Saat Masyarakat Adat Papua Memberi Waktu bagi Alam untuk Pulih Lewat Tradisi Sasi

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:21 WIB
Saat Masyarakat Adat Papua Memberi Waktu bagi Alam untuk Pulih Lewat Tradisi Sasi
Sekelompok nelayan yang beragam bekerja sama untuk menarik jaring di pantai yang tenang saat matahari terbenam. (dok.Pexels/ Quang Nguyen)

Suara.com - Masyarakat adat di Papua mengenal cara untuk menjaga alam dengan memberi waktu bagi sumber daya untuk pulih. Caranya, mereka menetapkan larangan sementara mengambil hasil alam dari wilayah tertentu melalui tradisi yang dikenal sebagai Sasi.

Melansir buku Papua dan Sasi: Tradisi Leluhur untuk Kehidupan yang diterbitkan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia pada Juni 2025, Sasi merupakan larangan sementara untuk mengambil hasil alam dari wilayah tertentu, baik di laut maupun daratan.

Tradisi ini menjadi aturan adat yang harus dipatuhi masyarakat. Tujuannya, memberi kesempatan bagi sumber daya alam untuk berkembang sebelum kembali dimanfaatkan.

Ada Tanda Larangan hingga Ritual Adat

Pelaksanaan Sasi tidak dilakukan sembarangan. Tradisi ini melibatkan tetua adat dan serangkaian ritual yang disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat.

Persiapannya dapat mencakup pemasangan tiang dengan tanda berupa potongan kain merah. Perlengkapan seperti tembakau, pinang, sirih, dan kapur juga disiapkan dalam ritual adat.

Setelah tanda dipasang, masyarakat dilarang mengambil hasil alam dari wilayah yang sedang di-Sasi hingga waktu pembukaan yang disepakati.

Tradisi ini juga berkaitan dengan kehidupan spiritual masyarakat Papua. Di sejumlah wilayah, pelaksanaan Sasi mengalami akulturasi dengan praktik keagamaan. Masyarakat Kristen dapat mengawalinya melalui ibadah di gereja, sedangkan masyarakat Muslim dapat memulainya dengan doa di masjid.

Meski demikian, tetua adat tetap memegang peran penting dalam pelaksanaan Sasi.

baca juga

Namanya Berbeda, Maknanya Serupa

Sasi memiliki beragam nama di Papua, antara lain Egek, Kabus, Wawe, Rajaha, Gasamsom, Kerakera, dan Nggama.
Meski berbeda nama dan tata cara, tradisi tersebut memiliki tujuan serupa, yakni mengatur pemanfaatan sumber daya alam melalui larangan adat.

Di Fakfak, misalnya, praktik Kerakera di Pulau Ugar menggunakan api atau obor sebagai tanda pembukaan Sasi. Petuanan atau pemangku adat terlebih dahulu memanjatkan doa sebelum tanda larangan dipotong dan masyarakat diperbolehkan mengambil hasil alam.

Pengumuman pembukaan biasanya disampaikan kepada masyarakat selama tiga hari.
Penentuan waktu pembukaan juga dapat mempertimbangkan kondisi alam. Di Kaimana, pembukaan Nggama berkaitan dengan perubahan arah angin. Pertimbangan serupa ditemukan di wilayah Misool bagian selatan.

Bukan Sekadar Larangan Mengambil Hasil Alam

Sasi bukan hanya mengatur kapan masyarakat boleh atau tidak boleh mengambil hasil alam. Tradisi ini juga mengajarkan kepatuhan terhadap kesepakatan bersama serta penghormatan terhadap wilayah yang sedang dilindungi.

Masyarakat tetap dapat mencari hasil laut di wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, ketika suatu kawasan sedang di-Sasi, aturan adat harus dipatuhi. Pelanggaran terhadapnya dapat dikenai sanksi adat.
Praktik ini memperlihatkan bagaimana masyarakat adat mengatur pemanfaatan alam berdasarkan batas dan waktu. Ada masa ketika sumber daya boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan, tetapi ada pula masa ketika masyarakat perlu menahan diri agar alam memiliki kesempatan untuk pulih.

Melalui Sasi, pengetahuan ekologis diwariskan antargenerasi. Tradisi ini menghubungkan aturan adat, kehidupan sosial, dan hubungan manusia dengan alam dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya bagi generasi berikutnya.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Lilifuk, Tradisi Adat di NTT yang Mengatur Kapan Warga Boleh Menangkap Ikan

Mengenal Lilifuk, Tradisi Adat di NTT yang Mengatur Kapan Warga Boleh Menangkap Ikan

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Keterlibatan Data Intelijen A1 Antar TNI Tembak Mati Tiga Komandan OPM di Maybra

Keterlibatan Data Intelijen A1 Antar TNI Tembak Mati Tiga Komandan OPM di Maybra

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:34 WIB

Asap Kebakaran TPA Makbon Ganggu Warga hingga Penerbangan

Asap Kebakaran TPA Makbon Ganggu Warga hingga Penerbangan

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam

Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Saat Masyarakat Adat Papua Memberi Waktu bagi Alam untuk Pulih Lewat Tradisi Sasi

Saat Masyarakat Adat Papua Memberi Waktu bagi Alam untuk Pulih Lewat Tradisi Sasi

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Bukan Sekadar Menang, Ini Pesan Persahabatan dalam "Two Turtles"

Bukan Sekadar Menang, Ini Pesan Persahabatan dalam "Two Turtles"

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:20 WIB

4 Laporan Masuk, 1 Jadi Tersangka Kasus Asusila di Pesantren Bekasi

4 Laporan Masuk, 1 Jadi Tersangka Kasus Asusila di Pesantren Bekasi

Bekaci | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Berapa Lama Ketahanan Lipstik Maybelline? Cek 3 Varian Superstay Ini

Berapa Lama Ketahanan Lipstik Maybelline? Cek 3 Varian Superstay Ini

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Malam Gila Liga Champions: Barcelona Pesta Gol, Duo Raksasa Eropa Malah Merana

Malam Gila Liga Champions: Barcelona Pesta Gol, Duo Raksasa Eropa Malah Merana

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa Terjadi?

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa Terjadi?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Operasi Sarang Narkoba di Bekasi: Komplotan 'Paman' dan 'Macan' Tak Berkutik

Operasi Sarang Narkoba di Bekasi: Komplotan 'Paman' dan 'Macan' Tak Berkutik

Bekaci | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:05 WIB

×