- Kandungan aktif serum wajah dapat mengalami penurunan kualitas seiring berjalannya waktu akibat paparan udara.
- Tanda serum rusak meliputi perubahan warna, aroma tidak sedap, tekstur berubah, berjamur, atau melewati masa pakai.
- Dampak memakai serum kedaluwarsa adalah manfaat berkurang, iritasi, bertambahnya jerawat, hingga risiko infeksi serta alergi.
Suara.com - Serum wajah menjadi salah satu produk skincare andalan untuk membantu mengatasi berbagai masalah kulit, mulai dari kusam, jerawat, hingga tanda penuaan.
Namun, produk yang sudah lama disimpan atau melewati masa pakainya belum tentu aman dan efektif untuk terus digunakan.
Seiring waktu, kandungan aktif dalam serum dapat mengalami penurunan kualitas akibat paparan udara, cahaya, dan panas. Kondisi ini juga dapat memengaruhi warna, aroma, serta tekstur produk.
Sayangnya, tanda serum kedaluwarsa atau rusak terkadang tidak disadari karena perubahan yang terjadi bisa terlihat samar.
Padahal, menggunakan produk yang kualitasnya sudah menurun dapat mengurangi manfaat skincare dan meningkatkan risiko masalah kulit.
Lantas, bagaimana cara mengetahui serum wajah sudah tidak layak digunakan? Berikut tanda-tanda yang perlu diperhatikan beserta dampak yang mungkin muncul jika kamu tetap menggunakannya.
Tanda Serum Sudah Kedaluwarsa atau Rusak

Melansir Avoskin dan Skincare.com, perubahan kondisi produk dapat menjadi petunjuk bahwa serum sudah mengalami penurunan kualitas.
1. Warna berubah
Serum yang awalnya bening atau berwarna pucat, misalnya, berubah menjadi kuning pekat, jingga, atau kecokelatan. Perubahan ini perlu diperhatikan terutama pada serum vitamin C yang rentan mengalami oksidasi.
Namun, warna alami setiap formula berbeda, sehingga bandingkan dengan kondisi awal dan petunjuk produsen.
2. Aroma menjadi tidak sedap
Serum yang mengeluarkan bau tengik atau aroma asing yang sebelumnya tidak ada patut dicurigai mengalami perubahan kualitas.
3. Tekstur berubah
Produk yang mendadak menggumpal, menjadi terlalu encer atau kental, maupun mengalami pemisahan yang tidak biasa sebaiknya tidak langsung digunakan kembali.
4. Muncul jamur atau kotoran mencurigakan
Perhatikan bagian tutup, mulut botol, dan isi produk. Jika terlihat pertumbuhan jamur atau tanda kontaminasi, hentikan pemakaian.
5. Melewati masa pakai
Periksa tanggal kedaluwarsa serta simbol PAO berupa gambar wadah terbuka dengan keterangan seperti 6M atau 12M.
Angka tersebut menunjukkan perkiraan masa penggunaan setelah produk dibuka, sesuai petunjuk kemasan.
Dampak Pakai Serum Kedaluwarsa atau Rusak

Menggunakan serum yang sudah menurun kualitasnya dapat menimbulkan beberapa risiko berikut.
- Manfaat skincare berkurang. Kandungan aktif yang terdegradasi mungkin tidak lagi bekerja optimal, sehingga hasil yang diharapkan tidak tercapai.
- Kulit mengalami iritasi. Perubahan formula dapat memicu kemerahan, gatal, rasa perih, atau kulit terasa tidak nyaman.
- Jerawat bertambah. Produk yang kualitasnya menurun atau terkontaminasi dapat memperburuk kondisi kulit pada sebagian orang.
- Risiko infeksi meningkat. Jika produk terkontaminasi mikroorganisme, penggunaannya berpotensi menyebabkan infeksi, terutama pada kulit yang sedang terluka atau mengalami gangguan pelindung kulit.
- Muncul reaksi alergi. Perubahan komposisi produk dapat memicu reaksi yang tidak diinginkan pada sebagian pengguna.
Risiko tersebut sejalan dengan penjelasan GFACEMD dan IML Research mengenai penggunaan kosmetik kedaluwarsa.
Jika serum menimbulkan reaksi berat atau keluhan menetap, hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter.
Agar lebih aman, simpan serum sesuai petunjuk produsen, jauhkan dari panas dan sinar matahari langsung, serta tutup kemasan rapat setelah digunakan.
Jangan hanya mengandalkan tampilan produk; tanggal kedaluwarsa dan masa pakai setelah dibuka tetap perlu diperhatikan.