- Sunscreen berbahan kimia menyerap sinar UV melalui bahan aktif seperti avobenzone tanpa meninggalkan residu putih mencolok di kulit.
- Sunblock sebagai pelindung fisik menggunakan zinc oxide untuk menghalangi sinar UV tetapi cenderung meninggalkan sisa warna putih.
- Health menyatakan tidak ada produk yang paling unggul karena keduanya efektif asalkan berlabel broad-spectrum dengan SPF minimal 30.
3. Tekstur dan Tampilan pada Kulit
Sunscreen berbahan kimia cenderung tidak meninggalkan lapisan putih yang mencolok setelah diaplikasikan.
Sebaliknya, produk mineral dapat meninggalkan residu putih, meskipun hasil akhirnya bergantung pada formulasi produk.
Sunblock vs Sunscreen, Mana yang Lebih Efektif?

Menurut Health, tidak ada satu jenis yang selalu lebih unggul untuk semua orang. Produk terbaik adalah yang memberikan perlindungan memadai dan nyaman digunakan secara konsisten.
Pilih produk berlabel broad-spectrum untuk membantu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB, dengan SPF minimal 30.
SPF 30 dapat menyaring sekitar 97 persen sinar UVB jika digunakan sesuai petunjuk, tetapi tidak ada produk yang mampu menghalangi 100 persen sinar UV.
Agar perlindungan maksimal, aplikasikan produk secara merata pada seluruh kulit yang terpapar, termasuk telinga dan leher. Ulangi pemakaian setiap dua jam, serta setelah berenang atau berkeringat, sesuai petunjuk produk.
Lengkapi perlindungan dengan topi bertepi lebar, pakaian berlengan panjang, dan kacamata hitam. Dengan begitu, kulit tetap terlindungi tanpa harus terpaku pada istilah sunblock atau sunscreen.