Mengenal Lilifuk, Tradisi Adat di NTT yang Mengatur Kapan Warga Boleh Menangkap Ikan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:42 WIB
Mengenal Lilifuk, Tradisi Adat di NTT yang Mengatur Kapan Warga Boleh Menangkap Ikan
Perahu nelayan berlayar di laut Kupang, Indonesia. (dok. Pexels/ El Jusuf)

Suara.com - Laut bukan hanya menjadi sumber pangan bagi masyarakat pesisir, melainkan juga sebagai ekosistem yang perlu dijaga keberlangsungannya. Ketika aktivitas penangkapan ikan berlangsung tanpa terkontrol, sumber daya laut berisiko mengalami tekanan.

Di situlah peran kearifan lokal menjadi salah satu cara masyarakat mengatur pemanfaatan alam. Salah satunya dapat ditemukan melalui tradisi Lilifuk di Desa Kuaheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam tradisi tersebut sangat ditonjolkan upaya masyarakat setempat mengelola kawasan perairan melalui aturan adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Berdasarkan penelitian yang berjudul Kajian Profil Kearifan Lokal Lilifuk: Traditional Ecological Knowledge (TEK) di Desa Kuanheum, Lilifuk merupakan kawasan perairan berbentuk kolam alami yang tetap tergenang meski air laut surut.

Kondisi seperti itu membuat ikan terperangkap di dalam kawasan perairan. Masyarakat kemudian mengelolanya melalui pembatasan aktivitas penangkapan ikan sehari-hari.

Aturan Adat Mengajarkan Arti Cukup Lewat Alam

Melalui tradisi Lilifuk, kawasan perairan tertentu ditutup dari aktivtitas penangkapan ikan dan hanya dibuka satu atau dua kali dalam setahun. Waktu pembukaan pun ditentukan berdasarkan kesepakatan masyarakat.

Dengan adanya aturan tersebut secara tidak langsung memberikan batas terhadap pemanfaatan sumber daya laut. Masyarakat tidak diperbolehkan mengambil hasil laut selama kawasan Lilifuk berada dalam masa penutupan.

Namun, begitu kawasan dibuka, masyarakat setempat maupun warga luar desa dapat mengikuti kegiatan pemanenan ikan.

baca juga

Untuk kegiatan pembukaan biasanya diawali dengan pesta adat dan ritual keagamaan.

Dalam penelitian itu tercatat bahwa tradisi Lilifuk ini telah diwariskan sejak 1950-an. Pengelolaannya bahkan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, masyarakat dan masyarakat luar desa.

Keterlibatan berbagai lapisan masyarakat ini membuktikan bahwa pelestarian kawasan tidak hanya bergantung pada keberadaan aturan.

Kepatuhan masyarakat dan kesepakatan bersamalah yang turut menjadi bagian penting dalam menjalankannya.

 Karena bagi masyarakat pesisir, kondisi lingkungan laut berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari. Sumber daya perairan memfasilitasi bahan pangan sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Penelitian tersebut memaparkan bahwa masyarakat di sekitar Lilifuk tengah mengupayakan dalam menjaga kawasan tersebut. Pasalnya, perairannya dapat dimanfaatkan untuk penangkapan ikan.

Jika terjadi kerusakan lingkungan, sama saja akan berdampak terhadap hasil tangkapan menjadi sumber penghidupan mereka.

Korelasi tersebut menunjukkan bahwa kepentingan lingkungan dan ekonomi masyarakat tidak hatus selalu diperhitungkan.

Pengelolaan yang menjunjung tinggi keduanya justru dapat membantu masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam tanpa mengabaikan keberlanjutannya.

Usut punya usut, setelah ditelaah lebih dalam ternyata Lilifuk memberikan manfaat sosial. Begitu kawasan dibuka, kegiatan pemanenan ikan ini membuat wadah interaksi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarrumah tangga dan warga dari wilayah lain.

Makanya, tradisi ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan hasil laut, tetapi juga tentang keberlanjutan hubungan sosial yang mendukung pengelolaan kawasan secara bersama-sama dan berkesinambungan.

