Suara.com - Banyak orang mengira kebiasaan membuang sampah sembarangan terjadi karena kurangnya kesadaran lingkungan atau sekadar mengikuti perilaku orang lain.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan penyebabnya bisa lebih kompleks. Kondisi tempat sampah yang kotor justru dapat membuat seseorang semakin enggan membuang sampah pada tempatnya.
Temuan tersebut berasal dari penelitian tim ilmuwan University of Gothenburg yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Psychology melalui studi berjudul How Disgust Sensitivity Shapes Waste Disposal Behavior in Everyday Public Environments: Experimental and Difference-in-Differences Studies in the Nordic Countries.
Rasa Jijik Membuat Orang Enggan Mendekati Tempat Sampah
Penelitian menemukan bahwa tempat pembuangan sampah yang kotor dan tidak terawat dapat memicu rasa jijik. Emosi ini membuat sebagian orang memilih menghindari area tersebut dibanding harus membuang sampah sesuai prosedur. Akibatnya, peluang sampah dibuang sembarangan justru meningkat.
Salah satu peneliti sekaligus ilmuwan politik, Jacob Sohlberg, menjelaskan bahwa perilaku membuang sampah tidak hanya dipengaruhi norma sosial, tetapi juga respons emosional terhadap kondisi lingkungan.
"Jika ruang pembuangan sampah kotor dan tidak menyenangkan, tidak selalu membantu jika ada sistem daur ulang dan pengelolaan sampah yang berfungsi. Orang yang sensitif terhadap hal-hal menjijikkan tidak ingin menghabiskan waktu di sana, dan ini meningkatkan risiko pembuangan sampah yang tidak tepat," ujar Jacob.
Tiga Eksperimen di Tiga Negara
Untuk menguji temuan tersebut, peneliti melakukan tiga eksperimen di Swedia, Finlandia, dan Denmark.
Pada eksperimen pertama, dua lokasi pembuangan sampah di Gothenburg dibersihkan setiap hari selama tiga minggu, sementara delapan lokasi lain dibiarkan dalam kondisi biasa. Hasilnya, jumlah sampah yang dibuang tidak pada tempatnya turun secara signifikan di lokasi yang rutin dibersihkan, sedangkan lokasi pembanding hampir tidak mengalami perubahan.
Eksperimen kedua melibatkan lebih dari 300 responden yang diminta melihat foto tempat sampah dalam kondisi bersih maupun kotor. Para peneliti juga mengukur tingkat sensitivitas rasa jijik setiap peserta melalui serangkaian pertanyaan.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang melihat tempat sampah kotor lebih kecil kemungkinannya mengatakan akan membuang sampah dengan benar. Pengaruh ini paling kuat pada individu yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap rasa jijik.
Temuan tersebut kembali diperkuat melalui eksperimen ketiga yang melibatkan lebih dari 1.000 responden dari tiga negara Nordik.
Tempat Sampah yang Bersih Mendorong Kepatuhan
Menurut Jacob, hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan fasilitas pembuangan sampah dapat memengaruhi niat seseorang untuk membuang sampah dengan benar.
"Orang-orang yang melihat tempat pembuangan sampah yang kotor secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk mengatakan bahwa mereka akan membuka penutupnya dan membuang sampah mereka dengan benar," jelasnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan tempat sampah bukan sekadar persoalan estetika atau kenyamanan. Fasilitas pembuangan yang bersih juga dapat mendorong masyarakat lebih patuh membuang dan memilah sampah, sehingga mendukung sistem pengelolaan sampah dan daur ulang yang lebih efektif.
Penulis: Natasha Suhendra