkan lebih banyak produk," ungkap Dr. Joshua Zeichner, Direktur Riset Kosmetik dan Klinis di Departemen Dermatologi Rumah Sakit Mount Sinai, dikutip dari Healthline.
2. Kebiasaan Menjilat Bibir
Saat bibir terasa kering, refleks alami kita adalah menjilatnya untuk memberikan kelembapan instan. Namun, ini adalah kesalahan besar. Air liur mengandung enzim pencernaan seperti amilase dan maltase yang bersifat keras bagi kulit bibir.
Ketika air liur menguap, ia akan menarik kelembapan alami bibir keluar, meninggalkannya lebih kering dari sebelumnya.
3. Alergi terhadap Bahan Tertentu (Cheilitis Kontak)
Terkadang, bibir kering yang membandel bukanlah sekadar kurang hidrasi, melainkan reaksi alergi terhadap kandungan dalam lip balm, pasta gigi, atau lipstik Anda.
Bahan seperti pewangi (fragrance), pewarna, atau pengawet seperti paraben bisa memicu peradangan yang disebut contact cheilitis.
4. Dehidrasi dari Dalam Tubuh
Lip balm hanya bekerja di permukaan sebagai penghalang (barrier). Jika tubuh Anda kekurangan cairan (dehidrasi), kulit bibir, yang tidak memiliki kelenjar minyak sebanyak kulit bagian tubuh lain, akan menjadi area pertama yang
menunjukkan gejalanya.
Mengoleskan lip balm pada tubuh yang dehidrasi ibarat menyiram tanaman yang akarnya sudah kering. Hasilnya tidak akan maksimal.
5. Efek Samping Paparan Sinar Matahari
Sama seperti kulit wajah, bibir juga bisa terbakar sinar matahari (sunburn). Bibir tidak memiliki melanin (pigmen pelindung) yang cukup untuk menangkal sinar UV.
Jika lip balm Anda tidak mengandung SPF, bibir akan kehilangan elastisitasnya dan terus-menerus terasa kering akibat kerusakan kolagen oleh sinar matahari.
Solusi: Bagaimana Cara Mengatasinya?
Berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Dermatology (AAD), berikut langkah praktis yang bisa Anda lakukan.
- Pilih Bahan yang Aman: Cari produk yang mengandung white petrolatum, shea butter, minyak biji jarak (castor seed oil), atau ceramides.
- Hindari Wewangian: Gunakan produk yang bebas pewangi (fragrance-free) dan hipoalergenik.
- Gunakan SPF: Pastikan lip balm siang hari Anda mengandung SPF 30 atau lebih tinggi.
- Minum Air Putih: Pastikan hidrasi tubuh tercukupi dari dalam.
Jika setelah mengganti produk dan menjaga hidrasi tapi ternyata bibir tetap kering hingga berdarah atau membengkak, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit.