- Gangguan otot dan saraf wajah memicu fenomena tidur mata terbuka.
- Masalah tiroid hingga riwayat operasi bisa menyebabkan tidur mata terbuka.
- Tidur mata terbuka berisiko tinggi memicu iritasi dan infeksi kornea.
Suara.com - Anda pasti pernah melihat teman atau anggota keluarga tidur dalam kondisi mata sedikit terbuka.
Pemandangan orang tidur dengan mata sedikit terbuka ini mungkin tampak menyeramkan atau tidak biasa.
Dalam dunia medis, kebiasaan tidur dengan mata tidak tertutup sempurna ini dikenal sebagai Nocturnal Lagophthalmos (Lagoftalmus Noktural).
Kebanyakan orang yang mengalaminya sering kali tidak sadar akan risiko kesehatan yang mengintai mata mereka.
Berikut ini dilansir dari laman RS dan Klinik Mata KMU, beberapa penyebab orang tidur dengan mata sedikit terbuka.

1. Gangguan pada Otot dan Saraf Wajah
Di balik kelopak mata kita, terdapat otot bernama orbicularis oculi yang bertugas mengunci dan menutup kelopak mata ketika tidur.
Jika otot ini mengalami masalah atau kelainan, ia tidak bisa bekerja secara optimal.
Selain itu, gangguan pada saraf wajah (saraf kranial) akibat kondisi medis tertentu, seperti Bell’s palsy, stroke, cedera kepala, hingga tumor juga bisa membuat kelopak mata kehilangan kemampuan untuk menutup rapat.
2. Faktor Anatomi dan Bentuk Kelopak Mata
Tidak semua orang punya struktur kelopak mata yang sama. Ada sebagian orang yang secara genetik memiliki bentuk kelopak mata yang lebih pendek, sehingga secara alami sulit menutup bola mata dengan sempurna.
Faktor penuaan atau kondisi medis seperti ektropion, yakni kelopak mata bawah yang melipat ke luar juga turut memicu hal ini.
3. Penyakit Tiroid Mata
Penyakit Graves atau gangguan kelenjar tiroid tertentu bisa menyebabkan pembesaran jaringan di belakang bola mata.
Akibatnya, bola mata tampak lebih menonjol ke depan, membuat kelopak mata kesulitan untuk menutup rapat, terutama saat terlelap di malam hari.