- Chemical peeling membantu mengangkat sel kulit mati.
- Perawatan ini berisiko menimbulkan iritasi dan perubahan warna kulit.
- Jenis treatment peeling perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Suara.com - Treatment chemical peeling untuk memudarkan flek hitam menjadi salah satu perawatan yang bisa dipertimbangkan untuk membantu menyamarkan noda gelap pada kulit.
Prosedur perawatannya menggunakan bahan kimia khusus untuk mengangkat sel kulit mati dan merangsang pergantian sel kulit.
Sebagaimana diketahui, chemical peeling merupakan prosedur perawatan yang dapat dilakukan pada wajah, leher, maupun tangan. Jenis bahan dan kedalaman pengelupasan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit agar perawatan berjalan sesuai kebutuhan.
Meski menawarkan manfaat untuk mengatasi flek hitam, chemical peeling juga memiliki risiko efek samping yang perlu diketahui sebelum menjalani prosedur ini.
Flek hitam adalah bercak berwarna lebih gelap pada kulit yang dapat muncul akibat paparan sinar matahari, perubahan hormon, atau bekas peradangan, seperti jerawat.

Efek Samping Treatment Chemical Peeling untuk Memudarkan Flek Hitam
Chemical peeling dapat membantu menyamarkan flek hitam, tetapi prosedur ini juga memiliki sejumlah risiko. Merangkum informasi di website Siloam Hospital, berikut beberapa efek samping yang perlu diketahui.
1. Kulit Kemerahan dan Membengkak
Kemerahan dan pembengkakan termasuk reaksi yang dapat muncul setelah chemical peeling. Hal ini berkaitan dengan proses pengelupasan kulit akibat penggunaan bahan kimia.
Pada peeling dengan tingkat kedalaman sedang hingga dalam, reaksi tersebut dapat terasa lebih intens dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
Jika kemerahan semakin parah atau disertai rasa sakit yang berat, segera hubungi dokter.
2. Kulit Kering dan Mengelupas
Setelah menjalani chemical peeling, kulit dapat terasa kering, bersisik, atau mengalami pengelupasan. Kondisi ini berkaitan dengan proses pergantian sel kulit setelah lapisan kulit mendapatkan paparan bahan kimia.
Hindari menarik atau mengelupas kulit secara paksa karena dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko terbentuknya bekas luka. Gunakan pelembap yang sesuai dengan anjuran dokter untuk menjaga kelembapan kulit selama masa pemulihan.
3. Flek Hitam Justru Bertambah Gelap
Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah hiperpigmentasi pascainflamasi, yaitu kondisi ketika kulit menjadi lebih gelap setelah mengalami peradangan atau iritasi.
Reaksi ini dapat terjadi setelah chemical peeling, terutama jika kulit tidak cocok dengan bahan atau konsentrasi yang digunakan.
Paparan sinar matahari selama masa pemulihan juga dapat memperburuk perubahan warna kulit. Akibatnya, flek hitam yang ingin disamarkan justru bisa terlihat semakin jelas.
4. Warna Kulit Menjadi Lebih Terang
Selain menggelap, kulit juga dapat mengalami hipopigmentasi atau kehilangan sebagian pigmen sehingga tampak lebih terang dibandingkan area sekitarnya. Risiko ini dapat meningkat pada prosedur peeling yang lebih dalam.
Perubahan warna kulit tersebut bisa berlangsung lama dan pada kondisi tertentu bersifat menetap. Oleh karena itu, pemilihan jenis peeling perlu mempertimbangkan warna kulit, kondisi flek hitam, serta riwayat hiperpigmentasi.
5. Muncul Jerawat Selama Pemulihan
Sebagian orang dapat mengalami munculnya jerawat setelah chemical peeling. Kondisi ini bisa terjadi selama kulit beradaptasi dan menjalani proses pemulihan.
Jika jerawat muncul, hindari menggunakan produk eksfoliasi tambahan tanpa arahan dokter. Penggunaan bahan aktif yang terlalu keras saat kulit masih sensitif dapat memperburuk iritasi dan meningkatkan risiko bekas jerawat.
6. Infeksi pada Kulit
Chemical peeling yang dilakukan tanpa prosedur yang tepat dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri, jamur, atau virus. Salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan adalah kambuhnya infeksi herpes simpleks pada orang yang memiliki riwayat tersebut.
Infeksi dapat mengganggu proses penyembuhan dan berpotensi meninggalkan bekas pada kulit. Oleh karena itu, chemical peeling sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten dengan memperhatikan kebersihan serta kondisi kulit sebelum prosedur.
7. Muncul Bekas Luka Permanen
Penggunaan bahan kimia dengan konsentrasi atau kedalaman yang tidak sesuai dapat merusak jaringan kulit. Dalam kondisi tertentu, kerusakan ini bisa memicu terbentuknya jaringan parut yang menetap.
Risiko tersebut menjadi salah satu alasan chemical peeling tidak dianjurkan untuk dilakukan sendiri di rumah. Penanganan oleh dokter diperlukan agar jenis bahan dan kedalaman pengelupasan disesuaikan dengan kebutuhan kulit.
8. Risiko Gangguan Organ pada Deep Chemical Peel
Deep chemical peel merupakan prosedur yang menembus lapisan kulit lebih dalam dan membutuhkan pengawasan medis ketat.
Penggunaan phenol dalam prosedur ini dapat menimbulkan risiko serius apabila penyerapannya berlebihan, termasuk gangguan pada jantung, ginjal, dan hati.
Efek tersebut tidak sama dengan reaksi ringan yang biasa muncul setelah peeling dangkal. Prosedur peeling dalam perlu melalui penilaian medis menyeluruh dan pemantauan yang sesuai.
Apakah Chemical Peeling Efektif untuk Memudarkan Flek Hitam?
Chemical peeling dapat membantu menyamarkan flek hitam dengan mempercepat pengelupasan sel kulit dan mendukung regenerasi kulit.
Beberapa bahan yang digunakan antara lain glycolic acid, mandelic acid, phytic acid, dan lactic acid. Pemilihan bahan bergantung pada jenis kulit serta penyebab noda gelap.
Namun, hasilnya tidak selalu sama pada setiap orang. Flek hitam akibat paparan sinar matahari, bekas peradangan, dan melasma dapat memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Chemical Peeling
Sebelum menjalani prosedur treatment, konsultasikan kondisi kulit, riwayat alergi, serta obat dan skincare yang sedang digunakan kepada dokter.
Informasikan juga jika sedang hamil atau menyusui, memiliki riwayat herpes, atau mengalami iritasi maupun infeksi pada area yang akan dirawat.
Chemical peeling tidak disarankan dilakukan sendiri di rumah karena kesalahan pemilihan bahan dan konsentrasi dapat menyebabkan kerusakan kulit.
Setelah prosedur, ikuti petunjuk perawatan yang diberikan, gunakan pelembap dan sunscreen, serta hindari paparan sinar matahari berlebihan.
Lebih lanjut, produk eksfoliasi atau bahan aktif yang berpotensi mengiritasi sebaiknya dihentikan sementara sesuai arahan dokter.