- Kulit terbakar matahari perlu didinginkan sebelum diberi skincare.
- Serum Centella bisa digunakan jika kulit masih nyaman menerima produk.
- Hindari eksfoliasi dan paparan sinar matahari selama proses pemulihan.
Suara.com - Kulit terbakar matahari biasanya ditandai dengan rasa panas, kemerahan, perih, dan terasa lebih sensitif dari biasanya.
Kondisi kulit terbakar dapat muncul setelah kulit terlalu lama terkena paparan sinar ultraviolet (UV), terutama ketika perlindungan dari matahari tidak cukup.
Saat mengalami sunburn, skincare yang digunakan juga perlu lebih diperhatikan. Salah satu kandungan yang cukup sering ditemukan dalam produk untuk kulit sensitif adalah centella asiatica atau cica.
Respons setiap kulit juga bisa berbeda. Serum yang terasa menenangkan pada satu orang belum tentu memberikan sensasi yang sama pada orang lain.
Cleveland Clinic menyebut centella asiatica memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi serta berpotensi mendukung proses penyembuhan kulit, termasuk pada luka bakar.
Namun, kulit yang terbakar matahari tidak bisa diperlakukan sama seperti kulit dalam kondisi normal. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memasukkan serum centella asiatica ke dalam rutinitas skincare agar kulit tidak semakin terasa perih atau iritasi.

Cara Merawat Kulit Terbakar Matahari Pakai Serum Centella Asiatica
1. Jauhkan kulit dari paparan matahari
Hal pertama yang perlu dilakukan saat kulit mulai terasa terbakar adalah menghindari paparan matahari. Jika masih berada di luar ruangan, segera cari tempat teduh atau masuk ke dalam ruangan.
Membiarkan kulit yang sudah terbakar terus terkena sinar UV bisa membuat kondisinya semakin tidak nyaman. Selama masa pemulihan, usahakan area kulit yang terbakar tidak terkena sinar matahari secara langsung.
2. Dinginkan kulit terlebih dahulu
Jangan terburu-buru mengoleskan serum ketika kulit masih terasa panas. Dinginkan area yang terbakar menggunakan kompres kain bersih yang dibasahi air sejuk atau mandi dengan air sejuk.
Setelah itu, keringkan kulit secara perlahan. Tidak perlu menggosoknya dengan handuk karena gesekan dapat membuat kulit yang sedang sensitif terasa semakin perih.
3. Pastikan kondisi kulit masih bisa menerima skincare
Tidak semua sunburn berada dalam kondisi yang sama. Kulit yang hanya sedikit kemerahan tentu berbeda dengan kulit yang terasa sangat sakit, mengalami lepuhan, atau bahkan mengalami luka.
Jika kulit hanya kemerahan dan terasa kering atau sensitif, serum centella bisa dipertimbangkan sebagai bagian dari rutinitas skincare.
Namun, jika kulit terasa sangat perih bahkan ketika terkena air, sebaiknya jangan memaksakan penggunaan serum.
Pastikan juga serum yang dipilih tidak mengandung bahan-bahan yang berpotensi mengiritasi kulit, terutama jika kondisinya sedang sensitif.
Pilih formula yang sederhana dan fokus pada kandungan yang membantu menjaga kulit tetap nyaman.
4. Pilih serum centella dengan formula yang sederhana
Saat kulit sedang mengalami sunburn, bukan waktunya mencoba banyak bahan aktif sekaligus.
Jika ingin menggunakan serum centella asiatica, pilih produk dengan formula yang sederhana dan tidak terlalu banyak kandungan tambahan yang berpotensi mengiritasi.
Centella asiatica sendiri bisa ditemukan dalam produk skincare dengan nama seperti cica, tiger grass, atau gotu kola.
Kandungan aktif yang umum ditemukan di dalamnya antara lain asiaticoside, asiatic acid, madecassic acid, dan madecassoside.
Semakin sederhana produk yang digunakan, semakin mudah melihat bagaimana respons kulit terhadap serum tersebut.
5. Gunakan serum secara perlahan
Setelah kulit terasa lebih dingin dan nyaman, aplikasikan serum secukupnya sesuai petunjuk pada kemasan. Tidak perlu mengoleskannya terlalu tebal dengan harapan kulit akan lebih cepat pulih.
Ratakan serum dengan gerakan lembut. Hindari menggosok, memijat, atau menekan area yang sedang mengalami sunburn.
Jika muncul rasa terbakar, gatal, atau kemerahan yang semakin parah setelah menggunakan serum, hentikan pemakaian.
