- Penumpukan sel kulit mati dapat menghambat penyerapan pelembap secara optimal ke dalam lapisan kulit wajah.
- Mencuci muka terlalu sering dengan air panas dapat mengikis minyak alami sehingga melemahkan pelindung kelembapan kulit.
- Penggunaan pembersih wajah berbahan keras, produk yang tidak tepat, serta dehidrasi juga menyebabkan kulit tetap kering.
Suara.com - Pernahkah kamu merasa wajah tetap terasa kencang, tertarik, hingga mengelupas meski sudah rajin mengoleskan pelembap atau moisturizer setiap hari?
Kondisi ini kerap membingungkan dan membuat frustrasi. Sebab seperti diketahui, fungsi utama moisturizer adalah mengunci dan menjaga kelembapan kulit.
Namun faktanya, mengaplikasikan pelembap bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi skin barrier.
Pelembap sering kali membantu meredakan kulit kering, namun tidak selalu efektif karena beberapa faktor.
Healthline menjelaskan bahwa kulit kering, atau xerosis, dapat membuat kulit terasa kencang, kasar, bersisik, hingga gatal meskipun seseorang rutin menggunakan moisturizer.
Lantas, mengapa pelembap yang kamu gunakan belum bekerja secara maksimal? Melansir dari Healthline, berikut adalah beberapa alasan ilmiah mengapa wajah kamu masih terasa kering dan tertarik meski sudah rutin diolesi moisturizer.
1. Menumpuknya Sel Kulit Mati (Kurang Eksfoliasi)
Seiring waktu, sel-sel kulit mati akan menumpuk di permukaan wajah. Hal itu akan membuat wajah memiliki tekstur kering serta bersisik.
Jika kamu jarang melakukan eksfoliasi, penumpukan ini membentuk lapisan penyumbat. Akibatnya, kandungan moisturizer hanya menempel di permukaan tanpa bisa meresap ke dalam lapisan kulit secara optimal.
2. Terlalu Sering Mencuci Wajah (Overwashing)
Mencuci muka memang penting untuk membersihkan kotoran. Namun, mencuci wajah terlalu sering, atau menggunakan air yang terlalu panas, dapat mengikis minyak alami (sebum) dan natural moisturizing factors (NMF) pada kulit.
"Permukaan kulit mengandung minyak, bersama dengan molekul yang disebut natural moisturizing factors. Ini membantu melindungi pelindung kelembapan alami kulit. Mencuci kulit secara berlebihan dapat menyebabkan kekeringan karena menghilangkan molekul-molekul ini," terang Healthline.
Hasilnya, benteng pertahanan kulit (skin barrier) akan melemah sehingga kulit terasa tertarik setelah dibersihkan.
3. Menggunakan Pembersih Wajah yang Terlalu Keras
Kandungan pembersih wajah (cleanser) sangat berpengaruh pada kelembapan kulit. Ada beberapa bahan pembersih yang dapat memicu atau memperparah kulit kering, antara lain:
- Isopropyl alcohol dan benzyl alcohol
- Sulfat (SLS/SLES)
- Pewangi buatan (fragrances)
Jika kulit kamu cenderung kering, pembersih bertekstur foam atau gel berbusa melimpah bisa jadi terlalu keras. Cobalah beralih ke pembersih bertekstur cream yang lebih lembut.
4. Formulasi atau Kandungan Pelembap Kurang Tepat
Tidak semua pelembap diciptakan sama. Jika kulit masih terasa kencang dan tertarik, bisa jadi tekstur pelembap kamu terlalu ringan atau tidak mengandung bahan pengikat kelembapan yang cukup kuat.
Berdasarkan riset yang dikutip Healthline, pelembap yang mengandung ceramide, glycerin, hyaluronic acid, urea, atau shea butter terbukti sangat efektif untuk mengembalikan benteng pertahanan kulit yang rusak.
5. Kulit Mengalami Dehidrasi
Kulit kering dan kulit dehidrasi sebenarnya tidak selalu sama. Kulit kering berkaitan dengan kurangnya minyak dan faktor pelembap alami, sedangkan kulit dehidrasi berarti kulit kekurangan air.
Kulit yang mengalami dehidrasi dapat kehilangan elastisitas dan lebih mudah mengalami kekeringan. Karena itu, selain menggunakan moisturizer, penting pula menjaga asupan cairan dan pola makan yang seimbang.
Solusi untuk Mengatasinya
Kulit wajah yang tetap terasa kering dan tertarik meski sudah rutin diolesi pelembap merupakan tanda bahwa ada kebiasaan perawatan yang perlu diperbaiki atau bahan produk yang kurang sesuai.
Cobalah untuk menggunakan pembersih yang lembut, rutin ber-eksfoliasi, serta memilih pelembap bertekstur krim yang mengandung ceramides atau hyaluronic acid.
Jika kondisi kulit kering tidak kunjung membaik, berkonsultasilah dengan dokter spesialis kulit (dermatologist) untuk mendapatkan saran yang lebih tepat.