- Penggunaan serum berbahan propolis dan bifida ferment membantu menjaga kelembapan serta kesehatan lapisan pelindung kulit.
- Empat produk pilihan meliputi Some By Mi Propolis, Y.O.U Biomecera, Dr. Polly Bifida, dan Somethinc Propolis.
- Pemilihan bahan serum harus disesuaikan kebutuhan kulit serta didukung pembersihan wajah dan penggunaan pelembap rutin.
Suara.com - Merawat skin barrier menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kulit tetap sehat, lembap, dan tidak mudah mengalami masalah.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan serum dengan kandungan yang mendukung hidrasi dan membantu menjaga kondisi lapisan pelindung kulit, seperti propolis dan bifida ferment.
Propolis dikenal sebagai bahan yang berasal dari lebah dan banyak digunakan dalam produk skincare karena kandungan alaminya. Sementara itu, bifida ferment lysate merupakan bahan hasil fermentasi yang kerap ditemukan dalam produk perawatan kulit untuk membantu menjaga kelembapan dan kondisi skin barrier.
Bagi yang sedang mencari serum propolis atau bifida ferment untuk melengkapi rutinitas skincare, berikut beberapa produk yang bisa dipertimbangkan.
1. Some By Mi Propolis – Glow Barrier Series for Healthy Skin

Some By Mi Propolis – Glow Barrier Series merupakan salah satu pilihan serum dengan konsep perawatan kulit yang berfokus pada kelembapan, kesehatan skin barrier, sekaligus tampilan kulit yang lebih glowing.
Kandungan propolis menjadi salah satu daya tarik produk ini karena bahan tersebut banyak digunakan dalam skincare untuk membantu merawat kulit dan mempertahankan kelembapannya. Serum ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin memasukkan produk berbasis propolis ke dalam rutinitas perawatan kulit.
Dengan pemakaian rutin dan rangkaian skincare yang tepat, serum dapat digunakan sebagai salah satu langkah untuk membantu menjaga kulit tetap lembap dan terlihat lebih sehat.
2. Y.O.U Biomecera Advance Booster Serum

Y.O.U Biomecera Advance Booster Serum dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin fokus pada perawatan skin barrier. Produk ini hadir dengan konsep biome dan barrier care sehingga dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas skincare untuk membantu mempertahankan kondisi kulit.
Serum booster seperti ini dapat digunakan setelah membersihkan wajah dan sebelum moisturizer. Penggunaan moisturizer setelah serum juga penting untuk membantu mengunci kelembapan sehingga rutinitas perawatan kulit tidak hanya mengandalkan satu produk.
Produk ini cocok dipertimbangkan bagi pengguna yang ingin menambahkan serum khusus untuk mendukung perawatan skin barrier dalam rutinitas sehari-hari.
3. Dr. Polly Bifida Ferment Lysate B5 Moist Serum

Dr. Polly Bifida Ferment Lysate B5 Moist Serum mengandalkan bifida ferment lysate dan vitamin B5 sebagai bagian dari formula perawatan kulit. Kombinasi tersebut membuat produk ini menarik bagi pengguna yang sedang mencari serum dengan fokus hidrasi dan skin barrier.
Bifida ferment lysate merupakan bahan fermentasi yang umum digunakan dalam produk skincare untuk membantu menjaga kondisi kulit. Sementara itu, vitamin B5 atau panthenol dikenal sebagai bahan yang membantu mempertahankan kelembapan kulit.
Serum ini dapat menjadi pilihan terutama bagi pengguna yang menginginkan produk dengan pendekatan hidrasi sekaligus perawatan skin barrier.
4. Somethinc 60% Vita Propolis + Bee Venom Glow Serum

Somethinc 60% Vita Propolis + Bee Venom Glow Serum merupakan pilihan lain bagi pengguna yang ingin mencoba serum berbasis propolis. Sesuai namanya, produk ini mengandung propolis dengan konsentrasi 60 persen serta bee venom.
Propolis menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan dalam produk skincare karena dikaitkan dengan perawatan kulit dan kelembapan. Formula tersebut ditujukan untuk membantu membuat kulit tampak lebih sehat dan glowing.
Bagi pengguna yang menyukai skincare berbahan dasar produk lebah, serum ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi rutinitas perawatan kulit.
Propolis atau bifida ferment, mana yang lebih baik untuk skin barrier?
Tidak ada satu bahan yang otomatis paling baik untuk semua jenis kulit. Propolis dan bifida ferment memiliki karakteristik berbeda sehingga pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan formula keseluruhan produk.
Serum berbahan propolis dapat dipilih bagi pengguna yang menginginkan skincare dengan kandungan berbasis produk lebah. Sementara itu, serum dengan bifida ferment dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang lebih tertarik pada bahan fermentasi untuk mendukung perawatan dan kelembapan kulit.
Perlu diingat, memperkuat skin barrier tidak hanya bergantung pada serum. Membersihkan wajah dengan lembut, menggunakan moisturizer secara rutin, serta memakai sunscreen pada pagi dan siang hari juga merupakan bagian penting dari rutinitas perawatan kulit.
Bagi pemilik kulit sensitif, sebaiknya lakukan patch test terlebih dahulu sebelum menggunakan produk baru. Hentikan pemakaian apabila muncul iritasi atau reaksi yang tidak nyaman pada kulit.