- Pakar dermatologi Blair Jenkins menyatakan bahwa tidak ada perbedaan besar antara sabun batang dan sabun cair untuk perawatan kulit.
- Sabun batang berisiko memicu dermatitis kontak iritan, sedangkan sabun cair berpotensi menyebabkan dermatitis kontak alergi karena kandungan bahan tertentu.
- Blair Jenkins menyarankan konsumen memeriksa label produk serta menyesuaikan formula sabun dengan kondisi dan kebutuhan kesehatan kulit masing-masing.
Suara.com - Sabun batang dan sabun cair menjadi dua pilihan yang umum digunakan untuk membersihkan tubuh saat mandi.
Sebagian orang memilih sabun batang karena praktis dan mudah digunakan, sementara sabun cair dianggap lebih nyaman karena teksturnya.
Perbedaan tersebut sering membuat orang bertanya-tanya apakah jenis sabun tertentu memberikan manfaat yang lebih baik bagi kesehatan kulit.
Pemilihan sabun sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan bentuk atau teksturnya.
Kandungan di dalam produk justru menjadi salah satu hal yang lebih penting untuk diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki kulit sensitif atau mudah mengalami iritasi.
Lantas, sabun batang vs sabun cair, mana yang lebih sehat untuk kulit?
Berikut penjelasan dokter mengenai perbedaan keduanya dan hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum memilih sabun untuk digunakan sehari-hari.
Sabun Batang vs Sabun Cair, Mana yang Lebih Sehat?

Menurut dosen klinis bidang dermatologi di Michigan Medicine, Blair Jenkins, MD., PhD., sebenarnya tidak terdapat perbedaan besar antara sabun batang dan sabun cair dalam hal perawatan kulit.
"Sebenarnya tidak ada perbedaan besar antara sabun batang dan sabun cair dalam hal perawatan kulit," jelas Blair Jenkins, melansir Health pada Minggu, 4 Oktober 2026.
"Preferensi pribadi harus memainkan peran besar dalam menentukan apakah akan membeli sabun batang atau sabun cair," imbuhnya.
Dengan demikian, tidak ada jenis yang secara mutlak lebih sehat untuk semua orang. Kenyamanan, tekstur yang disukai, serta kebutuhan kulit dapat menjadi pertimbangan ketika memilih antara sabun batang dan sabun cair.
Meski demikian, kandungan produk perlu menjadi perhatian utama.
Sabun batang dapat mengandung surfaktan yang cukup keras dan berpotensi menyebabkan dermatitis kontak iritan, yaitu kondisi ketika kulit mengalami peradangan setelah bersentuhan dengan bahan yang mengiritasi.

Di sisi lain, sabun cair sering mengandung pewangi dan bahan pengawet yang pada sebagian orang dapat memicu dermatitis kontak alergi.
Namun, bukan berarti semua sabun batang mengandung surfaktan keras atau semua sabun cair mengandung bahan yang dapat menyebabkan alergi.
Karena itu, Blair Jenkins menyarankan agar konsumen lebih memperhatikan label dan mencari produk tanpa pewangi yang diformulasikan untuk kulit sensitif daripada sekadar memilih berdasarkan bentuk sabun.
Artinya, sabun batang maupun sabun cair dapat menjadi pilihan selama formulanya sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.
Ada pengecualian bagi orang yang memiliki kondisi kulit tertentu dan membutuhkan formula khusus.
Beberapa sabun medis untuk menangani jerawat atau folikulitis tersedia dalam bentuk sabun cair atau body wash, sehingga dokter kulit mungkin lebih merekomendasikan jenis tersebut sesuai kebutuhan pasien.
Jadi, ketika memilih sabun, jangan hanya melihat apakah produknya berbentuk batang atau cair.
Periksa daftar bahan, pertimbangkan kondisi kulit, dan pilih produk yang tidak membuat kulit terasa terlalu kering, tertarik, atau mengalami iritasi setelah digunakan.