- Rice cooker tidak dirancang untuk menggoreng karena suhu minyak panas dapat merusak elemen pemanas serta sensor suhu otomatis.
- Penggunaan minyak bersuhu tinggi dapat merusak lapisan anti lengket panci dan memicu risiko korsleting listrik serta kebakaran.
- Menumis ringan dengan sedikit minyak saat darurat lebih aman daripada deep frying, meskipun tetap tidak disarankan.
Suara.com - Rice cooker saat ini memang multifungsi. Tak hanya menanak nasi, perangkat ini juga bisa digunakan untuk mengukus hingga merebus.
Seiring kegunaannya yang beragam, pertanyaan "apa boleh menggoreng di rice cooker?" mungkin muncul, terlebih pada anak kos.
Secara teknis, rice cooker memang bisa menghasilkan panas, tetapi apakah desainnya mendukung untuk teknik memasak deep fry?
Mengingat suhu minyak goreng jauh lebih tinggi daripada air mendidih, penggunaan alat ini di luar fungsi utamanya tentu memicu perdebatan mengenai keamanan dan keawetan perangkat.
Sebelum kamu menuangkan minyak ke dalam panci rice cooker, simak penjelasan lengkapnya dalam daftar berikut ini.
1. Masalah Suhu dan Thermostat
Rice cooker dirancang dengan sensor suhu atau thermostat yang akan berpindah dari mode Cook ke Warm ketika air di dalam panci sudah habis atau terserap oleh nasi (sekitar 100°C).
Masalahnya, minyak goreng tidak menguap seperti air. Suhu minyak bisa melonjak hingga 200°C tanpa memicu sensor otomatis untuk mati. Hal ini berisiko membuat elemen pemanas bekerja terlalu keras dan cepat rusak.
2. Tidak Dirancang untuk Deep Frying
Proses menggoreng sempurna (deep frying) membutuhkan suhu minyak yang stabil di angka 170 derajat hingga 190 derajat celcius. Rice cooker biasa tidak memiliki pengatur suhu sepresisi itu.
3. Risiko Keamanan dan Kebakaran
Pertanyaan mengenai apa boleh menggoreng di rice cooker juga berkaitan erat dengan faktor keamanan. Berbeda dengan kompor yang terbuka, rice cooker memiliki komponen elektronik di bawah pancinya.
Jika minyak memercik atau meluap dan masuk ke sela-sela mesin, hal ini bisa menyebabkan korsleting listrik hingga risiko kebakaran. Selain itu, uap minyak yang panas bisa merusak segel karet pada tutup rice cooker.
4. Kerusakan Lapisan Anti Lengket (Non-Stick)
Panci rice cooker umumnya dilapisi dengan material anti lengket seperti teflon. Lapisan ini memiliki ambang batas suhu tertentu. Jika digunakan untuk menggoreng dalam waktu lama, suhu minyak yang sangat tinggi dapat merusak lapisan tersebut. Jika lapisan terkelupas, sisa kimia dari bahan anti lengket bisa bercampur dengan makanan, yang tentu berbahaya bagi kesehatan.
Melansir dari laman Cuckoo, lapisan inner pot umumnya terbuat dari material yang mengandung asam perfluorooctanoic yakni PFOA.
"Dalam dunia kesehatan internasional, penggunaan material yang mengandung asam perfluorooctanoic masih jadi perdebatan. Pasalnya material tersebut mengandung zat karsinogenik yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker," demikian dikutip dari laman tersebut.
Kesimpulannya, jawabannya dari apa boleh menggoreng di rice cooker adalah tidak disarankan.
Namun jika kamu benar-benar dalam kondisi darurat dan tidak memiliki alat lain, menumis ringan (menggunakan sedikit minyak) jauh lebih aman daripada menggoreng rendam (deep fry).
Pastikan kamu membiarkan tutupnya terbuka agar uap panas keluar dengan bebas dan gunakan spatula kayu atau silikon agar tidak menggores dasar panci. Namun, ingatlah bahwa ini bukan untuk penggunaan rutin.