Mengenal Operasi Modifikasi Cuaca Bobby Nasution Demi Usir Asap Karhutla di Sumut

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 19 Oktober 2026 | 10:05 WIB
Mengenal Operasi Modifikasi Cuaca Bobby Nasution Demi Usir Asap Karhutla di Sumut
Hujan ringan mengguyur wilayah Pekanbaru dan sekitarnya di tengah kondisi kabut asap karhutla, Senin (21/9/2026). [Suara.com/Eko Faizin]
baca 10 detik
  • Bobby Nasution menggelar modifikasi cuaca guna mengatasi bencana kabut asap.
  • Penyemaian garam berhasil memicu hujan lebat untuk memperbaiki kualitas udara.
  • Teknologi modifikasi cuaca kini berkembang menjadi instrumen penting mitigasi bencana.

Sejarah Modifikasi Cuaca

Penerapan rekayasa cuaca di Indonesia sejatinya bukanlah barang baru. Sejarah mencatat teknologi ini sudah mulai dirintis sejak tahun 1977.

Kala itu, Presiden Soeharto terpukau dengan kemajuan sektor pertanian di Thailand yang pasokan airnya sangat terbantu oleh hujan buatan.

Soeharto lantas mengutus B.J. Habibie untuk mendalami teknologi tersebut. Masih dengan asistensi dari pihak Thailand, proyek percobaan hujan buatan di Indonesia resmi bergulir pada 1977 guna mengisi waduk-waduk strategis untuk irigasi persawahan dan pembangkit listrik (PLTA).

Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya frekuensi krisis iklim, fungsi TMC berevolusi menjadi instrumen mitigasi bencana, baik memadamkan karhutla maupun mencegah banjir dengan meredam awan hujan sebelum masuk ke area pemukiman padat.

Tak cuma bencana, TMC belakangan juga diandalkan untuk mengamankan agenda internasional kenegaraan agar bebas dari guyuran hujan lebat. 

Beberapa di antaranya yakni perhelatan SEA Games XXVI Palembang 2011, balapan MotoGP Mandalika 2022, hingga KTT G20 di Bali 2022.

Di panggung dunia, teknologi serupa telah dimanfaatkan secara luas untuk berbagai kepentingan:

  • Tiongkok: Pernah menyemai awan demi memastikan langit tetap biru cerah tanpa gangguan hujan pada upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008.
  • Uni Emirat Arab (UEA): Rutin memanfaatkan cloud seeding untuk menambah pasokan air tawar di tengah gersangnya iklim padang pasir.
  • Amerika Serikat: Menerapkan modifikasi cuaca untuk menekan keparahan badai salju dan kekeringan.

Bahkan di masa lalu, rekayasa cuaca sempat digunakan militer AS dalam Perang.Vietnam melalui Operasi Popeye untuk memperpanjang musim hujan dan melumpuhkan jalur logistik musuh. 

baca juga

Praktik ini kemudian resmi dilarang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lewat Konvensi Modifikasi Lingkungan (ENMOD).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia dalam 72 Jam: Asap Mengepul, BBM Tersendat, Akuntabilitas Hilang

Indonesia dalam 72 Jam: Asap Mengepul, BBM Tersendat, Akuntabilitas Hilang

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Keadilan Sosial yang Terbalik: IHSG, Asap, hingga Kelangkaan BBM

Keadilan Sosial yang Terbalik: IHSG, Asap, hingga Kelangkaan BBM

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 06:36 WIB

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

WALHI Minta Presiden Perkuat Pengawasan Penanganan Karhutla

WALHI Minta Presiden Perkuat Pengawasan Penanganan Karhutla

Video | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Karhutla Indonesia Masuk Cover The New York Times, Karya Seniman Ini Jadi Sorotan Dunia!

Karhutla Indonesia Masuk Cover The New York Times, Karya Seniman Ini Jadi Sorotan Dunia!

Video | Minggu, 18 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Mengenal Operasi Modifikasi Cuaca Bobby Nasution Demi Usir Asap Karhutla di Sumut

Mengenal Operasi Modifikasi Cuaca Bobby Nasution Demi Usir Asap Karhutla di Sumut

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Meski Terkena Skandal Pasar Modal, BREN-CUAN Gelar Buyback Saham

Meski Terkena Skandal Pasar Modal, BREN-CUAN Gelar Buyback Saham

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Apakah Lip Crayon Make Over Tahan Lama? Ini Keunggulan dan Pilihan Warnanya

Apakah Lip Crayon Make Over Tahan Lama? Ini Keunggulan dan Pilihan Warnanya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Skin Food Viva Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Tepat Biar Hasilnya Maksimal

Skin Food Viva Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Tepat Biar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:33 WIB

×