- Wardah menyelenggarakan pameran Skin Longevity Clinic di Jakarta pada 29 September hingga 6 Oktober 2026.
- Acara tersebut meraih MURI berkat kolaborasi lintas disiplin ilmu terbanyak dalam membahas kesehatan kulit.
- Novia Sukmawaty menyatakan bahwa kesehatan jangka panjang kulit memerlukan pendekatan gaya hidup dan nutrisi seimbang.
Suara.com - Selama ini, perawatan kulit identik dengan berbagai produk skincare yang digunakan setiap hari. Padahal, kesehatan kulit tidak hanya ditentukan oleh apa yang diaplikasikan dari luar.
Kebiasaan sehari-hari seperti tidur, pola makan, aktivitas fisik, hingga mengelola stres juga dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kulit.
Konsep inilah yang semakin banyak dibicarakan dalam pendekatan skin longevity, yakni cara memandang kesehatan kulit bukan sekadar dari tampilannya saat ini, tetapi juga bagaimana kondisinya dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Salah satu hal yang kerap luput diperhatikan adalah kualitas tidur. Tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk melakukan berbagai proses pemulihan. Ketika waktu tidur tidak cukup atau kualitasnya buruk, wajah pun dapat terlihat lebih lelah dan kurang segar.
Selain tidur, stres juga tidak bisa dipisahkan dari kesehatan kulit. Tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.
Untuk itu, menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu pemulihan menjadi bagian dari kebiasaan yang turut mendukung kesehatan kulit.
Pola makan dan aktivitas fisik juga memiliki peran. Asupan nutrisi yang seimbang membantu memenuhi kebutuhan tubuh, sementara olahraga secara rutin mendukung kebugaran dan kesehatan secara menyeluruh.
Artinya, menjaga kulit tetap sehat tidak cukup hanya dengan memperhatikan rutinitas di depan cermin.
“Bagi Wardah, skin longevity bukan sekadar tentang bagaimana kulit terlihat hari ini, tetapi bagaimana kita menjaga kesehatannya dalam jangka panjang,” ujar Novia Sukmawaty, Global Halal Beauty Marketing Group Head.
Menurut Novia, menjaga kesehatan kulit membutuhkan pendekatan dari berbagai sisi. Dermatologi, nutrisi, sains longevity, gaya hidup, dan edukasi perlu saling terhubung agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai kesehatan kulit dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan tersebut turut diangkat dalam Wardah Skin Longevity Clinic yang berlangsung pada 29 September hingga 6 Oktober 2026 di SPAC8 ASHTA District 8, Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan sejumlah ahli dari bidang dermatologi, nutrisi, kesehatan tidur, olahraga, hingga sains longevity.
Salah satu pembahasan dalam kegiatan tersebut mengangkat hubungan antara stres, pola tidur, nutrisi, dan proses penuaan kulit. Dokter dan ahli dari berbagai bidang memberikan perspektif mengenai bagaimana kondisi kulit dapat berkaitan dengan kebiasaan serta kondisi tubuh secara keseluruhan.
Pendekatan itu kemudian diterapkan melalui tiga hal sederhana, yaitu bergerak, memperhatikan asupan makanan, serta memberikan tubuh waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri. Ketiganya menjadi pengingat bahwa merawat kulit tidak selalu harus dimulai dari produk yang digunakan di wajah.
Rangkaian kegiatan tersebut juga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Pameran Kecantikan dengan Kolaborasi Disiplin Ilmu Terbanyak”.
Penghargaan diberikan atas kolaborasi berbagai bidang keahlian yang membahas kesehatan kulit dalam kaitannya dengan tubuh dan gaya hidup.
Di penghujung acara, Wardah turut memberikan Wardah Skin Longevity Clinic Awards kepada sejumlah sosok yang dinilai berkontribusi dalam bidang dermatologi, edukasi sains, serta gaya hidup sehat.
Penghargaan tersebut diberikan antara lain kepada Prof. Dr. dr. Lili Legiawati dan dr. Dian Pratiwi untuk kategori Innovative Longevity Dermatologist, dr. Yusri Dinuth untuk Longevity Science Excellence, serta Andien dan Yuki Kato yang mendapat apresiasi dalam kategori Longevity Lifestyle Changemaker.
Pada akhirnya, konsep skin longevity mengajak seseorang melihat perawatan kulit dalam perspektif yang lebih panjang. Skincare tetap menjadi bagian dari rutinitas, tetapi kebiasaan sederhana seperti tidur cukup, makan dengan lebih seimbang, rutin bergerak, dan mengelola stres juga tidak kalah penting untuk diperhatikan.
Sebab, kulit yang sehat bukan hanya tentang terlihat baik hari ini, tetapi juga tentang bagaimana menjaganya tetap sehat seiring waktu.