- Frekuensi ideal keramas ditentukan oleh kondisi kulit kepala, tekstur rambut, serta aktivitas fisik harian seseorang.
- Orang dengan kulit kepala berminyak atau aktif berolahraga membutuhkan frekuensi keramas lebih sering untuk kebersihan.
- Pencucian rambut berlebihan berisiko menghilangkan minyak alami, merusak kutikula, serta memicu masalah kesehatan pada kulit kepala.
Suara.com - Mencuci rambut atau keramas sudah menjadi bagian dari ritual kebersihan harian bagi banyak orang. Namun, perdebatan mengenai apakah boleh keramas setiap hari masih sering memicu kebingungan di kalangan masyarakat.
Sebenarnya, tidak ada aturan baku yang berlaku untuk semua orang. Frekuensi keramas yang ideal sangat bergantung pada jenis rambut, aktivitas, dan lingkungan Anda. Berikut adalah poin-berpoin penting yang perlu Anda
pertimbangkan:
1. Perhatikan Tipe Kulit Kepala Anda
Faktor utama yang menentukan seberapa sering Anda harus keramas adalah seberapa banyak minyak (sebum) yang diproduksi oleh kulit kepala Anda.
American Academy of Dermatology (AAD) menyatakan bahwa orang dengan kulit kepala berminyak mungkin perlu keramas sekali sehari, sementara mereka dengan rambut kering atau keriting bisa keramas lebih jarang.
Bagi pemilik kulit kepala kering, keramas setiap hari justru akan menghilangkan minyak alami yang melindungi rambut,
sehingga rambut menjadi rapuh dan mudah patah.
2. Pertimbangkan Tekstur Rambut
Tekstur rambut menentukan seberapa cepat minyak berpindah dari akar ke ujung rambut. Mengutip dari Healthline, rambut yang sangat tebal atau keriting umumnya hanya perlu dicuci seminggu sekali atau setiap beberapa hari sekali.
Sementara untuk rambut lurus dan halus, minyak lebih mudah menyebar ke seluruh batang rambut, sehingga rambut lurus cenderung lebih cepat terlihat lepek dan mungkin butuh keramas setiap hari.
3. Aktivitas dan Lingkungan
Gaya hidup Anda memegang peranan besar. Jika Anda adalah seseorang yang aktif berolahraga atau bekerja di luar ruangan, keringat dan polusi dapat menumpuk di kulit kepala.
Keringat yang dibiarkan terlalu lama dapat menyumbat pori-pori dan memicu pertumbuhan jamur. Dalam kondisi ini, mencuci rambut setelah beraktivitas berat sangat dianjurkan.
4. Bahaya "Over-washing" (Terlalu Sering Keramas)
Meski boleh bagi sebagian orang, keramas setiap hari dengan sampo yang mengandung bahan kimia keras (seperti sulfat) dapat memicu masalah baru.
Saat minyak alami hilang sepenuhnya, kulit kepala terkadang bereaksi secara berlebihan dengan memproduksi lebih banyak minyak untuk kompensasi. Hal ini disebut sebagai efek rebound.
Keramas berlebihan juga dapat menyebabkan rambut kehilangan kilau alaminya dan membuat kulit kepala menjadi
gatal atau bersisik.
5. Pengaruh Rambut yang Diwarnai atau Diproses Kimia
Jika Anda baru saja mewarnai rambut, melakukan smoothing, atau perming, keramas setiap hari adalah pantangan. Bahan kimia membuat rambut lebih berpori dan rentan terhadap kerusakan air.
Disarankan bagi mereka yang melakukan perawatan kimia pada rambut untuk membatasi keramas hanya 2-3 kali seminggu guna menjaga kesehatan kutikula rambut.