Dari Hutan hingga Laut, Masyarakat Adat Knasaimos Petakan Wilayah Kelola: Mengapa Ini Penting?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 10 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Dari Hutan hingga Laut, Masyarakat Adat Knasaimos Petakan Wilayah Kelola: Mengapa Ini Penting?
Masyarakat Adat Knasaimos melakukan pemetaan wilayah adat (dok. AMAN)

Suara.com - Dewan Persekutuan Masyarakat Adat (DPMA) Knasaimos di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, menyelesaikan pemetaan partisipatif wilayah adat berbasis marga di Distrik Seremuk dan Saifi.

Pemetaan yang berlangsung pada 10 Juni hingga 31 Juli 2026 itu mencakup wilayah sekitar 97.411 hektare, terdiri dari hutan, sungai, rawa, pesisir hingga laut yang selama ini menjadi ruang hidup masyarakat adat.

Bagi masyarakat Knasaimos, pemetaan bukan sekadar pekerjaan teknis untuk menentukan batas wilayah. Data tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat perlindungan hak masyarakat adat ketika berhadapan dengan investasi, pembangunan maupun pemanfaatan sumber daya alam.

Ketua DPMA Knasaimos, Fredrik Sagisolo, mengatakan pemetaan dilakukan agar masyarakat mengetahui secara jelas batas wilayah adat mereka.

“Ini bukan tanah kosong yang dapat diambil begitu saja,” katanya.
Pemetaan melibatkan tiga marga, yakni Onimimnya, Kolin dan Yajan, bersama Anak Muda Adat Knasaimos (AMAK) dan LSM Pendamping Bentara Papua. Batas wilayah dipetakan menggunakan aplikasi berdasarkan pengetahuan masyarakat mengenai sejarah dan wilayah kelola mereka.

Fredrik mengatakan peta tersebut dapat menjadi “pagar pertama” bagi masyarakat adat ketika ada pihak lain yang ingin masuk ke wilayah mereka.

Menurutnya, keberadaan Peraturan Daerah Kabupaten Sorong Selatan tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat juga perlu menjadi dasar dalam kebijakan pembangunan, pemberian izin pemanfaatan sumber daya alam dan investasi.

DPMA Knasaimos berharap pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Kementerian Kehutanan menindaklanjuti hasil pemetaan tersebut dengan pengakuan dan penetapan hutan adat Knasaimos.

Melibatkan generasi muda
Pemetaan juga melibatkan generasi muda adat. Perwakilan AMAK, Nabot Sreklefat, mengatakan proses tersebut membantu anak muda memahami batas wilayah marga sekaligus mengenali kembali sejarah kampung, hutan dan laut yang diwariskan leluhur.

baca juga

“Dengan mengetahui batas adat itu sama saja dengan melindungi dan peduli terhadap wilayah adat,” katanya.
Sementara itu, pendamping dari Bentara Papua, Alin, mengatakan masyarakat adat menjadi sumber utama informasi dalam pemetaan tersebut.

Menurut dia, pendamping hanya membantu aspek teknis. Pengetahuan mengenai batas wilayah berasal dari masyarakat yang memahami sejarah kampung, marga, sungai, gunung, rawa, pesisir hingga batas yang telah diakui secara turun-temurun.

Hasil pemetaan itu kini diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi menjadi data yang dapat digunakan pemerintah untuk mengakui dan melindungi wilayah adat Knasaimos.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemiren: Menenun Kesejahteraan dari Tanah Osing ke Panggung Dunia

Kemiren: Menenun Kesejahteraan dari Tanah Osing ke Panggung Dunia

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Miris! Tanah Ditukar Senter, UU IKN Digugat ke MK Demi Bela Hak Masyarakat Adat

Miris! Tanah Ditukar Senter, UU IKN Digugat ke MK Demi Bela Hak Masyarakat Adat

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:07 WIB

Pembangunan IKN Dipersoalkan, Suku Balik Sepaku Minta Hak Adat Dilindungi

Pembangunan IKN Dipersoalkan, Suku Balik Sepaku Minta Hak Adat Dilindungi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Terkini

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:35 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Istanbul Jadi Sumber Inspirasi, Brand Fashion Indonesia Perkuat Jejak di Turkiye

Istanbul Jadi Sumber Inspirasi, Brand Fashion Indonesia Perkuat Jejak di Turkiye

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:31 WIB

12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi

12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi

Sumsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Pintu Lift Rusak, 6 Penumpang Terjebak di Stasiun Manggarai Berhasil Dievakuasi

Pintu Lift Rusak, 6 Penumpang Terjebak di Stasiun Manggarai Berhasil Dievakuasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:14 WIB

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap

Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap

Riau | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:08 WIB

×