- Erha meluncurkan teknologi Skin AIdentify berbasis AI di Jakarta x Beauty 2026 untuk analisis kondisi kulit masyarakat Indonesia.
- Teknologi ini membantu pengguna mengidentifikasi masalah kulit dan mendapatkan rekomendasi perawatan yang tepat secara praktis melalui swafoto.
- Inovasi tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat agar memilih produk skincare berdasarkan kebutuhan kulit pribadi, bukan sekadar mengikuti tren viral.
Selain membantu memilih produk, pemahaman terhadap kondisi kulit juga dapat mencegah penggunaan bahan aktif yang tidak sesuai.
Misalnya, seseorang yang memiliki skin barrier terganggu mungkin memerlukan perawatan yang fokus pada pemulihan kelembapan sebelum menggunakan produk anti-aging atau eksfoliasi.
Afril menambahkan bahwa dalam memilih bahan aktif, pendekatan yang dilakukan tidak semata mengikuti tren.
“Di Erha, pendekatannya tidak sekadar mengikuti tren, tetapi memahami bagaimana ingredient tersebut dapat digunakan secara tepat dalam formulasi perawatan kulit. Ini menjadi bagian dari solusi inovatif bagi konsumen yang mencari perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulitnya,” jelasnya.
Pada akhirnya, teknologi AI dapat menjadi alat bantu yang memudahkan masyarakat untuk lebih mengenal kondisi kulitnya. Namun, yang terpenting adalah mengubah pola pikir bahwa perawatan kulit yang efektif selalu dimulai dari pemahaman terhadap kebutuhan kulit masing-masing.
Sebab, skincare terbaik bukanlah produk yang paling viral, melainkan produk yang benar-benar sesuai dengan kondisi kulit penggunanya.