- Baking soda, ampas kopi kering, dan arang aktif dapat diletakkan dalam wadah terbuka untuk menyerap bau tidak sedap di kulkas.
- Irisan lemon dan oatmeal kering juga bisa disimpan di dalam kulkas untuk membantu mengurangi aroma pengap secara alami.
- Pencegahan bau kulkas perlu disertai kebiasaan membersihkan tumpahan makanan, memeriksa bahan kedaluwarsa, dan menyimpan makanan dalam wadah tertutup.
Suara.com - Bau tidak sedap di kulkas bisa muncul akibat sisa makanan, tumpahan cairan, atau bahan pangan yang disimpan terlalu lama.
Aroma tersebut terkadang tetap bertahan meskipun kulkas sudah dibersihkan secara rutin. Jika dibiarkan, bau bisa mengganggu kenyamanan saat menyimpan dan mengambil makanan.
Kamu tidak harus selalu menggunakan pengharum kulkas berbahan kimia untuk mengatasinya.
Ada beberapa bahan alami yang mudah ditemukan di rumah dan dapat membantu menyerap atau mengurangi aroma tidak sedap.
Namun, penggunaannya tetap perlu disertai kebiasaan menjaga kebersihan kulkas agar hasilnya lebih optimal.
Berikut bahan-bahan alami penghilang bau kulkas yang praktis digunakan dan relatif aman jika ditempatkan dengan benar.
1. Baking Soda
Baking soda atau soda kue menjadi salah satu pilihan populer untuk membantu mengurangi bau tidak sedap di kulkas.
Bahan ini dapat membantu menetralkan sebagian senyawa penyebab aroma yang mengganggu.
Caranya, tuangkan beberapa sendok makan baking soda ke dalam wadah terbuka, lalu letakkan di salah satu rak kulkas.
Pastikan wadah berada di tempat yang stabil agar isinya tidak tumpah. Ganti baking soda secara berkala, misalnya setiap satu hingga tiga bulan, atau lebih cepat jika aromanya kembali muncul.
2. Ampas Kopi Kering
Ampas kopi dapat dimanfaatkan untuk membantu menyerap bau sekaligus memberikan aroma khas kopi.
Bahan ini cocok digunakan ketika kulkas memiliki aroma yang cukup kuat setelah menyimpan makanan berbau tajam.
Sebelum digunakan, keringkan ampas kopi hingga tidak lembap, kemudian masukkan ke wadah terbuka.
Letakkan wadah tersebut di sudut kulkas yang tidak bersentuhan langsung dengan makanan. Hindari menggunakan ampas yang masih basah karena kelembapannya dapat memicu pertumbuhan jamur.
3. Arang Aktif
Arang aktif memiliki permukaan berpori yang mampu mengikat berbagai molekul penyebab bau. Karena itu, bahan ini kerap digunakan dalam produk penyerap aroma untuk lemari, ruangan, maupun kulkas.
Masukkan arang aktif khusus penyerap bau ke dalam wadah atau kantong yang sesuai, lalu letakkan di area kulkas yang memiliki sirkulasi udara baik.
Pilih produk tanpa pewangi tambahan dan pastikan partikelnya tidak tercecer ke makanan. Ikuti petunjuk penggantian atau penggunaan ulang yang tercantum pada kemasan.
4. Irisan Lemon
Lemon memiliki aroma segar yang dapat membantu mengurangi kesan pengap di dalam kulkas. Meski demikian, lemon lebih berfungsi memberikan aroma segar daripada menyerap seluruh senyawa penyebab bau.
Letakkan beberapa irisan lemon di piring kecil, kemudian simpan di dalam kulkas.
Ganti irisan setiap satu atau dua hari, terutama jika mulai mengering, berlendir, atau menunjukkan tanda pembusukan.
Jangan biarkan lemon terlalu lama karena buah yang membusuk justru bisa menimbulkan bau baru.
5. Oatmeal Kering
Oatmeal kering dapat menjadi alternatif sederhana untuk membantu menyerap sebagian aroma tidak sedap.
Bahan ini mudah ditemukan dan bisa digunakan tanpa perlu pengolahan khusus.
Tuangkan oatmeal kering ke dalam mangkuk kecil, lalu letakkan di rak kulkas yang tidak mudah tersenggol.
Gunakan oatmeal baru secara berkala dan jangan mengonsumsinya kembali setelah dipakai sebagai penyerap bau. Pastikan bahan tetap kering agar tidak menggumpal atau terkontaminasi.
Tips agar Bau Kulkas Tidak Kembali
1. Bersihkan tumpahan makanan sesegera mungkin dan periksa bahan pangan yang sudah melewati masa simpannya.
2. Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat agar aromanya tidak menyebar ke seluruh bagian kulkas.
3. Bersihkan rak dan laci secara berkala menggunakan air sabun, kemudian keringkan sebelum digunakan kembali.
4. Periksa saluran pembuangan dan wadah penampung air jika bau tetap bertahan.
Perlu diingat, bahan alami hanya membantu mengurangi aroma, bukan menggantikan pembersihan atau menghilangkan bakteri penyebab kontaminasi.