- Midea Electronics Indonesia mengembangkan ekosistem AI Smart Master untuk mengintegrasikan teknologi pintar pada berbagai perangkat rumah tangga.
- Perusahaan memperkuat fondasi bisnis di Indonesia dengan mendirikan tiga fasilitas manufaktur di Cikarang dan Karawang sejak tahun 2024.
- Midea memperluas jangkauan layanan dengan menyediakan produk di lebih dari 1.700 toko serta 310 titik layanan purna jual.
Suara.com - Perkembangan teknologi perlahan mengubah cara orang menjalani aktivitas di rumah. Perangkat elektronik yang sebelumnya hanya digunakan sesuai fungsi dasarnya kini mulai dilengkapi berbagai teknologi pintar untuk membantu pekerjaan sehari-hari.
AC, misalnya, tak lagi hanya berfungsi mendinginkan ruangan. Begitu pula mesin cuci, kulkas, vacuum cleaner hingga air purifier yang semakin dikembangkan dengan fitur untuk membuat aktivitas rumah tangga lebih praktis dan efisien.
Perubahan tersebut juga membuat konsumen semakin selektif ketika memilih perangkat rumah tangga. Teknologi yang ditawarkan tidak cukup hanya terlihat canggih, tetapi juga harus memberikan manfaat yang benar-benar terasa dalam keseharian.
Hal ini menjadi salah satu fokus Midea Electronics Indonesia dalam mengembangkan produk rumah tangganya. Melalui ekosistem AI Smart Master, Midea mengintegrasikan teknologi pintar ke dalam sejumlah perangkat.
Mulai dari AC Celest dengan fitur AI Ecomaster, kulkas dengan Smart+ Sensor, mesin cuci, vacuum cleaner, cooker hood hingga air purifier yang dapat terhubung melalui Midea SmartHome App.
Hendry Wijaya, Product Management Head Midea Electronics Indonesia, mengatakan perkembangan teknologi perlu tetap berangkat dari kebutuhan pengguna.
“Kami melihat bahwa konsumen semakin kritis dalam memilih produk. Mereka tidak hanya melihat fitur, tetapi juga mempertimbangkan apakah teknologi tersebut benar-benar membantu dan memudahkan aktivitas sehari-hari, lebih efisien, dan sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Hendry.
Pendekatan tersebut terlihat dari pengembangan teknologi pada berbagai kategori produk. Pada AC, misalnya, teknologi dikembangkan untuk membantu efisiensi penggunaan energi, ketahanan produk, sekaligus memberikan kemudahan dalam perawatan.
Sementara pada mesin cuci, tersedia program yang dirancang untuk merawat berbagai jenis pakaian. Vacuum cleaner juga dikembangkan untuk membantu proses membersihkan rumah agar lebih praktis dan menyeluruh.
Di kategori kulkas, Midea memadukan kapasitas besar dengan teknologi inverter dan pengaturan digital. Adapun water heater dikembangkan dengan memperhatikan aspek keamanan, kemudahan kontrol, serta konektivitas.
Rangkaian inovasi tersebut menunjukkan bahwa konsep rumah pintar tidak selalu harus diterjemahkan sebagai perangkat dengan teknologi yang rumit.
Justru, teknologi menjadi semakin relevan ketika mampu bekerja di balik layar dan membantu rutinitas tanpa membuat pengguna harus melakukan banyak hal.
Selain teknologi, pengalaman konsumen juga menjadi bagian yang diperhatikan. Midea saat ini telah menjangkau lebih dari 470 area dan tersedia di lebih dari 1.700 toko di Indonesia.
Untuk layanan purna jual, perusahaan didukung lebih dari 310 titik layanan serta lebih dari 500 teknisi profesional yang tersebar di berbagai wilayah.
Di sisi lain, Midea juga terus memperkuat produksi lokal melalui fasilitas manufaktur AC dan mesin cuci di Cikarang serta kulkas di Karawang. Ketiga fasilitas tersebut dibangun sejak 2024 sebagai bagian dari pengembangan bisnis Midea di Indonesia.
Michael Adisuhanto, Vice President Midea Electronics Indonesia, mengatakan penguatan tersebut dilakukan untuk semakin mendekatkan bisnis dengan kebutuhan pasar dalam negeri.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi pertumbuhan pasar maupun perkembangan kebutuhan konsumen. Karena itu, kami terus memperkuat fondasi bisnis kami di sini, mulai dari investasi manufaktur, portfolio produk, distribusi hingga layanan purna jual,” ujar Michael.
Pada akhirnya, perkembangan perangkat rumah tangga pintar bukan semata tentang seberapa banyak teknologi yang dapat disematkan ke dalam sebuah produk.
Bagi konsumen, nilai sebenarnya justru terletak pada seberapa jauh teknologi tersebut mampu membuat rutinitas menjadi lebih mudah, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.