- Founder Voice Institute Indonesia menyatakan sulih suara kini resmi menjadi bagian dari subsektor ekonomi kreatif nasional.
- Menteri Ekonomi Kreatif menyampaikan 27,4 juta orang bekerja di industri kreatif yang didominasi generasi muda dan perempuan.
- Program Wonder Voice of Indonesia memulai rangkaian roadshow di Telkom University Bandung pada 15 Oktober 2026.
“Ini menunjukkan bahwa membangun industri tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintah, kampus, industri, asosiasi, komunitas, dan brand perlu bergerak bersama untuk menciptakan talenta, membuka peluang, dan membangun ekosistem yang berkelanjutan,” katanya.
Upaya membangun ekosistem tersebut sebenarnya telah berjalan sejak WVI pertama kali digelar pada 2022. Hingga 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 2 juta audiens daring dan menghasilkan lebih dari 20 ribu karya suara orisinal.
WVI juga berkembang menjadi ruang yang mempertemukan para pengisi suara. Komunitas Voice People kini telah hadir di delapan kota besar, sementara penyelenggaraan WVI 2025 turut menginisiasi Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia).
Dengan perkembangan tersebut, industri sulih suara perlahan tidak lagi berdiri sebagai profesi yang bekerja di balik layar semata. Ada komunitas, ruang belajar, jejaring profesional, hingga peluang kolaborasi yang ikut tumbuh di dalamnya.
Rangkaian Road to WVI 2026 di Telkom University pun menjadi salah satu cara untuk membawa ekosistem tersebut lebih dekat kepada calon talenta baru, sekaligus menunjukkan bahwa industri kreatif dapat mulai dibangun sejak bangku kuliah.