- Arti mimpi orang yang disukai menurut Islam umumnya sekadar bunga tidur.
- Psikologi menyebut mimpi terjadi akibat rekaman emosi dan memori otak.
- Islam mengingatkan agar tidak berasumsi berlebih atas mimpi orang yang disukai.
Suara.com - Anda mungkin pernah terbangun dari tidur dengan perasaan bingung atau bertanya-tanya, karena baru saja mimpi orang yang disukai.
Sebelum berharap terlalu tinggi karena mimpi tersebut, Anda perlu mencari tahu arti mimpi orang yang disukai dari sudut pandang psikologi dan ajaran agama Islam.
Dari sisi ilmiah, saat Anda tidur, otak tidak serta-merta mati total. Ada fase yang disebut REM (rapid eye movement) di mana otak sibuk memproses emosi dan berbagai informasi yang terekam sepanjang hari.
Karena Anda memiliki ikatan emosional dengan orang tersebut, wajar jika wajahnya mampir ke dalam tidur Anda.
Apalagi jika belakangan ini Anda baru saja melihat fotonya, membaca pesannya, atau tanpa sengaja mendengar hal-hal yang
mengingatkan kepadanya. Alur mimpi yang acak dan dicampur aduk oleh otak pun membuat kehadiran si dia terasa sangat nyata.
Lalu, bagaimana kalau tiba-tiba memimpikan seseorang padahal Anda merasa tidak sedang memikirkannya?

Meski secara sadar Anda tidak sedang memikirkan si dia, ingatan bawah sadar bisa terpicu oleh hal-hal kecil, seperti mencium aroma tertentu, melewati tempat kenangan, atau mendengar lagu lama.
Jadi, kemunculan seseorang dalam mimpi, bahkan mantan atau teman lama tidak selalu melulu soal urusan cinta, tapi bisa jadi sekadar memori lama yang mampir lewat emosi.
Arti Mimpi Orang yang Disukai Menurut Pandangan Islam
Dalam ajaran Islam, tidak semua mimpi ditafsirkan sama. Berdasarkan hadis sahih Muslim, mimpi dibagi menjadi tiga kategori, yakni kabar baik dari Allah SWT, mimpi buruk atau menakutkan dari setan, dan yang terakhir adalah bisikan pikiran atau refleksi dari diri sendiri.
Lantas, apa arti spesifik saat Anda memimpikan orang yang disukai? Berikut poin-poin penting yang perlu Anda tahu:
1. Sekadar Bunga Tidur (Bisikan Hati)
Sebagian besar mimpi tentang orang yang disukai nyatanya hanyalah refleksi dari perasaan Anda sehari-hari.
Seperti sabda Nabi SAW dalam riwayat Bukhari, mimpi bisa berupa bisikan hati atau keinginan terpendam yang terbawa sampai tidur.
2. Petunjuk dan Kabar Baik dari Allah SWT
Jika mimpi itu terasa sangat membahagiakan, bisa jadi itu adalah anugerah atau nikmat tersendiri dari Allah.
Rasulullah SAW menganjurkan, jika Anda bermimpi tentang hal yang disukai, ceritakanlah hanya kepada orang yang tepat dan syukuri hal tersebut.
3. Pengingat untuk Berdoa
Mimpi ini juga bisa menjadi isyarat halus dari Allah SWT agar Anda lebih mendekatkan diri kepada-Nya dan senantiasa memanjatkan doa, khususnya mengenai urusan jodoh dan masa depan Anda, seperti yang tertera dalam Surah Al-Baqarah ayat 186.
4. Tanda Kecocokan
Dalam Islam, memilih pasangan hidup tentu harus memerhatikan banyak aspek, mulai dari harta, keturunan, keelokan rupa, hingga yang paling utama adalah agama.
Mimpi bisa menjadi refleksi dari doa-doa Anda dalam mencari kriteria pasangan yang sejalan.
6. Petunjuk Melangkah ke Jenjang Pernikahan
Jika Anda dan si dia sudah saling mengenal dan merasa cocok secara agama serta akhlak, mimpi ini bisa menjadi dorongan mental bagi Anda untuk mulai serius memikirkan langkah yang lebih halal, yakni pernikahan.
7. Ujian Keimanan
Terakhir, mimpi tentang seseorang yang disukai juga bisa berfungsi sebagai ujian keimanan.
Apakah kehadiran bayang-bayang orang tersebut membuat Anda lupa diri, atau justru membuat Anda semakin berpegang teguh pada
nilai-nilai agama dalam mendekatinya.
Banyak yang mengira mimpi ini tanda kalau dia suka balik. Padahal, itu belum tentu.
Tafsir mimpi bukanlah kepastian mutlak, karena hanya Allah SWT yang mengetahui segala hal yang gaib, sebagaimana ditegaskan dalam QS. An-Naml ayat 65. Jadi, jangan langsung berasumsi berlebihan.