- Konsumen global kini mencari pengalaman menikmati dessert cokelat berkualitas dengan tekstur dan konsistensi yang terjaga.
- Pasar cokelat premium global diproyeksikan mencapai US$40,6 miliar pada tahun 2030 dengan pertumbuhan tahunan 4,3 persen.
- Amanda Lim menyatakan bahwa konsumen menyukai rasa manis seimbang dan cita rasa kakao autentik yang istimewa.
Suara.com - Kalau dulu dessert cokelat identik dengan rasa manis dan legit, sekarang ceritanya mulai berbeda. Cokelat bisa hadir dalam banyak bentuk, dari Dubai Chocolate yang sempat ramai di media sosial, Crookie, sampai dessert berlapis yang mempertemukan tekstur renyah, lembut, dan creamy dalam satu gigitan.
Menariknya, yang dicari konsumen bukan lagi sekadar rasa manis. Tekstur, aroma, rasa kakao, dan bagaimana semuanya berpadu juga ikut menentukan apakah sebuah dessert terasa istimewa.
Perubahan selera ini sejalan dengan pertumbuhan pasar cokelat premium. Grand View Research memproyeksikan pasar cokelat premium global mencapai US$40,6 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata 4,3 persen per tahun pada periode 2025-2030.
Ciptadi Sukono, Managing Director ASEAN Barry Callebaut Group, mengatakan konsumen kini semakin memperhatikan pengalaman saat menikmati makanan, termasuk dessert. Bukan hanya rasanya, tetapi juga tekstur dan konsistensi hasil akhirnya.
“Sekarang konsumen mencari lebih dari sekadar rasa. Mereka juga memperhatikan tekstur, konsistensi, dan pengalaman yang terasa lebih premium,” kata Ciptadi.
Dalam dunia pastry, pemilihan cokelat memang bukan perkara sepele. Salah satu yang banyak digunakan adalah couverture chocolate, yang memiliki kandungan cocoa butter lebih tinggi. Karakter ini membuat cokelat lebih mudah menghasilkan tekstur yang halus dan tampilan mengilap, sekaligus cocok untuk berbagai teknik pengolahan.
Amanda Lim, Head Chef Callebaut Chocolate Academy Singapore, mengatakan kualitas dan stabilitas cokelat menjadi salah satu hal penting bagi pastry chef ketika membuat dessert.
Di sisi lain, selera terhadap rasa juga ikut berubah. Dessert yang terlalu manis mulai banyak ditinggalkan dan digantikan rasa yang lebih seimbang, dengan karakter kakao yang tetap terasa.
“Sekarang konsumen semakin mencari rasa manis yang seimbang, cita rasa kakao yang autentik, serta perpaduan tekstur yang membuat pengalaman menikmati dessert terasa lebih istimewa,” ujar Amanda.
Itulah sebabnya cokelat sekarang bisa ditemukan dalam kreasi yang semakin beragam di kafe, bakery artisan, hotel, maupun restoran. Satu jenis cokelat dapat diolah menjadi ganache, mousse, praline, pastry, hingga dessert dengan beberapa lapisan tekstur.
Callebaut sendiri menawarkan sejumlah cokelat couverture, termasuk Indonesia Dark Chocolate 811 dan Milk Chocolate 823, yang digunakan untuk berbagai kebutuhan pastry dan dessert.
Untuk menghasilkan karakter cokelat yang konsisten, proses pengolahan biji juga menjadi bagian penting. Callebaut menggunakan konsep Whole Bean Roasting dan Signature Bean Blend dengan biji kakao dari Pantai Gading, Ghana, dan Ekuador.
Bagi pelaku industri pastry, perkembangan ini juga berarti semakin banyak teknik yang perlu dipelajari. Callebaut Chocolate Academy tercatat telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 110 ribu artisan dan profesional di berbagai negara.
Jadi, kalau belakangan dessert cokelat terasa makin “niat”, bukan cuma tampilannya yang berubah. Cara orang menikmati cokelat juga ikut berkembang. Manis tetap penting, tetapi sekarang ada rasa, tekstur, dan sensasi yang ikut diperhitungkan.