Kearifan Lokal Menjadi Bagian dari Upaya Konservasi Kawasan Pesisir

Pengelolaan Lilifuk ini menggambarkan pendekatan community-based management atau dikenal sebagai pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat.

Pendekatan ini memungkinkan masyarakat setempat terlibat langsung dalam menentukan aturan, menjaga kawasan, dan mengawasi pemanfaaatan sumber daya.

Bahkan penelitian itu turut melaporkana adanya ketentuan mengenai alat tangkap ketika Lilifuk dibuka. Alat yang diizinkan antara lai serok dan tombak, yang diyakini sebagai alat tangkap ramah lingkungan.

Adapun aturan dan sanksi adat ikut diimplementasikan guna menangani pelanggaran. Mekanisme tersebut telah menjadi bagian dari upaya masyarakat mempertahankan kesepakatan dalam pengelolaan kawasan perairan.

Meski demikian, eksistensi tradisi Lilifuk tidak otomatis membuat populasi ikan maupun pemulihan ekosistem laut mengalami peningkatan. Perlu dilakukan penelitian secara komprehensif untuk mengkaji dampak ekologisnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa praktik Lilifuk ini menyoroti masyarakat lokal memiliki pengetahuan dan mekanisme sendiri dalam mengatur keberlangsungan manusia dengan alam.

Pengetahuan tersebut bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran pengelolaan sumber daya pesisir yang turut melibatkan masyarakat.

Karena pada dasarnya, tradisi ini kembali mengingatkan bahwa laut bukan sekadar tempat mengambil hasil, melainkan ruang hidup yang keberlangsungannya ikut mejadi penentu kehidupan masyarakat pesisir.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumba Weaving Museum, Upaya Menghubungkan Tradisi Tenun dengan Generasi Muda

Sumba Weaving Museum, Upaya Menghubungkan Tradisi Tenun dengan Generasi Muda

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Pemprov DKI Matangkan Kajian TransJakarta Laut, Bakal Jangkau Kepulauan Seribu

Pemprov DKI Matangkan Kajian TransJakarta Laut, Bakal Jangkau Kepulauan Seribu

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:29 WIB

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Terkini

Indomobil eMotor Hadirkan Layanan Darurat untuk Pengguna Motor Listrik di Jakarta

Indomobil eMotor Hadirkan Layanan Darurat untuk Pengguna Motor Listrik di Jakarta

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Sepatu Lari Neutral vs Stability, Mana yang Lebih Baik untuk Mencegah Cedera Engkel?

Sepatu Lari Neutral vs Stability, Mana yang Lebih Baik untuk Mencegah Cedera Engkel?

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Sinopsis Wildwood: Animasi Stop-Motion Raih Skor Sempurna Rotten Tomatoes

Sinopsis Wildwood: Animasi Stop-Motion Raih Skor Sempurna Rotten Tomatoes

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Operasi Gabungan, 60 Tamu MP Club Pekanbaru Dinyatakan Positif Narkoba

Operasi Gabungan, 60 Tamu MP Club Pekanbaru Dinyatakan Positif Narkoba

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Daftar Partai Politik Dukung Prabowo Subianto Capres 2029 Per 12 Oktober 2026

Daftar Partai Politik Dukung Prabowo Subianto Capres 2029 Per 12 Oktober 2026

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Ritual Adat Santiago dan Kondisi Memprihatinkan di Makam Sultan Buton

Ritual Adat Santiago dan Kondisi Memprihatinkan di Makam Sultan Buton

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:32 WIB

Progres Pembangunan Capai 84 Persen, DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis

Progres Pembangunan Capai 84 Persen, DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:32 WIB

Ruben Onsu Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah ke Polda Metro Jaya

Ruben Onsu Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah ke Polda Metro Jaya

Sumut | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:31 WIB

8 HP Murah Tahan Air dan Baterai Jumbo untuk Ojol

8 HP Murah Tahan Air dan Baterai Jumbo untuk Ojol

Tekno | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Review Film The Social Reckoning: Mengkritik Kehancuran Etika Teknologi

Review Film The Social Reckoning: Mengkritik Kehancuran Etika Teknologi

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×