- Umat Islam dianjurkan menjaga kebersihan tubuh dengan memotong kuku dan tidak membiarkannya lebih dari empat puluh malam.
- Sebagian ulama menyarankan urutan pemotongan kuku tangan dimulai dari jari telunjuk kanan hingga diakhiri ibu jari kanan.
- Waktu terbaik memotong kuku adalah kapan saja saat kuku sudah panjang, dengan hari Jumat sering dipilih untuk beribadah.
Suara.com - Memotong kuku menurut Islam bukan sekadar rutinitas perawatan tubuh, melainkan bagian dari menjaga kebersihan diri yang dianjurkan dalam ajaran agama.
Umat Islam dianjurkan memelihara kebersihan kuku agar tidak menjadi tempat menumpuknya kotoran yang dapat mengganggu kenyamanan dan kebersihan sehari-hari.
Selain memperhatikan kebersihan, sebagian ulama juga menjelaskan tata cara memotong kuku berdasarkan urutan tertentu yang dinilai baik untuk diikuti.
Lantas, bagaimana urutan potong kuku menurut Islam dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?
Urutan Potong Kuku Menurut Islam

Memotong kuku termasuk amalan fitrah yang dianjurkan dalam Islam, sebagaimana membersihkan bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan merapikan kumis bagi laki-laki. Kebiasaan ini mencerminkan perhatian terhadap kebersihan serta kerapian tubuh.
Dalam hadis riwayat Muslim, Anas bin Malik menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan batas waktu agar beberapa praktik perawatan diri, termasuk memotong kuku, tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.
Ketentuan tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menjaga kebersihan secara rutin dan tidak membiarkan kuku tumbuh terlalu panjang.
Lalu, bagaimana urutan memotong kuku tangan yang dapat diikuti?
Sebagian ulama memberikan panduan urutan tertentu berdasarkan kebiasaan mendahulukan bagian kanan dalam aktivitas yang baik. Salah satu urutan yang dikenal adalah sebagai berikut:
- Tangan kanan: mulai dari jari telunjuk, jari tengah, jari manis, kemudian kelingking.
- Tangan kiri: mulai dari jari kelingking, jari manis, jari tengah, telunjuk, lalu ibu jari.
- Akhiri dengan ibu jari tangan kanan sebagai penutup urutan tersebut.
Urutan ini merupakan panduan yang dikenal dalam sebagian pembahasan fikih, tetapi tidak terdapat hadis sahih yang secara tegas menetapkan urutan tersebut sebagai tata cara wajib dari Rasulullah SAW. Karena itu, umat Islam tidak perlu menganggap urutan tertentu sebagai satu-satunya cara yang dibenarkan.
Hal yang lebih utama adalah menjaga kuku tetap bersih, memotongnya ketika sudah panjang, dan tidak membiarkannya menjadi tempat berkumpulnya kotoran.
Potong kuku dengan alat yang bersih serta hindari memotong terlalu dalam hingga melukai kulit di sekitarnya.
Kebersihan kuku juga perlu diperhatikan ketika berwudu atau mandi wajib. Kuku yang panjang dapat menampung kotoran, tetapi keberadaan kuku panjang sendiri tidak otomatis membatalkan bersuci.
Jika terdapat lapisan atau kotoran yang benar-benar menghalangi air mencapai bagian tubuh yang wajib dibasuh, bagian tersebut perlu dibersihkan.
Waktu Terbaik Potong Kuku
Islam tidak menetapkan hari tertentu sebagai satu-satunya waktu yang sah atau wajib untuk memotong kuku. Artinya, seseorang boleh melakukannya kapan saja ketika kuku sudah panjang dan membutuhkan perawatan.
Meski demikian, hari Jumat sering dipilih oleh umat Islam untuk membersihkan dan merapikan diri sebelum melaksanakan salat Jumat.
Kebiasaan tersebut sejalan dengan anjuran menjaga kebersihan dan penampilan ketika beribadah, meskipun tidak ada dalil sahih yang menetapkan potong kuku pada hari Jumat sebagai kewajiban khusus.
Hari Senin dan Kamis juga terkadang disebut dalam pembahasan mengenai waktu yang baik untuk melakukan perawatan diri.
Namun, anjuran mengenai hari-hari tersebut perlu dipahami secara proporsional karena tidak ada ketentuan sahih yang secara khusus mewajibkan atau memastikan keutamaan memotong kuku pada hari tertentu.