- Rambut beruban terjadi akibat hilangnya pigmen melanin pada folikel rambut.
- Faktor genetika merupakan penyebab uban usia muda yang tidak dapat dicegah.
- Stres, penyakit autoimun, dan merokok memicu munculnya uban secara prematur.
Suara.com - Rambut beruban sering kali dianggap sebagai tanda penuaan yang secara alami wajar terjadi pada setiap individu. Namun, pertanyaan tentang apa penyebab rambut ubanan kini semakin sering muncul karena kondisi ini banyak dialami pada usia yang lebih muda.
Dirangkum Suara.com dari Healthline, kondisi rambut beruban secara mendasar terjadi ketika folikel rambut kehilangan melanin di dalam struktur akarnya.
Melanin adalah pigmen alami yang bertugas memberikan warna dasar pada rambut, kulit, dan mata manusia.
Ketika tubuh secara perlahan berhenti memproduksi melanin, sehelai rambut akan mulai kehilangan warna aslinya.
Kemunculan uban bisa dipicu oleh masalah kesehatan
Rambut yang awalnya hitam, cokelat, atau pirang perlahan akan berubah menjadi abu-abu hingga akhirnya memutih sepenuhnya.
Uban umumnya terlihat lebih menonjol pada individu yang memiliki warna dasar rambut lebih gelap.
Walaupun uban identik dengan proses penuaan, helai rambut tanpa warna ini nyatanya bisa muncul saat seseorang masih berada di bangku sekolah.
Faktor Genetik dan Keturunan
Genetika memainkan peran yang sangat dominan dalam menentukan kapan seseorang akan mulai memiliki rambut beruban.
Jika uban muncul di usia yang relatif muda, kemungkinan besar orang tua Anda juga mengalami hal serupa di masa lalu.
Faktor keturunan yang ada di dalam DNA ini sama sekali tidak dapat diubah atau dicegah melalui intervensi medis.
Bagi mereka yang merasa kurang percaya diri, mewarnai rambut di salon menjadi solusi praktis untuk menyamarkan uban.

Dampak Stres Berkepanjangan
Semua orang pasti pernah menghadapi tekanan, tetapi stres kronis dapat membawa rentetan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Konsekuensi dari stres yang tidak terkelola meliputi gangguan tidur, kecemasan akut, perubahan nafsu makan, hingga lonjakan tekanan darah.
Lebih dari itu, tingkat stres yang tinggi secara langsung juga dapat memengaruhi kondisi folikel di kulit kepala.
Sebuah studi medis pada tahun 2020 menemukan bahwa stres memicu uban dengan cara merusak sel punca regenerasi pigmen rambut.
Pengaruh Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun telah diidentifikasi sebagai salah satu penyebab medis utama di balik rambut beruban secara prematur.
Kondisi kelainan medis ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh manusia justru berbalik menyerang sel-sel sehatnya sendiri.
Pada kasus penyakit seperti alopecia dan vitiligo, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut.
Serangan sel imun ini pada akhirnya menyebabkan hilangnya pigmen warna rambut secara drastis dalam waktu singkat.
Gangguan Kelenjar Tiroid
Perubahan keseimbangan hormonal yang disebabkan oleh gangguan tiroid sering kali menjadi pemicu utama munculnya uban dini.
Kondisi medis seperti hipertiroidisme atau hipotiroidisme diketahui sangat memengaruhi kapasitas produksi melanin di dalam tubuh.
Kelenjar tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu di pangkal leher yang mengendalikan berbagai fungsi metabolisme manusia.
Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif dipastikan akan mengganggu kesehatan rambut dan menurunkan kadar pigmen warna.
Defisiensi Vitamin B-12
Munculnya uban pada usia dini dapat menjadi indikasi klinis bahwa tubuh sedang mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin B-12.
Vitamin vital ini memiliki peran esensial dalam memberikan asupan energi sekaligus mendukung siklus pertumbuhan rambut yang sehat.
Kekurangan vitamin B-12 selalu dikaitkan erat dengan kondisi anemia pernisiosa di dalam dunia medis.
Anemia jenis ini terjadi ketika sistem pencernaan tubuh manusia kehilangan kemampuan untuk menyerap asupan vitamin B-12 secara optimal.
Tubuh manusia sangat membutuhkan vitamin B-12 untuk memproduksi sel darah merah yang sehat secara berkesinambungan.
Sel darah merah inilah yang bertugas membawa suplai oksigen ke seluruh bagian tubuh, termasuk sel-sel yang memproduksi pigmen rambut.

Dampak Kebiasaan Merokok
Terdapat hubungan ilmiah yang sangat kuat antara fenomena rambut beruban prematur dengan kebiasaan merokok.
Sebuah penelitian klinis pada tahun 2013 menemukan koneksi langsung antara timbulnya uban sebelum usia 30 tahun dan konsumsi rokok.
Temuan tersebut kembali diperkuat oleh studi kesehatan terbaru pada tahun 2024 yang menyoroti dampak buruk tembakau.
Merokok diketahui menyempitkan pembuluh darah yang kemudian membatasi aliran darah kaya nutrisi menuju folikel rambut.
Selain menghambat peredaran darah, ribuan racun kimia di dalam rokok juga dapat merusak organ tubuh secara perlahan.
Kerusakan akibat paparan racun ini turut menyerang struktur folikel rambut sehingga mempercepat hilangnya pigmen warna alami.
Pencegahan dan Penanganan Medis
Kemampuan tubuh manusia untuk mengembalikan warna asli rambut sangat bergantung pada akar penyebab utamanya.
Rambut beruban yang kemunculannya didasari oleh mutasi genetik keluarga tidak dapat dicegah atau dibalikkan warnanya secara permanen.
Namun, jika kemunculan uban dipicu oleh masalah kesehatan, Anda sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Mengobati kondisi medis yang mendasarinya terkadang dapat merangsang kembali produksi pigmentasi rambut, meskipun keberhasilannya tidak selalu terjamin.