-
Kebiasaan posisi tidur miring memicu orang dewasa tidur ngiler.
-
Hidung tersumbat dan GERD menyebabkan orang dewasa tidur ngiler.
-
Waspadai sleep apnea jika orang dewasa tidur ngiler terus-menerus.
Suara.com - Anda mungkin pernah mendapati diri sendiri maupun orang lain tidur ngiler atau mengeluarkan air liur hingga meninggalkan noda di bantal.
Sebenarnya, tidur ngiler pada bayi itu hal yang wajar terjadi, tapi berbeda alasannya jika terjadi pada orang dewasa.
Berikut ini, beberapa penyebab orang tidur ngiler, khususnya pada orang dewasa.

1. Posisi Tidur Miring atau Tengkurap
Penyebab paling klasik dan sepele dari ngiler adalah posisi tidur.
Jika Anda punya kebiasaan tidur miring atau tengkurap, air liur akan secara alami mengalir mengikuti gravitasi langsung ke bantal karena mulut sedikit terbuka.
Karena itu, coba biasakan tidur telentang. Anda juga bisa menggunakan plester khusus mulut saat tidur agar mulut tetap tertutup dan kamu bernapas melalui hidung.
2. Hidung Mampet Akibat Alergi atau Infeksi
Saat Anda sedang pilek, radang tenggorokan, sinusitis, atau terserang alergi, saluran napas hidung biasanya akan buntu.
Karena itu, Anda harus bernapas lewat mulut selama tidur. Nah, kebiasaan bernapas lewat mulut inilah yang memicu produksi air liur berlebih dan bikin kamu ngiler.
3. Penyakit Asam Lambung (GERD)
enderita GERD sering kali mengalami kesulitan menelan (disfagia) karena iritasi pada lapisan kerongkongan.
Kondisi ini merangsang kelenjar ludah memproduksi air liur lebih banyak, yang akhirnya tumpah ke luar mulut saat kamu terlelap.
Karena itu, jangan langsung tidur setelah makan atau coba tinggikan posisi kepala dan dada saat berbaring.

4. Sleep Apnea
Jangan sepelekan ngiler jika disertai dengan mendengkur keras atau sering terbangun di malam hari.
Hal itu bisa jadi gejala sleep apnea atau gangguan tidur di mana napas sempat berhenti beberapa kali.
Kondisi ini memaksa penderitanya bernapas lewat mulut, sehingga terjadilah ngiler, sering sakit kepala saat bangun, dan badan terasa lemas keesokan harinya.
5. Kebiasaan Menggertakkan Gigi atau Bruxism
Kebiasaan menggesekkan atau menggertakkan gigi saat tidur disebut bruxism yang sering membuat mulut sedikit terbuka, sehingga jalan bagi air liur untuk keluar menjadi terbuka lebar.
Bruxism sendiri biasanya dipicu oleh stres, dehidrasi, atau asam lambung.
6. Efek Samping Obat-obatan Tertentu
Tanpa disadari, obat yang sedang Anda konsumsi bisa jadi dalang di balik bantal basah.
Beberapa jenis obat, seperti obat antipsikotik, obat Alzheimer, hingga antibiotik tertentu, dilaporkan dapat memicu produksi air liur berlebih di dalam mulut.
7. Faktor Kesehatan Lainnya
Selain hal-hal di atas, ngiler juga bisa dipicu oleh faktor makanan tinggi asam atau gula, masalah pada gigi seperti gigi berlubang atau radang gusi, hingga kondisi neurologis tertentu seperti stroke, penyakit Parkinson, atau cerebral palsy yang memengaruhi kontrol otot mulut dan menelan.
Jika Anda cuma ngiler sesekali saat posisi tidurmu salah atau sedang flu, itu adalah hal yang normal.
Namun, jika ngiler terjadi terus-menerus dan disertai gejala mengganggu lainnya, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter guna memastikan kondisi kesehatan Anda.