- Pesepeda gunung sering mengalami tangan kesemutan akibat tekanan tubuh, pegangan setang terlalu kuat, dan getaran jalur berbatu.
- Kondisi kebas ini mengganggu kenyamanan dan kendali saat melewati medan menantang.
- Cara mengatasinya meliputi mengubah posisi tangan, merilekskan genggaman, menyesuaikan sepeda, dan istirahat.
Suara.com - Tangan kesemutan dan kebas saat gowes sepeda gunung cukup sering dialami, terutama ketika perjalanan berlangsung cukup lama.
Sensasi seperti tertusuk jarum, mati rasa, atau sulit merasakan telapak tangan biasanya mulai muncul setelah bersepeda dalam waktu tertentu.
Kondisi ini dapat membuat aktivitas bersepeda menjadi kurang nyaman dan mengganggu kendali saat melewati medan yang menantang.
Salah satu penyebabnya adalah tekanan berulang pada telapak tangan akibat posisi tubuh dan cara memegang setang.
Selain itu, getaran dari jalur berbatu juga dapat membuat tangan menerima tekanan lebih besar selama perjalanan.
Lantas, apa penyebab tangan kesemutan dan kebas saat gowes sepeda gunung serta bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut.
Penyebab Tangan Kesemutan dan Kebas Saat Gowes
1. Terlalu Lama Bertumpu pada Setang
Posisi tubuh yang terlalu condong ke depan dapat membuat sebagian berat badan bertumpu pada tangan.
Tekanan yang berlangsung lama di telapak tangan bisa mengganggu saraf dan aliran darah sehingga muncul rasa kesemutan atau kebas.
2. Pegangan Setang Terlalu Kuat
Menggenggam setang dengan tenaga berlebihan membuat otot tangan dan lengan terus menegang.
Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan tekanan pada area telapak dan saraf sehingga tangan lebih cepat terasa tidak nyaman.
3. Posisi Sepeda Kurang Sesuai
Ketinggian sadel, posisi setang, atau jangkauan menuju setang yang kurang tepat dapat membuat postur tubuh tidak seimbang.
Akibatnya, tekanan pada tangan menjadi lebih besar daripada seharusnya selama bersepeda.
4. Getaran dari Medan Berbatu
Sepeda gunung sering digunakan melewati jalan tanah, bebatuan, akar pohon, atau permukaan yang tidak rata.
Getaran berulang dari medan tersebut dapat diteruskan ke telapak tangan dan menyebabkan tangan cepat lelah serta kebas.
5. Sarung Tangan Kurang Nyaman
Menggunakan sarung tangan sepeda yang tipis atau tidak memiliki bantalan memadai dapat membuat telapak tangan menerima tekanan dan getaran secara langsung.
Pilih sarung tangan yang nyaman dan memiliki bantalan pada bagian telapak.
Cara Mengatasi Tangan Kebas Saat Gowes
1. Ubah Posisi Tangan
Jangan mempertahankan posisi tangan yang sama sepanjang perjalanan.
Sesekali lepaskan tekanan dari telapak atau ubah posisi genggaman agar bagian tangan yang menerima beban tidak terus-menerus tertekan.
2. Rilekskan Genggaman
Pegang setang dengan cukup kuat untuk mengendalikan sepeda, tetapi hindari menggenggamnya terlalu erat.
Sesekali goyangkan jari dan rilekskan pergelangan tangan ketika kondisi jalur memungkinkan.
3. Periksa Posisi Sadel dan Setang
Sesuaikan posisi sepeda dengan postur tubuh agar berat badan tidak terlalu banyak bertumpu pada tangan.
Jika kesemutan terus muncul, lakukan pengecekan bike fitting untuk mendapatkan posisi berkendara yang lebih sesuai.
4. Pakai Sarung Tangan Padding
Sarung tangan khusus sepeda dengan bantalan dapat membantu mengurangi tekanan dan getaran yang diterima telapak. Pastikan ukurannya pas agar tidak terlalu sempit maupun longgar.
5. Istirahat dan Peregangan
Jika tangan mulai kebas, berhentilah sejenak untuk mengistirahatkan tangan dan lengan.
Gerakkan jari, putar pergelangan tangan secara perlahan, kemudian lanjutkan perjalanan setelah rasa tidak nyaman berkurang.
Jika tangan sering kebas meski sudah mengubah posisi dan mengurangi tekanan saat bersepeda, sebaiknya jangan diabaikan.
Kesemutan yang menetap, semakin sering terjadi, atau disertai kelemahan tangan perlu diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.