Populasi Orang Utan Sumatra Menurun, Peneliti Dorong Status Darurat Konservasi

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:52 WIB
Populasi Orang Utan Sumatra Menurun, Peneliti Dorong Status Darurat Konservasi
Orang utan sumatra dewasa yang berada di Kawasan Ekosistem Leuser.(dok.Mongabay/Rhett A Butler)

Suara.com - Keberadaan orang utan sumatra semakin memprihatinkan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Kehutanan Indonesia bersama ilmuwan Indonesia dan internasional pada tahun 2021 hingga 2023, populasi mereka diperkirakan hanya sekitar 11.694 ekor.

Menurut Peneliti IPB University dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Dr. Dede Aulia Rahman, kondisi tersebut seharusnya dinaikkan sebagai keadaan darurat konservasi.

Meskipun sekitar tahun 2018—2022, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat  itu, Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa populasi orang utan mengalami peningkatan. Klaim tersebut justru ditentang oleh para primatolog terkemuka yang menunjukkan keberadaan tiga spesies primata itu terdesak oleh pembalakan habitat asli mereka.

Temuan terbaru menunjukkan spesies ini mengalami penurunan hampir 20 persen dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar mereka berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang menampung 84 persen populasi orang utan sumatra.

Orang Utan Popi. [Ist]
Orang Utan Popi. [Ist]

Di sisi lain, populasi orang utan tapanuli tinggal 716 individu yang tersebar dalam tiga metapopulasi di Ekosistem Batang Toru.

"Angka ini sangat serius karena orang utan bukan satwa yang mampu memulihkan populasinya dengan cepat," tegas Dede dikutip dalam laman resmi IPB University, Kamis (13/8).

Hilangnya habitat asli orang utan menyebabkan sekitar tiga perempat populasi mengalami penurunan. Namun, beberapa populasi mengalami penurunan yang jauh lebih cepat.

Menurut Dede, kehilangan habitat bukan faktor tunggal yang memicu penurunan populasi. Pembunuhan akibat konflik manusia-orang utan, perburuan, perdagangan ilegal, hingga fragmentasi habitat juga berdampak besar bagi keberlangsungan hidupnya.

"Karena itu, menurut saya, tidak tepat jika kita mempertentangkan kehilangan habitat dengan pembunuhan atau konflik seolah-olah keduanya merupakan ancaman yang terpisah. Keduanya saling memperkuat. Kehilangan habitat dan fragmentasi mendorong orang utan memasuki kebun dan permukiman, kemudian meningkatkan konflik, penangkapan, dan pembunuhan," paparnya.

baca juga

Mengingat laju reproduksi orang utan yang sangat lambat membuat rehabilitasi populasi orang utan menjadi terkendala. Karena itu, upaya konservasi harus dilaksanakan secara terstruktur.

Sebanyak 10.519 orang utan sumatra hidup di Ekosistem Leuser, sehingga masa depan mereka bergantung terhadap ekosistem tersebut. Namun, di sisi lain, Ekosistem Leuser juga bertanggung jawab atas hilangnya populasi orang utan sejak tahun 2011.

Sementara habitat orang utan tapanuli di Batang Toru terus mengalami tekanan. Lanskap Batang Toru dibagi tiga subpopulasi terisolasi sungai, jalan, dan permukiman manusia. Populasi terbesar ada di blok barat dengan perkiraan 514 orang utan dan blok timur menampung sekitar 159 ekor.

Menurut para peneliti dengan menjaga konektivitas antara blok barat dan timur dinilai penting dalam menekan fragmentasi atau kematian lebih lanjut.

"Ini adalah pengingat kuat lainnya tentang kebutuhan mendesak untuk memperkuat perlindungan bagi habitat penting ini," tegas Juru Kampanye Satwa Liar Senior di LSM Indonesia Geopix, Annisa Rahmawati.

Seharusnya dalam menyusun konservasi lebih berfokus pada wilayah mayoritas orang utan. Pengembangan PLTA dan prasarana terkait lanskap Batang Toru dapat menimbulkan risiko langsung terhadap konektivitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?

Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Tak Sekadar Limbah, Pelepah Pisang Ternyata Bisa Diolah Jadi Bioplastik Bikin Daging Lebih Awet

Tak Sekadar Limbah, Pelepah Pisang Ternyata Bisa Diolah Jadi Bioplastik Bikin Daging Lebih Awet

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Terkini

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

×