6. Lanjutkan dengan pelembap
Serum bukan satu-satunya produk yang dibutuhkan kulit setelah terbakar matahari. Pelembap juga penting untuk membantu menjaga kondisi kulit yang sedang kering dan sensitif.
Pilih pelembap dengan tekstur dan formula yang terasa nyaman di kulit. Jika kulit terasa semakin perih setelah menggunakan serum, rutinitas skincare justru bisa dibuat lebih sederhana dengan fokus pada pelembap yang lembut.
7. Hindari dulu eksfoliasi
Kulit yang terbakar matahari sebaiknya tidak langsung dieksfoliasi. Untuk sementara, hindari scrub, peeling, maupun produk eksfoliasi yang dapat membuat kulit semakin sensitif.
Hal yang sama berlaku untuk berbagai produk dengan bahan aktif yang terasa menyengat. Tidak perlu terburu-buru mengatasi kulit kusam atau bekas kemerahan ketika kulit masih dalam tahap pemulihan.
8. Jangan mengelupas kulit secara paksa
Beberapa waktu setelah mengalami sunburn, kulit bisa mulai mengelupas. Kondisi tersebut mungkin membuat kulit terlihat kasar atau tidak rata.
Meski begitu, jangan menarik atau menggosok bagian kulit yang mengelupas. Biarkan prosesnya berlangsung secara alami agar kulit tidak mengalami iritasi tambahan.
9. Tetap perhatikan perlindungan dari sinar UV
Setelah kulit mulai membaik, perlindungan terhadap sinar matahari tetap menjadi bagian penting dari perawatan. Usahakan tidak terlalu lama berada di bawah sinar matahari langsung.
Ketika harus beraktivitas di luar, gunakan perlindungan seperti pakaian yang menutupi kulit, topi, atau berteduh. Sunscreen juga dapat digunakan pada kulit yang sudah mampu menerimanya tanpa rasa perih.
10. Cukupi kebutuhan cairan
Sunburn bukan hanya membuat permukaan kulit terasa kering. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko tubuh mengalami kekurangan cairan.
Oleh karena itu, pastikan kebutuhan cairan tetap tercukupi selama proses pemulihan. Jangan hanya mengandalkan skincare untuk membantu mengatasi kondisi kulit setelah terbakar matahari.
Bolehkah Serum Centella Dipakai pada Kulit yang Terbakar Matahari?
Serum centella asiatica dapat menjadi salah satu pilihan skincare ketika kulit mengalami sunburn ringan dan masih bisa menerima produk tanpa rasa perih berlebihan.
Namun, centella bukan berarti dapat langsung menyembuhkan kerusakan akibat sinar matahari. Kandungan ini lebih tepat dilihat sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit yang membantu menjaga kenyamanan dan kondisi kulit.
Respons setiap kulit juga bisa berbeda. Serum yang terasa menenangkan pada satu orang belum tentu memberikan sensasi yang sama pada orang lain.
Apakah Serum Centella Bisa Membantu Memulihkan Sunburn?
Centella asiatica memiliki sejumlah senyawa aktif yang telah banyak digunakan dalam produk perawatan kulit. Kandungan tersebut dikaitkan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi serta proses penyembuhan kulit.
Meski demikian, penggunaan serumcentella tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya cara untuk menangani kulit terbakar matahari. Kulit tetap membutuhkan waktu untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat paparan UV.
Jadi, jangan berharap kemerahan atau rasa perih langsung hilang hanya setelah memakai serum. Perawatan yang sederhana dan tidak membuat kulit semakin teriritasi justru lebih penting selama masa pemulihan.
Kapan Sebaiknya Tidak Menggunakan Serum Centella?
Ada kondisi ketika serum sebaiknya tidak menjadi prioritas. Salah satunya ketika sunburn sudah menyebabkan lepuhan.
Kulit yang melepuh sebaiknya tidak dipecahkan atau dikupas. Jika lepuhan cukup luas, terasa sangat sakit, atau muncul bersama gejala lain, penanganannya sebaiknya tidak hanya mengandalkan skincare.
Hal serupa berlaku jika kulit mengalami luka terbuka. Hindari mengoleskan berbagai produk skincare secara sembarangan pada area tersebut.
Kapan Kulit Terbakar Matahari Perlu Diperiksakan?
Sunburn ringan umumnya dapat dirawat dengan perawatan dasar. Namun, kondisi yang semakin parah perlu mendapatkan perhatian medis.
Segera periksakan diri jika sunburn disertai demam tinggi, menggigil, mual, pusing, nyeri yang berat, pembengkakan, atau muncul nanah yang dapat menjadi tanda infeksi.
Lepuhan yang luas juga sebaiknya tidak ditangani hanya dengan mengandalkan serum skincare.