-
- Penuaan alami melemahkan jaringan otot penyangga di area bawah mata.
- Penumpukan cairan dan kebiasaan kurang tidur memicu mata terlihat sembap.
- Mayo Clinic menyebut faktor genetik dan merokok memperburuk kantung mata.
Suara.com - Banyak orang merasa kurang percaya diri dengan kondisi ini dan mulai mencari tahu apa penyebab kantung mata yang mereka alami, apakah karena faktor kelelahan semata atau ada kondisi medis tertentu.
Memahami pemicunya adalah langkah pertama yang penting untuk menentukan perawatan yang paling efektif.
Seiring waktu, jaringan dan otot yang menopang kelopak mata kita tidak lagi sekuat dulu - Mayo Clinic.
Menurut penjelasan dari laman kesehatan ternama, Mayo Clinic, kantung mata umumnya merupakan masalah estetika dan jarang menandakan kondisi medis yang serius.
Berikut adalah beberapa penyebab utama munculnya kantung mata.
1. Proses Penuaan Alami
Faktor paling umum dari munculnya kantung mata adalah bertambahnya usia. Seiring waktu, jaringan dan otot yang menopang kelopak mata kita tidak lagi sekuat dulu.
"Seiring bertambahnya usia, struktur jaringan dan otot yang menopang kelopak mata kamu melemah," demikian dikutip dari Mayo Clinic. Hal ini menyebabkan kulit kehilangan elastisitasnya secara perlahan.
2. Pergeseran Lemak di Area Mata
Secara alami, area mata dikelilingi oleh lemak yang berfungsi sebagai bantalan pelindung. Namun, karena pelemahan struktur otot akibat penuaan, posisi lemak ini bisa berubah.
"Kulit mungkin mulai kendur, dan lemak yang biasanya ada di sekitar mata dapat berpindah ke area di bawah mata," kata laman Mayo Clinic. Pergeseran inilah yang membuat area bawah mata tampak menonjol.
3. Retensi Cairan (Penumpukan Cairan)
Terkadang, kantung mata terlihat lebih bengkak di pagi hari setelah bangun tidur.
Hal ini biasanya disebabkan oleh penumpukan cairan yang dipicu oleh konsumsi garam yang tinggi, perubahan hormon, atau kondisi cuaca yang lembap.
4. Kurang Tidur yang Berkualitas
Memahami apa penyebab kantung mata tidak bisa lepas dari faktor gaya hidup, terutama pola tidur.
Kurangnya waktu istirahat menyebabkan pembuluh darah di bawah kulit mata yang tipis melebar, sehingga menciptakan rona gelap dan efek bengkak.
5. Alergi
Reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan dapat memicu peradangan di area sinus.
Peradangan ini sering kali disertai dengan pelepasan histamin yang menyebabkan pembengkakan pada jaringan halus di sekitar mata.
6. Faktor Keturunan (Genetika)
Jika orang tua atau saudara kandung kamu memiliki kantung mata yang menonjol, kemungkinan besar kamu juga akan mengalaminya.
Faktor genetik sangat menentukan struktur tulang wajah dan ketebalan kulit di area mata, yang berpengaruh langsung pada seberapa terlihatnya kantung mata tersebut.
7. Kebiasaan Merokok
Merokok dapat merusak kolagen dan elastin pada kulit. Kerusakan ini menyebabkan kulit di bawah mata lebih cepat kendur dan keriput, yang memperparah tampilan kantung mata secara signifikan.
Meskipun sebagian besar kasus kantung mata disebabkan oleh faktor alami seperti penuaan dan genetik, gaya hidup sehat tetap memegang peranan penting.
Menghindari konsumsi garam berlebih, berhenti merokok, dan memastikan tidur yang cukup adalah langkah awal yang baik dalam usaha mencegah kantung mata muncul.