- Petugas utama Paskibraka nasional di Istana Merdeka selalu ditentukan pada pagi hari pelaksanaan upacara 17 Agustus.
- Penetapan pada Hari H mempertimbangkan kesiapan mental, kedisiplinan, serta kondisi kesehatan fisik setiap anggota Paskibraka secara langsung.
- Celine Olivia Apriani Theo terpilih sebagai pembawa baki dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.
Suara.com - Pembawa baki bendera dan anggota Paskibraka yang bertugas dalam upacara HUT Kemerdekaan RI menjadi sosok yang selalu menarik perhatian. Namun, tahukah Anda bahwa untuk upacara tingkat nasional di Istana, posisi seperti pembawa baki, pengerek, dan pembentang bendera tidak selalu diumumkan jauh-jauh hari?
Penentuan pembawa baki dan formasi Paskibraka justru dilakukan pada pagi Hari H, 17 Agustus.
Hal ini bukan tanpa alasan. Ada sejumlah pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum seorang anggota Paskibraka dipercaya menjalankan tugas utama dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih.
Kenapa pembawa baki bendera ditentukan pada Hari H?
Penentuan pembawa baki pada Hari H berkaitan dengan kesiapan setiap anggota Paskibraka, baik dari sisi kemampuan maupun kondisi terakhir mereka sebelum menjalankan tugas.
Wakil Kepala BPIP Rima Agristina pernah menjelaskan bahwa penetapan petugas seperti pembawa baki, pengibar, dan pembentang bendera dilakukan pada pagi 17 Agustus. Selama masa pelatihan, seluruh anggota mendapat kesempatan berlatih di berbagai posisi sehingga pelatih dapat melakukan penilaian.
![Purna Paskibraka 2025 Sultana Najwa membawa baki duplikat Bendera Pusaka Merah Putih menuju Kereta Kencana Garuda Prabayaksa saat Kirab Merah Putih HUT ke-81 Republik Indonesia di Monas, Jakarta, Senin (17/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/17/80726-kirab-merah-putih-hut-ri-ke-81-kirab-bendera-merah-putih-sultana-najwa.jpg)
Penilaian tersebut tidak hanya melihat kemampuan saat latihan, tetapi juga kondisi mental dan kesehatan anggota Paskibraka.
Dengan demikian, seseorang yang terlihat paling siap selama masa pelatihan belum tentu menjadi pembawa baki pada Hari H. Kondisi terakhir sebelum upacara tetap menjadi salah satu pertimbangan.
Kondisi kesehatan menjadi pertimbangan penting
Salah satu alasan utama penentuan dilakukan pada Hari H adalah kondisi kesehatan anggota Paskibraka dapat berubah sewaktu-waktu.
Rima Agristina menjelaskan bahwa kondisi kesehatan kembali diperiksa menjelang penetapan formasi. Jika seorang anggota mengalami sakit atau kondisi yang membuatnya tidak memungkinkan menjalankan tugas, posisi tersebut dapat diberikan kepada anggota lain yang lebih siap.
Hal ini penting karena tugas Paskibraka membutuhkan konsentrasi, ketahanan fisik, ketepatan gerakan, serta kestabilan selama prosesi berlangsung.
Apalagi pembawa baki memiliki tanggung jawab membawa Bendera Merah Putih dalam rangkaian upacara yang berlangsung di hadapan Presiden dan para tamu negara.
Semua anggota Paskibraka mendapat kesempatan berlatih
Penentuan pada Hari H juga bukan berarti anggota Paskibraka baru mengetahui tugasnya tanpa persiapan.