- Gajah Mada Plaza resmi bertransformasi menjadi Lippo Icon Gajah Mada dengan identitas baru pada 20 Agustus 2026.
- Pusat perbelanjaan tersebut melakukan renovasi total dan peremajaan tenant untuk menyambut kehadiran MRT Jakarta Koridor 2.
- Perayaan ulang tahun ke-44 ini dimeriahkan program belanja khusus serta penampilan spesial Mahalini pada 30 Agustus 2026.
Suara.com - Menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan kini tak selalu soal berburu barang kebutuhan. Bagi masyarakat urban, mal juga menjadi tempat untuk menikmati kuliner, bertemu teman, mencari hiburan, hingga sekadar melepas penat setelah menjalani rutinitas.
Perubahan kebiasaan tersebut membuat pusat perbelanjaan dituntut menghadirkan pengalaman yang semakin beragam. Semangat inilah yang terlihat dari transformasi Gajah Mada Plaza menjadi Lippo Icon Gajah Mada.
Bertepatan dengan perjalanan 44 tahun pusat perbelanjaan tersebut, identitas baru diperkenalkan pada 20 Agustus 2026 setelah melalui proses renovasi secara menyeluruh.
Perubahan wajah menjadi salah satu bagian yang paling terasa. Lippo Icon Gajah Mada hadir dengan tampilan yang lebih modern dan dinamis, diperkaya sentuhan warna gold yang memberikan karakter elegan. Namun, perubahan tersebut tidak berhenti pada tampilan fisik.
Salah satu hal yang menarik adalah peremajaan tenant. Saat ini, tingkat okupansi pusat perbelanjaan tersebut telah mencapai sekitar 90 persen. Dari jumlah itu, lebih dari 60 persen merupakan tenant baru dengan pilihan yang mencakup kuliner, fashion, entertainment, lifestyle hingga kebutuhan sehari-hari.
Komposisi tersebut membuat pengalaman berkunjung menjadi lebih beragam. Pengunjung tidak hanya memiliki alasan untuk datang ketika membutuhkan sesuatu, tetapi juga dapat menjadikan pusat perbelanjaan sebagai ruang untuk menikmati waktu bersama keluarga maupun orang-orang terdekat.
Chief Marketing Officer Lippo Malls, Santiwati Basuki, mengatakan transformasi ini menjadi momentum penting karena berlangsung bersamaan dengan perjalanan 44 tahun Gajah Mada Plaza.
“Melalui renovasi menyeluruh, kehadiran tenant-tenant baru, serta identitas baru Lippo Icon, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih modern dan relevan bagi pengunjung,” ujar Santiwati.
Menurut Santiwati, perubahan tersebut juga diarahkan untuk mempersiapkan Lippo Icon Gajah Mada agar dapat menjadi bagian dari perkembangan kawasan Gajah Mada pada masa mendatang.
Arah pengembangan itu menjadi semakin menarik ketika dikaitkan dengan rencana konektivitas transportasi publik. MRT Jakarta Koridor 2 direncanakan menghubungkan kawasan Kota hingga Ancol Barat dan melewati sejumlah kawasan strategis, termasuk Gajah Mada dan Harmoni.
Lippo Icon Gajah Mada dipersiapkan untuk menjadi salah satu lokasi yang terintegrasi dengan pengembangan koridor tersebut. Jika konektivitas kawasan semakin baik, mobilitas masyarakat menuju area Gajah Mada pun berpotensi ikut berubah.
Bagi sebuah pusat perbelanjaan, kemudahan akses menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman yang nyaman. Pengunjung dapat datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga menikmati berbagai aktivitas dalam satu kawasan yang semakin mudah dijangkau.
Mal Direktur Gajah Mada Plaza, Pahala Situmeang, menjelaskan bahwa transformasi tersebut turut menjadi bagian dari kesiapan menyambut perkembangan MRT Jakarta Koridor 2.
“Transformasi Lippo Icon Gajah Mada merupakan bagian dari kesiapan kami menyambut perkembangan MRT Jakarta Koridor 2, dengan menghadirkan destinasi lifestyle yang modern, mudah diakses, dan terintegrasi dengan mobilitas masyarakat,” kata Pahala.
Konsep tersebut sejalan dengan positioning “The New Lifestyle Icon”. Melalui konsep ini, Lippo Icon Gajah Mada ingin berkembang sebagai ruang yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas komersial, tetapi juga dapat menjadi community hub bagi masyarakat di sekitarnya.