- Petugas utama Paskibraka nasional di Istana Merdeka selalu ditentukan pada pagi hari pelaksanaan upacara 17 Agustus.
- Penetapan pada Hari H mempertimbangkan kesiapan mental, kedisiplinan, serta kondisi kesehatan fisik setiap anggota Paskibraka secara langsung.
- Celine Olivia Apriani Theo terpilih sebagai pembawa baki dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.
Selama masa pendidikan dan pelatihan, para anggota justru diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai posisi. Mereka dapat berlatih sebagai pembawa baki, pembentang, pengibar atau pengerek bendera, hingga posisi lain dalam formasi Paskibraka.
Sistem tersebut membuat seluruh anggota memiliki pengalaman dan kesiapan untuk mengisi posisi yang dibutuhkan.
Pelatih kemudian dapat menilai kemampuan masing-masing anggota selama proses latihan. Faktor mental, fisik, kedisiplinan, ketepatan gerakan, dan kesiapan menghadapi prosesi menjadi bagian yang diperhatikan.
Mengapa tidak diumumkan jauh-jauh hari?
Ada alasan praktis mengapa nama petugas utama tidak langsung diumumkan sejak awal masa pelatihan.
Pertama, kondisi setiap anggota masih dapat berubah. Seseorang bisa mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan menjelang upacara.
Kedua, pelatih masih membutuhkan waktu untuk melihat perkembangan kemampuan seluruh anggota. Selama latihan, setiap anggota memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan dalam berbagai posisi.
Ketiga, penetapan pada Hari H memungkinkan panitia memilih anggota yang benar-benar berada dalam kondisi paling siap untuk menjalankan tugas negara tersebut.
Jadi, penundaan pengumuman bukan berarti pemilihan dilakukan secara mendadak. Sebaliknya, keputusan tersebut merupakan bagian dari proses persiapan yang telah dilakukan sebelumnya.
Penentuan Paskibraka Hari H sudah dilakukan dari tahun ke tahun
Pola penentuan petugas Paskibraka pada pagi Hari H bukan hal baru. Pada 2018, pembina Paskibraka Nasional Suyitno juga menyampaikan bahwa pembawa baki Bendera Pusaka ditentukan pada hari pelaksanaan upacara.
Saat itu, pemilihan dijadwalkan dilakukan pada pagi hari dan mempertimbangkan siswa atau siswi dengan prestasi serta kemampuan terbaik.
Pada 2025, BPIP kembali menjelaskan bahwa penetapan siapa yang bertugas dalam kelompok penaikan maupun penurunan bendera dilakukan pada pagi 17 Agustus.
Artinya, masyarakat yang ingin mengetahui siapa pembawa baki dan petugas utama Paskibraka memang perlu menunggu hingga Hari H.
Pembawa baki Paskibraka HUT ke-81 RI 2026
![Purna Paskibraka 2025 Sultana Najwa membawa baki duplikat Bendera Pusaka Merah Putih menuju Kereta Kencana Garuda Prabayaksa saat Kirab Merah Putih HUT ke-81 Republik Indonesia di Monas, Jakarta, Senin (17/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/17/98664-kirab-merah-putih-hut-ri-ke-81-kirab-bendera-merah-putih-sultana-najwa.jpg)
Untuk HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026, sebanyak 76 anggota Paskibraka nasional telah disiapkan. Mereka berasal dari berbagai daerah dan menjalani rangkaian pelatihan sebelum bertugas.
Pada pagi Hari H, formasi petugas utama kemudian ditetapkan.
Untuk upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, pembawa baki yang ditetapkan adalah Celine Olivia Apriani Theo, siswi SMK Negeri 5 Pontianak, Kalimantan Barat. Sementara Eighteen Jeanette Hekboy dari SMA Negeri 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur, menjadi pembawa baki cadangan.
Adapun petugas lainnya adalah I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari SMAN 7 Banjarmasin sebagai pengerek bendera dan M Aryo Wira Zandhyka Y dari SMAN 7 Kota Bengkulu sebagai pembentang bendera.
Jadi, kenapa pembawa baki bendera dan Paskibraka ditentukan pada Hari H? Jawabannya karena penetapan mempertimbangkan kesiapan terakhir para anggota, termasuk kemampuan, mental, kondisi fisik, dan kesehatan.
Seluruh anggota Paskibraka telah mendapatkan latihan berbagai posisi sehingga mereka tetap siap apabila dipercaya menjalankan tugas tertentu. Penentuan pada pagi 17 Agustus memberikan kesempatan kepada panitia dan pelatih untuk memilih personel yang paling siap menjalankan tugas pada momen sakral tersebut.
Dengan begitu, siapa pun yang akhirnya dipercaya membawa baki, membentangkan, atau mengerek Bendera Merah Putih merupakan hasil dari rangkaian latihan dan penilaian yang panjang, bukan keputusan yang dibuat secara tiba-tiba.