- Sedotan tumbler perlu dibersihkan setelah digunakan.
- Bagian dalam sedotan dapat dibersihkan tanpa sikat khusus.
- Air dan sabun bisa digunakan untuk mengangkat sisa minuman.
Suara.com - Sedotan tumbler memiliki bagian dalam yang kecil dan sempit sehingga sisa minuman mudah tertinggal, terutama setelah digunakan untuk minuman manis atau berampas.
Jika tidak segera dibersihkan, sisa tersebut dapat menempel dan membuat sedotan kurang higienis.
Meski tidak memiliki sikat khusus, bagian dalam sedotan tetap dapat dibersihkan dengan cara sederhana. Air mengalir dan sabun pencuci piring dapat digunakan untuk membantu mengangkat sisa minuman yang menempel.
Selain praktis, cara ini juga bisa dilakukan dengan peralatan yang sudah tersedia di rumah. Berikut beberapa cara membersihkan sedotan tumbler tanpa sikat yang dapat dicoba.
Sedotan tumbler memiliki bagian dalam yang kecil dan sempit sehingga sisa minuman mudah tertinggal, terutama setelah digunakan untuk minuman manis atau berampas.

1. Bilas dengan Air Mengalir
Cara paling sederhana adalah segera membilas sedotan setelah selesai digunakan. Semakin lama sisa minuman berada di dalam sedotan, semakin mudah residu mengering dan menempel di dinding bagian dalam.
Letakkan salah satu ujung sedotan di bawah aliran air hangat. Tutup ujung lainnya dengan jari, biarkan air memenuhi bagian dalam, kemudian lepaskan jari agar air mengalir keluar. Ulangi beberapa kali sampai tidak terlihat sisa minuman.
Teknik mengisi lalu mengeluarkan air tersebut dapat membantu mengalirkan air ke seluruh bagian dalam sedotan, bukan sekadar melewatkan air sekali dari satu ujung ke ujung lainnya.
2. Rendam dalam Air Hangat dan Sabun
Untuk sedotan yang sudah digunakan beberapa kali atau memiliki sisa minuman yang mulai menempel, perendaman dapat dilakukan terlebih dahulu.
Campurkan air hangat dengan sedikit sabun pencuci piring, lalu rendam sedotan selama beberapa menit.
Setelah direndam, alirkan air melalui bagian dalam sedotan dari kedua arah. Pastikan seluruh sisa sabun terbilas sebelum sedotan digunakan kembali.
3. Gunakan Teknik Sedot dan Alirkan Air
Cara lain adalah membuat air sabun masuk ke dalam sedotan secara berulang.
Masukkan salah satu ujung sedotan ke dalam wadah berisi air sabun, lalu gunakan tekanan air untuk mengalirkannya ke dalam dan keluar melalui ujung lainnya.
Untuk keamanan, tidak perlu memasukkan air sabun ke mulut atau menyedotnya secara langsung.
Setelah proses selesai, bilas sedotan menggunakan air bersih yang mengalir sampai tidak ada lagi busa atau rasa licin dari sabun.
4. Rendam Lebih Lama untuk Sisa Minuman yang Membandel
Sisa minuman yang sudah mengering membutuhkan waktu lebih lama untuk melunak. Sedotan dapat direndam dalam air hangat yang dicampur sedikit sabun sebelum dibilas kembali.
Setelah beberapa saat, alirkan air dari kedua ujung sedotan. Bila masih terdapat sisa kotoran, proses perendaman dan pembilasan dapat diulangi.
Cara ini lebih cocok untuk residu yang menempel dibandingkan sekadar membilas sedotan dengan air. Namun, tetap perhatikan petunjuk perawatan dari produsen tumbler, terutama untuk sedotan berbahan tertentu.
5. Keringkan Sedotan sampai Benar-Benar Kering
Membersihkan sedotan tidak berhenti setelah dibilas. Setelah tidak ada lagi sisa sabun, letakkan sedotan di tempat bersih dan biarkan bagian dalamnya terkena sirkulasi udara hingga kering sepenuhnya.
Hindari langsung menyimpan sedotan yang masih basah di dalam tumbler atau wadah tertutup. Pengeringan secara menyeluruh merupakan bagian penting dari perawatan perlengkapan minum agar tidak menyimpan kelembapan.